Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 54. Yang Dinanti


__ADS_3

Dika kembali ke rumah dengan langkah gontai. Sungguh hari ini dia sangat lelah. Dia merasa seperti dikerjai oleh Omnya direktur Rumah Sakit Mitra Harapan. 


" Huft… dasar om lucknut. Mentang-mentang kemarin aku ambil cuti, dia seenaknya sendiri mengerjai ku hari ini. Bahkan sampai ke pernikahanku pun berlangsung kilat. Awas saja aku akan membalasmu."


Dika berjalan menuju ke kamarnya di atas. Menaruh tas lalu melepas jaket nya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh.


" Huft…. Para pengantin baru yang lain mah langsung cus bulan madu atau liburan bersama gitu. Lha ini udah nikahan pake baju kerja, habis akad juga langsung kerja. Haish… apakah ada yang begini seperti aku? Boro boro foto keluarga. Bener bener realita tak seindah ekspektasi. Tapi alhamdulillah akhirnya sudah sah secara agama dan negara."


Dika kembali bermonolog sambil mengenakan pakaiannya.


Silvya yang baru memasuki halaman rumah tersenyum melihat mobil sang suami sudah ada di sana.


Ia pun masuk ke rumah, menaruh makanan di atas meja lalu masuk ke kamarnya untuk mandi.


Tak tak tak…


Suara langkah kaki menuruni tangga terdengar begitu nyaring hingga sampai ke dalam kamar Silvya. Silvya tersenyum, ia sudah menyiapkan sesuatu yang ia yakin akan membuat suaminya senang.


Silvya kembali melihat tampilan dirinya di depan cermin. Wajahnya sungguh merona, ia merasa malu dengan apa yang ia lakukan sekarang.


" Huft… apakah memang harus begini menyenangkan suami. Ya ampun… aku malu. Aku seperti wanita… haish… entahlah."


Silvya masih mematung di depan cermin. Tadi selepas pulang dari kantor ia mampir sebentar membeli makanan. Namun tiba tiba ia teringat akan suatu hal. Ia sempat membaca di laman pencarian ada banyak hal untuk menyenangkan suami salah satunya tampil seksi dan menggoda di depan sang suami. Bahkan itu adalah salah satu hal yang harus dilakukan untuk membuat hubungan suami istri semakin harmonis.


Akhirnya Silvya pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari hal yang menunjangnya dalam menggoda suami. Dan Silvya menemukannya. Ternyata emang ada toko khusus untuk itu. Sejenak Silvya terperanjat melihat baju baju seksi yang dipajang di toko tersebut. Ada rasa malu menghampiri dirinya, namun saat melihat banyak wanita berada di sana akhirnya Silvya pun memberanikan diri untuk membeli beberapa warna dan model.


Dika yang sudah berada di meja makan tampak heran. Ia mendengar suara mobil Silvya namun tidak menjumpai orang nya. Dika hanya menemukan beberapa makanan itu pun masih berada di dalam  kantong. Biasanya Silvya sudah menatanya di piring. 


Dika pun menuju ke rak piring untuk memindahkan semua makanan tersebut.


Ceklek…


Terdengar suara pintu dibuka. Dika tersenyum, mungkin Silvya baru selesai mandi. Itu lah yang ada dipikiran Dika.


" Sayang, baru selesai mandi?" Tanya Dika dengan masih sibuk memindahkan makanan makanan itu. Dika belum menoleh ke arah istrinya.


" Iya, mas udah pulang dari tadi?'


" Enggak, aku juga baru pulang. Yuk makan du…..lu….."


Dika sangat terkejut saat menoleh ke arah sang istri. Ia berkali kali mengedipkan matanya. Dika bahkan menelan salivanya dengan susah payah. Silvya sangat cantik dengan lingerie renda transparan berwarna merah maroon itu. Seluruh lekuk tubuhnya terekspos sempurna. Bahkan dua squishy itu tampak menantang membuat Dika ingin segera melahapnya.


"Sa-sayang…."


Silvya berjalan pelan menghampiri sang suami. Bagi Dika apapun yang dilakukan Silvya saat ini tampak begitu menggoda. Cara berjalan Silvya begitu seksi di mata Dika. Kaki jenjang yang mulus itu membuat Dika semakin terpesona kepada sang istri.

__ADS_1


" Mas… Apakah mau makan sekarang."


" Sayang…. Aku sudah tidak ingin makan makanan itu. Aku ingin langsung makan kamu aja."


Grep… Dika langsung meraih pinggang ramping istrinya itu. Lalu membelai lembut punggung Silvya.


" Sayang… kamu sangat cantik malam ini. Dari mana kamu punya ide memakai baju seperti ini hmmm."


Silvya hanya tersenyum mendengar pertanyaan sang suami. Ia semakin mendekatkan tubuhnya kepada Dika. Hingga membuat kedua aset kenyalnya menempel sempurna di dada Dika. Nafas Dika semakin memburu, ia pun langsung ******* bibir sang istri.


