Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 65. Aku Bisa Lebih Licik


__ADS_3

Silvya memutar otaknya sepanjang perjalanannya menuju kota P. Nampaknya ia akan menepi dulu ke hotel untuk mengistirahatkan tubuhnya. Ia merasa begitu lelah. Sebenarnya bukan tubuhnya yang lelah tetapi hati dan pikirannya yang perlu sejenak diidtirahatkan.


Ckiiit


Wanita cantik itu memarkirkan mobilnya di halaman hotel. Ia kemudian masuk dan memesan kamar.


Silvya membalikkan badannya ke belakang. Ia merasa diikuti lagi. Namun ia terlalu capek untuk menghiraukan semua itu. 


Klik...ceklek….


Silvya membuka kamar yang ia pesan tadi lalu menaruh ranselnya dan merebahkan tubuhnya. Sesaat ia mengingat beberapa vitamin yang dimasukan suaminya ke dalam ransel. Silvya pun bangkit lagi dan mengambil vitamin vitamin itu.


" Waah mas Dika emang the best. Makasih mas."


Meminum vitamin pemberian Dika membuatnya merasa lebih baik. Ia merindukan suaminya itu.


" Baru sehari tidak bersamamu aku sudah begitu merindukanmu mas. Huft… rindu itu emang berat kayak kata siapa itu ya. Haish kenapa jadi kayak ABG sih." Silvya bergumam pelan.


Silvya mencoba memejamkan matanya untuk tidur. Namun sepertinya itu sungguh sulit. Potongan kejadian kejadian dj dalam cctv yang ia lihat membuatnya semakin sulit tidur.


Kring….


Suara panggilan ponsel miliknya, berbunyi nyaring. Senyum Silvya mengembang melihat siapa yang menelpon.


" Halo sayang. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam mas."


" Lagi dimana? Mengapa tidak memberiku kabar."


" Aku menginap di hotel mas. Lumayan capek jadi aku memutuskan untuk istirahat dulu. Aku terlalu rindu padamu. Jadi aku takut kalau menelponku maka aku tidak bisa menahan rinduku."


" Good Girl. Ya Allaah Sisi. Dari mana kau belajar kata-kata manis seperti itu."


" Eh… Apakah semanis itu mas."


" Ya Allah Sisi… kau membuatku sangat gemas. Huft… Aku ingin sekali memakanmu."


Silvya tergelak mendengar ucapan absurd sang suami. 


" Jangan tertawa Si. Kamu tidak tahu bagaimana saat ini aku menahan ledakan hormon testosteron milikku ini"

__ADS_1


" Maaf mas maaf….oh iya bagaimana keadaan mommy?"


" Alhamdulillah baik. Mommy mulai menjalani perawatan."


" Syukurlah kalau begitu."


" Sayang, sebaiknya kamu istirahat. Aku harus ke ruang IGD ada panggilan darurat. Assalamualaikum."


" Baik mas. Waalaikumsalam."


Silvya meletakkan ponselnya. Iya Mencoba memejamkan matanya kembali dan tak berselang lama, ia pun tertidur. Rupanya suara Dika ampuh membuatnya bisa terlelap.


Sedangkan orang yang mengikuti Silvya pun memberikan laporan kepada sang pemberi perintah.


" Hallo Ge...Q aman… sekarang dia sudah masuk ke kamar hotel."


" Kamu tidak ketahuan kan?"


" Ehmmm tadi pas di tempat makan terpaksa aku menampakkan diri. Tapi setelah itu aku hanya mengikuti dia saja."


" Huft… dasar kau Nic… Selalu begitu."


" Kau harus hati hati. Q instingnya sangat tajam. Jika dia tidak menyadari keberadaanmu, aku rasa dia benar benar lelah. Ingat jaga dia jangan sampai lengah. Aku merasa saat ini kewaspadaan Q menurun."


" Siap Ge."


Nico segera menutup panggilannya dan kembali memastikan tidak ada yang membahayakan Silvya. Tugas kali ini gampang gampang sulit. Gampang karena Silvya sendiri hebat dalam melindungi diri. Namun Sulit karena dia harus kucing kucingan dengan sang Queen mafia untuk melakukan perlindungan.


Dia tidak boleh terlihat oleh sang Queen, padahal sang Queen begitu peka terhadap kehadiran orang lain. Kecuali suaminya pastinya. Saat ini Nico hanya beruntung karena Silvya mengacuhkannya. Yang perlu dikhawatirkan Nico yakni besok pagi saat Silvya sudah kembali segar.


🍀🍀🍀


Arduino menatap sebuah foto ukuran 2R yang sedikit usang. Dalam foto itu tampak seorang remaja putra dan remaja putri tersenyum memperlihatkan gigi giginya. Mereka berpose di sebuah wahana bermain dengan mengangkat sebelah tangannya membentuk simbol peace. 


