Doa Sang Mantan

Doa Sang Mantan
39


__ADS_3

Empat hari pun berlalu dari kejadian itu.


Di hari minggu ini, Aldi sudah berencana untuk mengajak Sifa pergi bersama Sari. Ia sudah benar-benar membersihkan jadwalnya untuk Sifa agar bisa bersepeda seperti janjinya tempo hari.


Namun, Aldi terkaget ketika pagi itu. Sosok wanita muda datang dengan membawa banyak buah tangan.


Ia bahkan membawa beberapa lauk untuk sarapan pagi.


"Aldi, ini kenalin.. Alia, dia anak teman tante Dwi.."


Alia terlihat tersipu malu di depan Aldi, lalu tanpa sadar mengulurkan tangannya hendak berkenalan dengan calon jodohnya.


Aldi melihat tanpa ekspresi, ia bahkan mengabaikan uluran tangan wanita cantik itu.


Ibu Aldi terlihat tidak enak dengan sikap dingin Aldi.


"Eh, Aldi.. ini Alia udah bawaan beberapa menu sarapan, kamu makan dulu"


"Enggak buk, Aldi mau kekamar Sifa.."


Namun tanpa di duga, Alia memotong.


"Biar Alia aja mas" sanggah Alia cepat.


Kening Aldi berkenyit heran.


Ibu Aldi melihat kesempatan.


"Iya Aldi, biar Alia aja.. toh beberapa hari ini Alia kok yang urus Sifa"


Deg.. Aldi terkaget mendengar ucapan sang ibu.


Ibu Aldi memberi kode pada Alia untuk segera berlalu kekamar Sifa. Dan wanita muda itu pun dengan meninggalkan senyum simpul berlalu pergi.

__ADS_1


"Maksud ibu apa?" tanya Aldi tegas.


Ibu Aldi menangapi pertanyaan sang putra dengan santai.


"Sifa butuh mama baru, yaa Alia yang ibu rasa cocok menjadi mama baru untuk Sifa.." jawab ibu Aldi tenang.


"Dia muda, pintar, dia S2 dan dia anak perempuan satu-satunya yang memiliki beberapa hektare tanah di daerah Xxx"


Seketika Aldi terserang pusing mendengar ucapan ibu, yang lagi-lagi menjodohkan dirinya dengan wanita dari kalangan terpandang.


"Ibu!!"


"Wanita itu sudah mengeluh.. dia sendiri yang curhat sama bibik pengasuh, dia capek ngurus Sifa.. dan dia gak tulus" timpal ibu mengiringi Aldi untuk percaya pada dirinya.


Aldi mendengar dengan tak yakin, sekilas ia mengingat wajah tulus Sari pada Sifa.


"Itu gak mungkin bu!!" balas Aldi.


"Aldi!! wanita itu bukan wanita baik-baik, dia gadis miskin.. dia hanya tukang rias murahan.. apa kamu mau mengulang lagi kebodohan kamu yang salah memilih perempuan untuk kamu nikahi?"


Ibu Aldi terkaget.


"Sepertinya, ibu tidak bisa lagi tinggal disini.." ujar Aldi dingin.


"Aldi??"Ibu Aldi syok. "Kamu ngusir ibu???" tanya ibu Aldi tak percaya dengan ucapan sang putra.


Aldi mengepalkan tangannya dengan kuat.


"YA" jawab Aldi dingin dengan tanpa ragu.


Ibu Aldi syok, sehingga ia hampir saja pingsan.


Namun tanpa terduga terdengar pekikkan suara Alia histeris.

__ADS_1


"SIFAAA..." jerit ALIA melengking.


Aldi terkaget hingga tanpa peduli pada sang ibu yang hampir pingsan. Ia dengan cepat berlari menuju kamar.


Aldi tiba di kamar Sifa dengan wajah syok. Ketika mendapati sang putri sudah terkulai lemas.


"Sifa??" seru Aldi dengan cepat menyambar tubuh sang anak yang berada dalam pangkuan Alia.


Alia syok dan hanya menangis.


"Sifa.. Sifa pingsan mas.." seru Alia sesegukan.


mendengar ucapan Alia, Aldi tanpa pikir panjang langsung mengendong tubuh sang putri untuk cepat di bawa kerumah sakit.


***


Di sisi lain, Sari tengah memasangkan pentul di hijab seorang pengantin. Ia melihat dengan teliti dan serius.


Namun tampaknya pikiran dan hatinya ada yang berbeda, sehingga tanpa sengaja jarum pentul itu menancap di ujung jari Sari.


"Akh..." desis Sari kesakitan ketika ujung pentul menucuk jarinya.


Sang pengantin terkaget.


"Hati-hati mbak Sari.."


Sari relfek melihat nghisap ujung jarinya itu, agar darah yang keluar segera berhenti.


"Hati-hati, Sari.. lo harus fokus" Lisa mengingatkan.


"Ah, iya..." sahut Sari sekilas dengan masih merasakan sakit di ujung jarinya.


Tapi entah mengapa ia merasa tak nyaman pada perasaannya yang aneh.

__ADS_1


Sari mencoba menghilangkan perasaan anehnya itu. Ia kembali fokus untuk menyelesaikan tugas memasangkan hijab pengantin yang tinggal sedikit lagi.


Namun, di dalam tas Sari terlihat handphonenya terus bergetar menerima telfon yang sedari tadi mencoba menghubungi dirinya, Bupati.


__ADS_2