Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 66. Masuk Sarang Serigala


__ADS_3

Silvya bangun dengan tubuh yang lebih segar. Setelah mandi Ia kemudian membereskan isi ranselnya. Tidak lupa dia akan melakukan penyamaran saat memasuki markas Black Wolf.


" Nampaknya gadis cupu akan beraksi lagi."


Sebelumnya Silvya sudah mendapat informasi dari Mr. Sun bahwa Arduino tengah mencari pelayan pribadi. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi Silvya untuk masuk ke dalam kastil tersebut. 


" Baiklah ayo tuntaskan yang sudah terlihat.


Silvya sudah berada di halaman hotel dan siap untuk menaiki mobilnya. Namun dia menghentikan langkahnya ketika menyadari seseorang sedang mengawasinya.


" Keluarlah… jangan seperti tikus yang mengendap endap hendak mencuri makanan."


Orang tersebut yang tidak lain adalah Nico akhirnya keluar dari persembunyiannya. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Hehehe Queen…."


" Haish… kau ini. Siapa yang memintamu untuk mengawasiku."


" Geoff Queen. Dia sangat khawatir padamu."


" Tck… dasar perjaka tua itu. Sudah kuduga. Baiklah.. Ayo kau ikut aku."


Silvya melempar kunci mobilnya dan masuk di kursi penumpang. Nico tersenyum lebar dan segera memasuki mobil.


" Kemana sekarang Queen."


" Kastil Arduino."


" Oh oke… haaah apaa… kastil Arduino… markas Black Wolf."


" He em."


Mendapat tatapan tajam Silvya, bulu kuduk Nico pun merinding disko. Dia segera menatap lurus kedepan dan melajukan mobil Rubicon biru dengan perlahan."


" Heh… Nico… memangnya di mobil ini ada nenek nenek atau bayi. Mengapa kau mengendarai mobilku seperti kura kura. Jika kau tidak bisa lebih cepat maka akan ku lempar kau ke jalan sekarang juga."


" Ba-baik Queen."


Dengan sangat terpaksa Nico pun mengendarai mobil tersebut dengan cepat. Dia tidak mau mengambil resiko dilemparkan ke jalan oleh Silvya.


Buset, Queen bener bener kejem. Huftt… apa kabar yang tiap hari berhadapan dengannya. Tampilannya aja cantik,seksi, manis lha aslinya kayak macan betina kalau lagi mode marah, batin Nico disela sela kegiatan mengemudinya.


" Jangan mengataiku dalam hatimu. Nanti kau bisa punya penyakit liver. Biaya pengobatannya mahal."


Glek…


Nico menelan salivanya dengan susah payah. Ia merasa Queen Mafia Wild Eagle ini adalah seorang cenayang. Nico pun akhirnya diam dan tidak berani bicara meskipun dalam hati sekalipun. Ia memilih cara aman agar bisa hidup lebih lama.


Setelah berkendara sekitar satu jam akhirnya Silvya dan Nico sampai di sebuah pantai di pulau P dimana kastil Arduino berada.


" Kau keluarlah dulu. Aku harus mengganti pakaianku."

__ADS_1


Nico mengangguk lalu turun dari mobil. Ia tidak tahu apa yang direncanakan sang Queen.


Beberapa saat kemudian Silvya keluar dari mobil. Nico sungguh terkejut melihat penampilan Silvya yang begitu berubah dan tidak dikenali.


Silvya mengenakan rok panjang selutut dengan kemeja dimasukkan ke dalam rok. Ia juga memakai rambut palsu berwarna hitam panjang sebahu. Silvya juga mengenakan lensa kontak berwarna hitam untuk menutupi warna coklat matanya. Ia menambahkan freckles di wajahnya.


" Ya Tuhan Q… apakah ini kau. Kau sungguh berbeda. Terus apa yang akan kau lakukan dengan penampilanmu seperti itu?"


" Aku akan masuk ke kastil Arduino sebagai pelayan pribadinya. Aku sudah membayar sebuah agen penyalur pekerja sehingga aku langsung bisa masuk untuk menyusup ke sana."


Nico sungguh terkejut dengan rencana Silvia. Ia aku segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Geoff namun ditahan oleh Silvia.


" Jangan katakan apapun kepada Geoff. Aku tidak ingin dia khawatir."


" T-tapi Q…. Ini berbahaya."


" Tidak usah kau pikirkan aku. Sekarang bawa semua barang barangku kembali aku akan membawa tas kecil ini saja."


Nico semakin terkejut. Silvya meninggalkan semua senjata dan alat komunikasinya. Ia hanya membawa sebuah tas berisikan pakaian. Tapi Nico tidak bisa berbuat apa apa, ia pasrah. Dia sendiri tidak punya kekuatan untuk menghalangi Silvya melancarkan rencananya.


Silvya pergi menjauh. Ia mencari seorang tukang ojek untuk mengantarkannya menuju kastil Arduino. Sedangkan Nico ia hanya terpaku melihat sang Queen yang telah pergi menjauh.


" Geoff… aku harus mengabari Geoff segera."


