Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 70. Ketahuan


__ADS_3

Silvya memikirkan sebuah cara untuk dapat mengetahui apa saja yang dilakukan Rodriguez di dalam kamar pribadinya itu.


" Andai saja bisa memasukkan alat penyadap di kamar orang itu."


Plak…


Arduino reflek mengeplak pundak Silvya sehingga membuat sang kakak terkejut.


" Ar… astaga apa yang kau lakukan. Kau mengagetkanku."


" Sorry sister. Aku baru mengingat sesuatu."


Arduino menaik turunkan kedua alisnya membuat Silvya semakin tidak mengerti tingkah saudara kembarnya itu.


Arduino segera mengambil sebuah remot control dan menekan tombol hijau. 


Bip...bip….bip…


Muncul sebuah suara di sana meskipun belum terlalu jelas.


" Ar, apakah itu?"


" Sttt… betul seperti dugaanmu. Aku mengingat seminggu yang lalu aku menempatkan sebuah penyadap di kamar orang tua itu. Entah masih berfungsi atau tidak."


Silvya melebarkan senyumannya, ia berharap alat itu masih berfungsi.


Kini keduanya mendengarkan secara seksama apa saja yang akan mereka dengar dari kamar Rodriguez.


" Huft… Fat… Fat sampai sekarang aku masih merindukanmu. Apa aku harus mengambilmu dari pria lemah sialan itu? Haish… sekarang aku tengah membuat  anak anakmu saling bermusuhan. Hahahah… Aku akan melihat kesengsaraan Fat. Sekali lagi jangan menyalahkan ku. Semua ini gara gara lau memilih pria lemah itu dan membenciku."


Hening….


Tidak ada lagi suara setelah itu namun hal tersebut cukup membuat kedua saudara itu mengerti. Kedua saudara kembar itu mulai memahami apa yang terjadi. Ar segera mematikan alat penyadapnya. Namun sepertinya terlambat karena ternyata Rodriguez menemukan alat tersebut.


" Sial siapa yang menaruh alat seperti ini di kamarku. Apakah Ar… tapi bagaimana mungkin. Apakah dia sudah mengetahui jati dirinya. Brengsek…. Jika benar itu terjadi maka akan menjadi sulit bagiku."


Rodriguez terus menganalisa mengenai alat penyadap yang ia temukan di sana. dia mhlai berpikir bahwa Arduino sudah mengetahuinya dari lama.


" jika begitu maka aku akan bergerak lebih dulu. Dasar bocah . Kau tetap tidak bisa melampaui ku."


Rodriguez menyeringai. Ia segera memasukkan foto yang ia pegang ke dalam sakunya dan keluar dari kamar.


" Kita akan bertemu kembali, Fatimah sayang."


***


Sedangkan di kamar kedua saudara kembar itu sudah tidak bisa menahan amarahnya. Arduino memanggil Roki ke kamarnya.


" Rok… kemari sekarang."


" Ya tuan."


Roki yang tengah menikmati makanannya ketika berlari mendapat panggilan telepon dari sang tuan.


Ceklek….

__ADS_1


" Ya Tuan, ada apa?"


" Rok… aku akan memberimu dua pilihan."


"Apa itu tuan?"


" Kau akan mengikutiku atau mengikuti Rodriguez?"


Roki terdiam, dia merasa sedikit dilema. Selama ini dia sudah bersama Arduino, maka ia akan loyal kepada tuannya. Tapi Rodriguez lah yang mengambilnya dari jalanan.


" Baiklah, kau boleh memilih daddy ku itu aku tidak akan memaksamu. Kita tumbuh bersama jadi aku tidak akan memeprtimbangkanmu."


" Maaf Ar, sebenarnya ini ada apa?"


Roki sekarang tengah dalam mode teman. Ia menghilangkan embel embel kata tuan di depan nama Arduino.


" Kau tahu kan aku bukan putranya?"


Roki mengangguk, fakta tersebut sudah diketahui oleh semua anggota Black Wolf.


" Lalu apakah kau tahu dia sengaja menculik ku dan dengan sengaja membunuh saudaraku hanya untuk membalaskan dendamnya?"


Rokie menggeleng, ia sangat terkejut mendengar fakta itu.


" Tapi...bagaimana bisa dan bagaimana kau tahu Ar."


Silvya yang sedari tadi diam langsung maju lalu berdiri di sebelah Arduino. Ia melepaskan kontak lensanya dan menarik rambut palsu yang berada di kepalanya. Silvya juga menghapus freckles di wajahnya menggunakan tisu.


" Kau… Q… Queen dari Wild Eagle. Mengapa bisa."


Roki sungguh terkejut melihat pemimpin Wild Eagle ada di kamar Ar.