Arduino tersenyum kecut. Ia mengusap foto itu berkali kali. Matanya nampak berkaca.


" Apa yang kau lakukan Ar." 


Suara bariton seorang pria paruh baya berusia sekitar 60 tahun membuyarkan lamunan Arduino. Ar pun segera menyimpan kembali foto tersebut di balik bantal miliknya.


" Oh Dad, tidak melakukan apapun. Hanya menikmati angin malam sambil memeriksa beberapa pekerjaan. Beberapa minggu terakhir ini permintaan minyak sawit meningkat. Aaa…. Dan juga permintaan VCO ( virgin coconut oil) juga meningkat'. 

__ADS_1


Arduino menggerakkan ponselnya. Ia ingin menegaskan bahwa ia tengah sibuk bekerja. Selain berkecimpung di dunia Mafia. Arduino juga memiliki sebuah perusahaan pengolahan minyak sawit.


" Baguslah kalau begitu Ar."


" Iya dad, nampaknya beberapa orang sudah mulai melakukan gaya hidup sehat dengan berbalik haluan dengan menggunakan VCO ketimbang minyak sawit."


Rodriguez tersenyum melihat putranya yang tengah sibuk berkegiatan. Ia khawatir jika putranya itu masih kepikiran dengan penembakan yang tidak pernah dilakukannya.


Pria itu benar benar kejam. Ia dengan sengaja menjebak putranya sendiri. Meskipun Arduino bukan putra kandungnya namun dialah yang mengambil dan membesarkan Arduino  dari bayi.


Arduino yang saat itu masih muda percaya saja saat sang ayah mengatakan dia telah menembak seseorang. Bahkan orang tersebut tewas ditempat. Arduino yang merasa bersalah ingin menghampiri orang yang ditembak namun dihalangi oleh Rodriguez.


Bahkan secara terang terangan ia mengatakan bahwa itu adalah takdir mereka. Arduino hanya mengangguk patuh dan ikut kembali bersama sang ayah. Setelah itu setiap ia mengingat kejadian tersebut Rodriguez selalu mengatakan bahwa keluarga orang yang tertembak itu adalah keluarga yang buruk. Keluarga yang jahat yang sengaja menjual anaknya untuk kepentingan anaknya yang lain.


Arduino semakin bimbang, ada rasa tidak percaya terhadap ucapan sang ayah. Namun dengan kelicikannya ia berpura pura percaya semua yang  diucapkan Rodriguez. Semua itu ia lakukan sampai  ia mempunyai kekuatannya sendiri untuk mengungkap kebenaran. Dan benar saja saat Silvya di daulat menjadi pemimpin Wild Eagle, Rodriguez juga buru buru menyerahkan tampuk kekuasaan Black Wolf kepada Arduino.


Ia tidak ingin Silvya menguasai dunia Mafia dengan kecerdasan yang dimiliki sehingga dia memunculkan Arduino sebagai pesaing Silvya. Namun siapa sangka kedua anak itu malah sama sekali tidak bersinggungan. Bahkan mereka tidak pernah terlibat dalam sebuah pertemuan sama sekali.


" Oh iya Son, apa kau tidak tahu kabar mengenai Wld Eagle?"


" Sejauh ini tidak ada Dad. Terakhir Q menangani orang di negara Frost yang bernama Mocito, itu saja. Setelah itu tidak ada hal lain."


" Oh begitu. Baiklah. Oh iya apa dia pernah menyinggung Black Wolf barang sedikit saja."


" No Dad. tidak pernah"


" Baiklah kalau begitu son. Lanjutkan pekerjaanmu aku akan kembali ke kamar."


" Baiklah Dad, have a nice dream."


" Thank You son."


Rodriguez berjalan keluar kamar. Sesampainya di luar ia mengepalkan tangannya dengan erat.


" Sialan, mengapa mereka tidak berselisih sama sekali. Semakin lama saja aku melihat mereka hancur. Brengsek… aku tidak membesarkan Ar hanya untuk bersenang senang. Aku membesarkannya untuk menghancurkan keluarga orang itu." rodriguez bermonolog sepanjang jalannya kembali ke kamarnya.


Arduino membuang nafasnya kasar. Ia kembali mengambil foto yang disembunyikan di bawah bantalnya lalu ia simpan di balik cover ponselnya.


" Huft… Hampir saja. Haish… si tua ini.. Ingin sekali melihat aku dan Silvya saling bertarung. Ada apa denganmu sebenarnya Rodriguez? Apa tujuanmu. Karena kau licik maka aku akan lebih licik darimu. Bukankah kau yang mengajariku daddy ku sayang."


TBC

__ADS_1


__ADS_2