Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 37. Bermain #2


__ADS_3

Black yang tengah meminum wine nya tampak tersenyum  puas. Di samping kanan dan kirinya ada wanita wanita cantik yang melayaninya. Ia mulai menarik salah satu wanita cantik itu di pangkuannya.


" Kau sangat cantik baby…."


" Terimakasih tuan…"


Wanita berpakaian sangat seksi itu mulai meraba dada Black dan mencium leher pria itu. Black tidak tinggal diam. Ia pun meraba paha mulus wanita cantik tersebut yang terpampang jelas karena dress yang dipakai hanya sebatas paha atas.


( othor : Heh… macam ayam aja ada paha atas paha bawah.)


Black mulai mencari sesuatu yang menyenangkan baginya. Ia memainkan jarinya di lembah yang sudah basah, si wanita mulai menggila mendapat perlakuan dari Black.


" Akh… honey aku sudah tidak tahan ingin milikmu. Apa kita tidak bisa ke kamar?" 


Wanita itu menatap Black dengan tatapan mengiba. Kabut gairah sudah memenuhi matanya.


" Baiklah… ayo kita lanjutkan di kamar."


Black menggendong wanita itu menuju ke kamar dan meninggalkan yang lainnya.


" Tunggu giliran kalian ladies."


Dalam bar tersebut memang ada beberapa kamar yang sudah disiapkan. Black mengambil kamar president suit dengan ranjang besar ukuran king size. Ia langsung melemparkan wanita itu ke ranjang. Wanita itu menggeliat, ia bahkan sudah membuka bajunya sendiri. Drake menyunggingkan senyum.


"Siapa namamu sayang?"


" Cella… namaku cella honey."


Wanita yang bernama Cella itu tidak sabar dengan tingkah lambat Black. Ia pun berdiri dan berjalan ke arah Black dengan keadaan sudah polos. Cella lalu membuka baju Black. Black diam saja, membiarkan Cella melakukan yang ingin dilakukan. 


Kini Black pun sudah polos, Cella tersenyum melihat tubuh Black yang menurut nya sangat luar biasa. Cella mulai menciumi seluruh inci tubuh Balck. Hingga di bagian favoritnya. Ia berjongkok di depan Black dan memainkan mulutnya di sana.


" Shhhh…. Argh…" 


Black menggila ia menekan kepala Cilla agar lebih dalam lagi. Tapi tampaknya Black tidak puas, ia langsung mendorong tubuh Cilla di ranjang membuka kedua kaki wanita itu lebar lebar dan menghujamkan pedangnya. " Akh…" Keduanya  mengerang. Black larut dalam nikmat dunia itu sampai ia tidak tahu kondisi diluar.


*


*


*


Silvya masuk ke ruang utama Tristy Bar. Semua yang melihat Silvya terkejut. Beberapa diantaranya mengacungkan senjata, dan beberapa yang lain menjatuhkan diri duduk bersimpuh.


Geoff memberikan pistol yang dipakai tadi kepada Silvya.

__ADS_1


Dor…..


Silvya menembak kepala seseorang di antara mereka. Bruk… tubuh pria itu jatuh dan sudah tidak bergerak. Semua pun menyimpan senjatanya mereka kembali. Para wanita berlari dan berkumpul menjadi satu. Para pelayan dan bartender berdiri di belakang meja. Tubuh mereka bergetar melihat tingkah spontan Silvya.


Ian mengambilkan sebuah kursi untuk Silvya dan Queen mafia itu duduk di sana. Silvya mengedarkan matanya, memindai setiap sudut bar.


" Mana orang itu!" 


Suara Silvya bagai sebuah es yang sangat runcing. Terasa dingin dan menusuk membuat yang mendengarnya bergidik. 


Hening… tidak ada satu orang pun yang bersuara.


Hah….. Hembusan nafas Silvya pun terdengar di telinga mereka saking heningnya. Silvya menggerakkan  tangannya. Memberi isyarat kepada Ian agar membawa seseorang ke hadapannya. Ian paham yang paham maksud Silvya mengangguk dan menyeret seseorang diantara banyak orang disana.


Bruk…. Ian melempar orang tersebut tepat di kaki Silvya.


" Siapa namamu?"


Pria itu diam saja, bukannya tidak mau menjawab namun ia terlalu takut,  badannya bergetar karena ketakutan. Kali ini Drake yang maju dan menarik rambut pria itu. Drake pun berteriak tepat di telinga.


