Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 75. Kau Kalah Telak


__ADS_3

" Se…. ka….rang…..?"


Fatimah memberi arahan kepada Ian untuk menembak sekarang melalui gerakan bibir tanpa mengeluarkan suara.


Dor….dor…..dor….


Suara tembakan dilesatkan oleh Ian tepat mengenai kaki Rodriguez. Fatimah kemudian berlari menuju ke belakang tubuh putra putrinya.


Arduino dan Silvya mengambil sebuah pistol di balik punggung mereka dan menembak Rodriguez bersamaan.


Dor…..


Dor….


Rodriguez jatuh tersungkur. Beberapa bagian tubuhnya mengeluarkan darah. Arduino dan Silvya sengaja tidak menembak organ vital Rodriguez. Mereka memilih kedua lengan dan juga kaki yang menjadi sasaran tembak. Kedua saudara kembar itu sepakat untuk tidak menghabisi Rodriguez.


Mereka akan membiarkan pria itu hidup namun dengan keadaan yang sudah tidak normal lagi.


Kekejaman Queen dan King Mafia itu benar benar terbukti. Kali ini mereka benar benar akan membuat Rodriguez menderita.


Fatimah hanya bisa membungkam mulutnya dengan kedua tangan menyaksikan kebrutalan kedua anaknya. Ia benar benar terkejut, hal yang paling dibencinya kini begitu dekat dengannya.


" Ya Allaah, apa yang terjadi dengan keluargaku." Gumam Fatimah lirih dengan air mata berurai.


Fatimah pun segera berlari menuju tempat sang suami tergeletak lemah di lantai.


" Kak… sayang…. Ya Allah kak… kau berdarah."


" Fat… maaf...kan a-aku tidak me-lindungi mu dengan ba-ik."


" Tidak kak kau sangat baik dalam melindungiku."


Fatimah teringat tadi bagaimana berusahanya Harold melindungi dirinya saat Rodriguez datang.


Flashback on


Booomm… suara ledakan pintu gerbang tadi adalah taktik Rodriguez menyamarkan dirinya untuk masuk ke dalam gedung. Ia langsung menuju dimana Fatimah dan Harold berada saat Geoff tengah mengamati para lawan.


" Hay sayang…."


Rodriguez sudah berdiri di depan Harold, Fatimah, dan Clark. Seringai mengerikan itu terus menatap Fatimah.


" Kak Rodriguez… kakak mau apa lagi."


" Tentu saja membawamu pergi sayang. Dan memulai apa yang tertunda"


" Tutup mulutmu Rod."


Harold dan Clark berdiri di depan Fatimah dan mengacungkan pistol mereka kepada Rodriguez. Rodrigue hanya tersenyum meledek.


" Tck… dasar kroco, sok sok an berani. Apa lagi kau Harold. Pria lemah."


Rodriguez secepat kilat bisa menembak Clark dan Harold tepat di lengan mereka sehingga pistol mereka jatuh. Saat itu lah ia langsung berlari dan menarik Fatimah.


Harold dan Clark hendak berdiri namun lagi lagi Rodriguez menembak kaki mereka sehingga mereka terlumpuhkan.


Geoff yang mendengar suara tembakan dari arah tempat Fatimah berada langsung berlari dengan cepat.

__ADS_1


" Sial… dia memang ahli. Pantas sebagai mafia yang ditakuti. Kak… jangan terjadi apa apa denganmu."


Geoff melihat Fatimah sudah dibawa oleh Rodriguez ke atas dengan menaiki tangga. Geoff pun segera menyusul. Mendengar langkah kaki yang mengikutinya, Rodriguez menembakkan senjatanya ke bawah dengan tidak beraturan.


Dor....


Dor....


Dor.....


Pria gila itu melemparkan pistolnya yang kosong dan mengambil yang baru di balik punggungnya.


" Lepaskan kakak ku Rod!!!"


" Hahaha apa kau bilang, lepaskan. Majulah kalau kau ingin melihat otak kakak tersayang mu ini keluar dari kepalanya."