Nico mengambil ponselnya dan menelpon Geoff.


" Kenapa Nic?"


" Itu Ge.. Anu… itu Q sekarang menuju kastil Arduino. Tapi di meninggalkan semua senjatanya dan ponselnya."


" Mana bisa aku menahan Queen Ge, kau saja tidak bis apalagi aku. Huft."


" Baiklah.. Biar aku minta Drake memastikannya."


Geoff terlihat panik. Drake yang sudah mendengar pembicaraan Geoff segera melihat alat pelacak yang ditaruh di ponsel milik Silvya. Dan ternyata benar. Sinyal pelacak itu hanya berhenti di satu titik dan tidak lagi bergerak. Tamoaknya apa yang dilaporkan Nico adalah hal yang benar dan bukan omong kosong belaka.


" Benar Ge… pelacaknya berhenti dan tidak berjalan lagi."


" Sial… Silvya sungguh nekat. Huft…."


" Terus kita harus apa?"


" Kita hanya harus percaya dengan gadis itu. Kita tidak bisa bergerak sembarangan. Menyinggung Black Wolf sama halnya kita menantang perang."


Keduanya terdiam. Mereka paham betul siapa Rodriguez. Meskipun terlihat tenang tapi orang itu selalu mencari celah untuk menjatuhkan orang lain.


" Sebenarnya Q kemana sih. Lagi lagi dia absen di perusahaan."


Ian yang baru masuk ke markas dengan kesal hanya mendapat pandangan datar dari kedua saudaranya.


" Wooh ada apa sebenarnya."

__ADS_1


" Q sedang berada di kastil Arduino."


" Oh… Hah… Apa!!! Jangan bercanda Drake."


" Ini serius. Nico, orang kita yang berada di kota P baru saja menghubungi Geoff."


" Ya Tuhan Q… gadis itu benar benar. Suaminya tahu tidak dia pergi?"


" Kalau pergi jelas tahu, dia minta izin. Tapi dokter itu tidak tahu kalau istrinya masuk ke sarang serigala."


Ian melemparkan tubuhnya ke kursi dan memijat keningnya yang tiba tiba pusing. Bukan hanya karena dia harus mengurus perusahaan sendiri, akan tetapi ia memikirkan bagaimana keadaan Silvya di sana.


" Sudah… Saat ini kita tunggu saja kabar dari Q dan ada pergerakan apa dari Black wolf."


Ian dan Drake mengangguk setuju dengan ucapan Geoff. Mereka bukannya takut berhadapan dengan Rodriguez. Mereka hanya berhati hati agar tidak ada nyawa yang tidak berdosa yang jadi sasaran kekejaman Rodriguez.


🍀🍀🍀


Silvya bisa memasuki kastil tersebut dengan lancar bebas hambatan. Ia pun dipanggil oleh Roki untuk ikut bersamanya menuju kamar Arduino.


" Perkenalkan aku Roki. Namamu Nilam Cahyani, pengalaman 5 tahun menjadi pelayan pribadi. Usia 25 tahun. Lulusan sekolah menengah atas. Sempat berkuliah tapi berhenti karena tidak ada biaya. Benar begitu?"


" Iya tuan benar."


" Baik kau ikut aku."


Soal akting, Silvya tidak perlu diragukan lagi. Ia benar benar menjelma jadi gadis cupu yang bekerja sebagai pelayan. Namun Silvya tetaplah Queen yang mulai mengamati setiap sudut kastil agar lebih memahami apa saja yang ada di dalam kastil tersebut.


Tok...tok..tok…


Roki membawa Silvya menuju sebuah kamar yang sepertinya paling besar dan luas di kastil itu. Meskipun belum dibuka namun Silvya dapat melihatnya melalui pintunya yang besar dan tinggi.


" Masuk…."


Suara bariton yang Silvya merasa tidak asing dengannya. Suara itu sangat mirip dengan suara Zion.


Ceklek…


" Tuan.. Aku membawa pelayan pribadimu."


" Hmmm tinggalkan dia di sini."


Pria yang tengah berdiri di depan jendela dan menatap laut lepas yang tidak lain adalah Arduino itu masih belum membalikkan badannya. Silvya hanya diam tidak bersuara. Ia berusaha mengamati Arduino dari belakang.


" Selamat datang pelayanku Nilam, atau aku harus memanggilmu dengan kak Silvya."


Arduino membalikkan badannya. Ia menatap Silvya lekat dan mendekat ke arah Silvya. Silvya yang baru saja melihat wajah Arduino dengan jelas langsung terkejut. Ia membelalakkan matanya dengan sangat lebar. Jantungnya bergemuruh. Ia pun memundurkan tubuhnya hingga hampir terjatuh. Beruntung ia bisa menyeimbangkan tubuhnya. Bibirnya sangat kelu, namun dia masih bisa berucap lirih.


" Zion…."


TBC

__ADS_1


Hokya,,, gimana readers sudah ketebak ya hehehe...


Happy reading untuk readers semuanya. Jangan lupa sawerannya hehehe. Terimakasih. Matursuwun


__ADS_2