" Queen bertanya… Siapa namamu hah!!"


" Saya big Queen… nama saya Big."


Drake melepaskan tarikan rambutnya dan menepuk pipi pria bernama Big itu.


" Bagus… gitu baru bagus."


" Dimana tuan mu?"


" Dia ada di sana Queen…. Sedang…"


Big mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah kamar.


" Ge… sepertinya ini akan menarik… suruh orang orang kita membawa anak buah bajingan itu ke markas kita. Kurung mereka dibawah tanah dulu." 


Geoff menangguk dan menghubungi anak buahnya. Sekelompok orang langsung datang pasalnya mereka sudah berjaga di luar bar. 


Orang yang di dalam tersebut langsung digelandang oleh anak buah Silvya. Kini mereka berempat menuju kamar yang telah ditunjuk Big tadi.


Di luar kamar terdengar suara desah*n pria dan wanita. Namun yang membuat mereka membelalakkan matanya dan mengepalkan tangan mereka yakni saat nama Silvya disebut oleh pria yang ada di dalam.


" Arghh…. Silvya… akh… kau sangat cantik."


Geoff, Ian, dan Drake sungguh murka. Mereka mendobrak pintu kamar president suit itu.

__ADS_1


Bruak…..


" Bajingan… berani beraninya kau menyebut nama Q di kegiatan menjijikkan ini. Dasar sampah."


Geoff langsung mencengkram pundak Black dan meninju wajahnya. Geoff bahkan tidak peduli dengan kondisi Black yang masih polos itu. Sedangkan Cella, wanita itu begitu terkejut.. Ia menggulung tubuh telnj*ngnya dengan selimut dan segera berlari dari kamar itu.


Ian ikut menyambangi Blak dan menampar mulut Black.


Plak….


" Mulut busukmu itu tidak pantas memanggil nama Q bedebah."


Silvya mendekati ke arah Black, ia menatap Black dengan tatapan jijiknya.


" Cuih… dasar badjingan… selama ini aku menganggapmu kakak ku. Dan kau malah berfantasi terhadapku. Kau sungguh memuakkan Jeff…"


" Hahahahha… Silvya...oh… maaf Q… Q…. Aku pikir kau sudah mati. Dasar jal*ng."


Bugh… Drake meninju wajah Black yang ternyata adalah Jeff. Geoff pun melemparkan pakaian Jef.


"Pakai pakaianmu aku sungguh jijik melihatmu." Ucap Silvya.


Namun Jeff acuh, dia membiarkan tubuh polosnya itu dilihat oleh empat orang yang ada di kamar itu bersamanya.


" Apa kau tidak ingin menikmati tubuhku ini Q.. Aku yakin kau akan puas dengan juniorku ini. Lihatlah dia sudah menegang bahkan hanya dengan melihatmu."


Bukannya takut Silvya malah mendekati Jeff. Tangannya sempat dicekal oleh Ian dan Geoff namun Silvya menepis, ia hanya memberi isyarat bahwa semua akan baik baim saja.


" Ooh… benarkah… waah aku jadi tidak sabar ingin mencoba seperti apa rasanya."


Mata Jeff berbinar, mungkin benar dia sudah terobsesi dengan Silvya. Bahkan seringai mengerikan dari bibir Silvya merupakan senyum manis baginya.


" Kemarilah sayang.. Dan nikmatilah dia. Dia sudah tidak sabar ingin memanjakanmu."


" Baiklah Jeff aku akan mengabulkan keinginanmu."


Silvya semakin mengikis jarak dari Jeff, tangannya mengusap dada Jeff lalu turun ke perut dna terakhir ke junior Jeff. Silvya memegang Junia Jeff dan krak.


" Argh….!!!"


Jeff berteriak kesakitan. Tubuhnya limbung dan akhirnya terjatuh. Ternyata Silvya mematahkan junior Jeff. 


Drake, Geoff, dan Ian mereka reflek memegang junior mereka masing masing ikut merasa linu melihat perbuatan Silvya terhadap junior milik Jeff.


Q benar-benar gila, sebagai seorang gadis ini sungguh perbuatan yang diluar nalar. Bahkan dia sama sekali tidak terkejut dengan benda itu. Kau benar benar luar biasa Q.

__ADS_1


TBC


__ADS_2