Roki mengamati wajah Arduino dan Silvya bergantian. Seketika itu ia membungkam mulutnya dengan sebelah tangan.


" Ka-kalian… ba-bagaimana bisa mirip? Astaga apa kalian ini saudara. Tidak tidak… kalian kembar. Ya Tuhan bagaimana bisa."


Roki sungguh merasa semuanya ini adalah mustahil. Bagaimana bisa pemimpin Black Wolf adalah saudara kembar dari pemimpin Wild Eagle. Tampaknya dunia sedang mempermainkannya. Jika kedua organisasi itu bersama maka sudah bisa untuk menguasai dunia bawah. Dan kekejaman 2 orang itu tidak bisa dilakukan lagi.


" Ya Tuhan, takdir macam apa ini. Woaah aku sungguh tidak bisa berpikir. Kalau kalian bersatu maka… haah.. Siapa yang akan berani melawan kalian. Tapi kau bilang saudaramu dibunuh Rodriguez."


" Ya… kau ingat 8 tahun lalu saat aku ulang tahun di taman bermain?"


Roki mengingat kejadian itu dengan sangat baik. Bahkan itu merupakan hal yang pertama baginya menyaksikan orang yang  tewas.


" Itu adalah saudara kami Rok. Kami kembar 3. Saat itu aku dan adikku Zion sedang merayakan ulang tahun. Namun ternyata hari itu adalah hari terakhir adikku." 


Roki sungguh terkejut bagaimana mungkin semuanya terlihat begitu teratur dan runut. Roki pun menarik kesimpulan bahwa Rodriguez memang sudah menargetkan keluarga itu dari lama.


" Baiklah Ar, Q, aku akan ikut kalian."


" Bagus, sekarang juga kau kan melumpuhkan Rodriguez. Mari kita pergi ke kamar pria itu."


Roki mengangguk, mereka bertiga menuju ke kamar Rodriguez.


Tok….tok ..tok

__ADS_1


" Dad, apakah kau di dalam?"


Hening tidak ada sahutan dari dalam kamar.


Tok...tok ….. Tok….


" Dad, Ar masuk ya."


Ceklek,,,, pintu kamar Rodriguez tidka dikunci.


Mereka bertiga langsung masuk ke dalam dan memindai seluruh isi kamar. Tetapi Rodriguez tidak ada di kamar. 


Silvya sedikit mengerutkan keningnya melihat benda hitam persegi berada di atas nakas. Ia pun menunjukkannya kepada Arduino.


" Ar… apa ini alat mu."


" Sial…. Sisi, dia sudah tahu kalau kita menyadapnya."


Arduino dan Silvya sedikit panik. Mereka langsung berlari keluar mencari Rodriguez.


" Rok… perintahkan semua orang untuk menemukan Rodriguez sekarang juga."


" Siap Ar."


Roki langsung berlari ke arah yang berlawanan untuk menghubungkan perintah Arduino kesemua anak buahnya.


" Ar, sebaiknya kita cek cctv agar kita tahu dimana Rodriguez."


" Kau benar Si."


Arduino berlari menuju ruang kontrol diikuti Silvya dari belakang.


Brak…


Arduino membuka ruang kontrol keamanan dengan keras. Beberapa orang yang di dalam tampak terkejut 


" Ada apa tuan?"


" Dimana Rodriguez berada. Cari di semua titik. Mundurkan ke beberapa waktu yang lalu."


Satu persatu Arduino melihat layar monitor untuk menemukan pria tua itu. Begitupun juga Silvya. Mereka menangkap gambar Rodriguez yang keluar dari kamar dan berjalan menuju parkir.


Namun ada yang aneh Rodriguez seperti sengaja memperlihatkan wajahnya ke cctv. Ia mengangkat foto Fatimah lalu membentuk tangannya menyerupai pistol lalu diarahkan ke kepalanya sendiri. Senyumnya sungguh menakutkan. Setelah itu pria itu berlalu menggunakan mobil.


" Mommy…!!!"


Keduanya bergerak bersama. Mereka merasa Rodriguez sedang mengancam keselamatan ibu mereka.


" Ar, dia sudah tahu kamu mengetahui jati dirimu. Dia sepertinya hendak mencelakai mommy."


Arduino tampak marah. Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Perketat penjagaan, jangan biarkan Si tua Rodriguez mendekati orang orang yang sudah kusebutkan."


" Ayo Si kita harus kembali ke kota J secepatnya."

__ADS_1


Silvya mengangguk, ia pun mengikuti Arduino yang berlari menuju mobil. Sungguh sekarang  keduanya diliputi kekhawatiran terhadap orang tua mereka. Rodriguez adalah pria yang kejam, mereka sungguh takut terjadi apa apa terhadap mommy dan daddy mereka.


TBC


__ADS_2