Ciuman itu semakin dalam. Merasa sudah semakin panas, Dika langsung menggendong Silvya ala bridal style menuju ke lantai atas. 


" Mas… kenapa ke atas?"


" Aku ingin melakukannya di kamar ku… yang akan jadi kamar kita nanti.


Silvya tersenyum mendengar perkataan Dika. Silvya membuka pintu kamar Dika mereka pun masuk dan Dika kembali mencium bibir lembut sang istri lalu merebahkan ke atas tempat tidur. Ciumannya semakin turun ke leher dan berlanjut ke benda kenyal sang istri. Dika memainkan lidahnya di sana Silvya memekik. 


Dika menghentikan aksinya sejenak. Ia kembali menatap lekat manik mata Silvya.


" Sayang, apakah kamu sudah siap untuk malam ini?"


Silvya mengangguk dengan senyum.


Dika pun melafalkan doa dan kembali memulai malam pertama yang sudah dinanti lumayan lama.


" Bagaimana, tubuhku tidak kalah bagus dengan para model kan?"


Dika mengerling nakal kepada sang istri dengan terus menciumi setiap inci tubuh Silvya. Hingga Silvya mendes*h saat lidah Dika sampai di bagian intinya di bawah sana. Akh…., suara pekikan Silvya membuat Dika semakin bersemangat. Suara itu menurut Dika sangat seksi.


" Apa kau siap sayang,... Aku akan mulai."


Silvya hanya bisa mengangguk. Dika kemudian melakukan acara inti malam ini. Menyalurkan cintanya, menyemburkan benihnya ke rahim sang istri. Berharap benih itu akan berkembang menjadi embrio dan lahir kedunia ini sebagai hasil dari cinta keduanya.


Mereka berbagi peluh. Suara suara desah*an memenuhi kamar itu. Malam menjadi saksi bersatunya dua insan yang saling mencinta. Dua insan yang memiliki perbedaan namun bisa menyatukannya atas nama cinta.


" Akh…." Keduanya sampai pada puncak kenikmat*n dunia yang halal. Tidak lagi ada ragu dalam hati keduanya saat melakukan ibadah sebagai suami istri. Dika membelai wajah sang istri. Ia mengusap peluh dan menyelimuti tubuh Silvya.


" Terimakasih sayang, aku mencintaimu Silvya Bellona Linford."


" Aku juga mencintaimu suamiku, dokter Radika Tara Dwilaga."


Dika masih menatap wajah sang istri. Sungguh ia tidak ada bosannya melihat wajah Silvya.


" Mas… apa kau tidak lapar?"

__ADS_1


" Lumayan, apa kau mau makan?"


Silvya mengangguk, ia hendak berdiri namun ia merasa sedikit sakit di area intinya.


" Auch….."


" Sayang, apakah sakit?"


" Lumayan mas. Shhhh…."


" Apa aku terlalu kasar? Maaf ya."


" Tidak… mungkin baru pertama."


" Ya… ya… kamu betul.. Mungkin karena baru pertama. Baiklah kita harus sering melakukannya supaya tidak sakit. Apakah mau mengulangnya lagi?"


" Maaasss….."


" Hahaha baiklah… baiklah… ya udah kamu di sini saja aku akan membawakan makan malam kita ke kamar."


Dika beranjak dari tempat tidur. Ia mencium kening Silvya sekilas lalu memakai pakaiannya dan turun untuk mengambil makanan.


Silvya menatap punggung sang suami yang perlahan menghilang ke balik pintu. Ia kembali melihat tubuhnya yang polos. Ada banyak jejak percintaan di tubuhnya. Silvya hanya tersenyum melihat itu semua.


Ada rasa syukur yang terucap di dalam hatinya mendapatkan suami seperti Dika. Meski awal pernikahan mereka adalah dengan cara yang salah yakni melalui grebek an oleh warga namun mereka berhasil memupuk cinta mereka di waktu yang termasuk singkat.


***


Silvya mengambil ponselnya dan menghubungi Geoff.


" Hallo Q… what happened?"


" Ge… aku minta kau dan Drake untuk pergi ke gudang. Biasa melakukan investaris bulanan. Catat barang yang habis."


" Baiklah Q. Besok aku akan pergi bersama Drake untuk melakukan pengecekkan. Apakah kita akan langsung membuat pesanan?"


" Ya langsung pesan saat stok habis."


" Baiklah Q."


Setelah menghubungi Drake kemudian Silvya menghubungi Ian. Ia meminta Ian untuk menghandle rapat di kantor karena ia ingin berada di rumah besok.


Sebenarnya itu hanya alasan Silvya. Besok ia akan ke markas  untuk mencari tahu dan menyelidiki sesuatu yang mungkin tersembunyi di Wild Eagle.


" Baiklah, sudah waktunya mencari tahu. Sorry brothers, aku harus melakukannya untuk mencari siapa dibalik pembunuh adikku."

__ADS_1


TBC


__ADS_2