
Jason masih terkagum dengan ketiga orang yang ada di depannya itu. Pikirannya melayang layang.
" Sebentar, apa kalian saling mengenal?"
Arduino membuyarkan lamunan Jason. Dokter pribadi Arduino itupun mengangguk dengan cepat.
" Betul Ar, dia dulu adalah senior di kampus kedokteran."
" Senior? Sepertinya usiamu dengan kakak ipar lebih tua kamu."
Mendengar kata tua membiat Jason menekuk kan wajahnya. Dika terkekeh melihat ekspresi sang teman.
" Ar, dia tidak tua. Cuma jumlah angka umurnya lebih banyak dariku."
" Hahahaha baiklah kau benar kak."
" Dika adalah senior 1 tahun diatasku. Dulu dia sangat terkenal karena bisa kuliah lebih cepat dan lulus dalam waktu singkat. Dia juga mengambil beberapa spesialis dalam waktu bersamaan. Dulu juga dia adalah idola gadis gadis di kampus."
" Oh ya?" Kali ini dia Silvya yang antusias dengan cerita Jason.
" Iya Q, Dika adalah idola para gadis. Tapi sungguh dia sangat dingin, datar, dan cuek. Bahkan dia dijuluki kulkas 12 pintu."
Silvya terkekeh geli, pasalnya julukan itu sampai saat ini masih terdengar di rumah sakit.
" Baiklah Jas, tampaknya sudah cukup kau mendongeng. Sekarang tolong berikan semua ini ke orang orang yang ada di sini."
Jason mengangguk, ia mengambil serum dan jarum suntik itu lalu pergi untuk melakukan apa yang diminta oleh Dika.
Persiapan yang dilakukan tim Arduino dna Silvya tampaknya sudah sangat sempurna. Mereka sudah siap untuk menghadapi musuh yang sewaktu waktu datang.
" Oh iya Sisi, kau yakin mereka tidak mengejarmu."
" Tentu saja Ar, orang orang ku dari Wild Eagle telah berjaga agar mereka tidak menyusul. Namun itu akan menguatkan mereka bahwa kita memang ada di daerah sekitar sini."
" Biarlah Si, aku malah berharap mereka segera sampai. Agar semuanya cepat selesai dan tinggal mengirim Rodriguez ke panti jompo."
" Baiklah Ar, aku akan membawa mas Dika ke kamar untuk istirahat."
" Aku tidak yakin kalian benar benar istirahat."
Dika yang melihat adik iparnya tengah mencibir hanya tertawa geli.
" Kau memang pintar Ar."
Silvya langsung menarik Dika ke kamar. Kembali mereka menyelesaikan hal yang menurut mereka kurang saat di mobil tadi.
__ADS_1
🍀🍀🍀
Orang orang yang menyerang Silvya pulang dengan beberapa luka yang ada di tubuh mereka.
Paulo terlihat begitu marah. Ia menggebrak meja di depannya dengan sangat keras.
" Sial… sungguh brengsek wanita itu. Baikllah Greg hubungi semua orang kita sekarang juga. Minta mereka untuk menyiapkan persenjataan. Jangan lewatkan senjata rahasia kita."
" Baik Paulo."
Greg segera menghubungi semua rekan mereka di penjuru negeri untuk segera berkumpul di markas sementara itu. Lim juga melakukan hal yang sama, dia mengkoordinasi semua rekannya untuk mempersiapkan persenjataan.
" Heh, lihat saja kalian bocah bocah tengik. Kalian pasti akan musnah. Masih butuh setengah abad lagi untuk bisa menghadapi kami."
Paulo menyeringai, ia sungguh yakin dengan apa yang akan dilakukannya. Ia memiliki kepercayaan tinggi bahwa pasukannya akan menang melawan Arduino dan Silvya.
" Pauo, apakah kita perlu meminta bantuan ke Tiger Fangs. Bukannya dia sangat membenci Queen Wild Eagle?"
" Kau benar, sebentar aku akan menghubungi Albern."
Paulo mengambil ponsel miliknya dan mencari nama Albern. Ia segera menghubungi teman dari pimpinannya itu.
" Hallo pak Tua…"
" Hallo, siapa ini."
" Sebentar.. Kau, apakah kau Paulo tangan kanan Rodriguez."
" Hahaha kau benar Al. Ini aku Paulo."
Diseberang sana Albern menelan salivanya dengan susah payah ia bergumam pelan mau apa Paulo menghubunginya.
" Halo Al, kau masih di sana?"
" Eh… ya… aku masih di sini Paulo. Ngomong-ngomong Ada perlu apa kau menelponku."
" Itu Al. Aku meminta bantuanmu untuk membantuku menyerang Arduino. Dia menahan Rodriguez, aku harus mengambilnya."
Sejenak Albert terdiam ia tidak tahu jika Rodriguez ditahan oleh Arduino. Semenjak Clark ia suruh untuk mengawal Fatimah dan Harold dia belum mendapat kabar lagi.
" Hallo Al...bagaimana."
" Sebelumnya aku turut berduka dengan kabar Rodriguez. Tapi aku sekarang sudah tidak punya pasukan Paulo. Aku sudah membubarkan Tiger Fangs."
" Apa??? Mengapa dibubarkan."
__ADS_1
" Selama hampir 10 tahun ini Tiger Fangs sudah kehilangan taring dan cakarnya Paulo. Dan aku sekaranh akan fokus kepada putraku. Aku akan hidup seperti orang normal. Menghabiskan masa tuaku bersama putraku."
" Dasar banci kau Al!"
Paulo berteriak marah. Ia sungguh kesal dengan Albern.
" Terserah kamu mau bicara apa Paulo. Yang jelas beberapa hari ini aku merasa nyaman dengan kehidupan normalku."
" Huh…."
Tut… tut…….
Saking kesalnya Paulo menutup panggilan teleponnya dengan Albern tanpa mengucapkan apapun. Iya kemudian melempar ponselnya hingga hancur berkeping-keping. Lim yang melihat kelakuan Paulo sungguh terkejut.
" Ada apa Paulo. Mengapa kamu begitu marah?"
" Dasar Albern banci. Ternyata dia sudah membubarkan Tiger Fangs."
" Apa??? Bagaimana bisa!!"
" Katanya dia memilih hidup seperti orang biasa bersama putranya. Tck…. Dasar memang dia banci."
Lim terdiam mendengar perkataan Paulo. Ia berpikir berarti tidak ada lagi yang akan membantu mereka selain orang-orang mereka sendiri untuk menghadapi Arduino.
Hah….. Lim pun menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia tidak ingin berbicara apapun sekarang. Entah yang ia rasakan atau feeling nya mengatakan bahwa pasukannya tidak akan menang melawan Arduino dan Silvia.
Sedangkan di seberang sana Albern terduduk diam setelah menerima telepon dari Paulo. Ya, saat ini pria tua itu Tengah bersama putranya Darrius. Setelah membubarkan Tiger Fang ia menemui putranya dan hidup bersama Sang putra.
Darrius yang melihat sang ayah diam seribu bahasa setelah mendapat telepon sedikit heran. Pasalnya sebelum menerima telepon mereka tengah bercengkrama akrab.
" Dad, what happened? Siapa ya telepon?"
" Huft… Paulo. Dia meminta bantuan kita untuk mengambil Rodriguez dari cengkraman Arduino."
Darrius mengernyitkan keningnya, ia sama sekali tidak mengerti apa yang diucapkan sang ayah. Darrius sendiri memang tak peduli dengan dunia bawah jadi dia tak tahu menahu kabar mengenai orang orang disana.
" Ceritanya panjang. Tapi yang jelas. Arduino ketua Black Wolf itu adalah saudara kembar Silvya. Dan mereka berdua sekarang katanya tengah menahan Rodriguez. Dan paulo meminta Tiger Fangs untuk menyerbu mereka."
" Apa… Arduino saudara kembar Silvya? Bagaimana bisa."
" Dari cerita yang daddy dengar, Rodriguez menculik Arduino setelah sesaat Arduino dilahirkan."
" Oh astaga daddy. Apa yang akan terjadi jika kedua orang kejam itu bersatu. Ya Tuhan aku tidak bisa membayangkan itu. Arduino terkenal kejam di Black Wolf sedangkan Silvya, kita tahu dia seperti apa."
Albern terdiam, ia sangat tahu bagaimana Silvya. Bahkan kepalanya hampir dilobangi oleh gadis itu. Ada rasa bersyukur di dalam dirinya telah meninggalkan dunia mafia meskipun belumlah lama.
__ADS_1
Sedangkan Darrius ia masih sedikit merinding membayangkan apa yang akan terjadi jika dua kekuatan besar itu bergabung. Akan banyak hal buruk yang terjadi pastinya karena para organisasi bawah tidak akan membiarkan sebuah klan menguasai dan menjadi lebih unggul. Hal tersebut alan dianggap sebuah ancaman.
TBC