Geoff mengalah ia pun menghentikan langkah nya mendengar ancaman Rodriguez. Ia tidak ingin nyawa kakaknya jadi taruhan saat ini.


Rodriguez terus menarik Fatimah ke atap dan diikuti oleh Geoff. Di belakang Clark dan Harold berjalan tertatih menyusul.


" Lepaskan aku kak,...."


" Diam, atau aku akan menembak jantung suami mu!"


Fatimah berusaha meberontak, namun ancaman Rodriguez membuatnya kembali diam.


" Shhh….Apa kau masih bisa berjalan Har?"


" Masih… shhhh.. Ayo… aku takut terjadi apa apa dengan Fatimah."


Keduanya berjalan dengan menahan rasa sakit akibat timah panas yang bersarang di tubuh mereka.


Dor….


Geoff tersungkur di lantai dan Fatimah berteriak histeris.


" Geoff !!!! Stop… stop… kau menyakiti semua orang Rod… stop…"


Melihat Clark dan Harold juga sudah sampai di atap, Rodriguez pun kembali melepaskan tembakannya


Dor....


Dor.....


" Akh.... Stop.... Berhenti aku mohon hiks."


Fatimah menangis histeris melihat suaminya dan adiknya terkulai tak berdaya.


Rodriguez hanya menyeringai, da seringainya tambah semakin lebar saat Silvya dan Arduino sampai di atap.


Flashback off


Dor..dor...dor….


Silvya dan Arduino menghampiri Rodriguez yang sudah terkulai lemas tidak berdaya. Namun pria tua itu masih bisa menyeringai.


" Hahahah… aku berhasil… aku menang… aku mengalahkan kalian semua. Kalian berdua telah menjadi sesuatu yang dibenci Fatimah. Hahahah."

__ADS_1


" Tidak Rod. Kau kalah. Kau sungguh kalah telak. Meskipun kami adalah seorang mafia kejam tapi kami masih bisa kembali kepada orang orang yang kami cintai. Kami bisa berkumpul lagi sebagai keluarga yang utuh."


" Betul Ar, dan kau. Kau akan tetap sendirian Rod. Kau akan tetap kesepian. Kau mungkin tidak akan tersiksa dengan luka lukamu, tapi kau akan tersiksa dengan kesendirian mu. Andai saja kau bisa melepaskan kebencian mu, mungkin kau sekarang akan hidup bahagia bersama keluargamu sendiri."


Rodriguez yang mendengar perkataan Silvya dan Arduino tampak sangat marah. Ia hanya bisa berteriak memaki.


" Brengsek… bocah sialan. Dasar kalian semua bajingan… argh…..!!!!"


Rodriguez terus berteriak sedangkan mereka semua sibuk memindahkan orang Clark , Geoff, dan Harold ke heli yang sudah dihubungi Ian sebelumnya.


" Rok… kemarilah, bawa si tua itu ke rumah sakit. Jangan biarkan dia mati."


" Baik Ar."


Roki dibantu anak buahnya pun memasukkan Rodriguez yang masih meronta ronta itu ke helikopter.


" Bajngan kau Q, Ar, aku akan membunuh kalian semua. Aku akan mencabik kalian... Sialan... Bajingan.... Brengsek.....!!!!"


Arduino dan Silvya hanya membuang nafas mereka kasar mendengarkan makian dari Rodriguez.


" Bawa semua ke RS Mitra Harapan. Aku akan menelpon suamiku."


Semua mengangguk patuh. Suasana menjadi hening. Semua hanya bertindak sesuai yang dilakukan sekarang. Arduino dan Silvya juga belum berani bicara apa apa kepada kedua orang tua mereka terlebih kepada Fatimah.


" Hallo mas"


" Ya Allaah sayang, akhirnya kau menghubungi ku. Kau baik baik saja kan."


" Ya mas, aku baik. Tapi ada keadaan darurat. Tolong siapkan tim medis ke atap aku akan membawa empat orang dengan luka tembak. Salah satunya daddy jadi kumohon kalian bersiaplah."


" Apa daddy??!!! Baik baik aku akan siapkan semuanya."


Silvya segera menutup panggilannya agar sang suami bisa mempersiapkan tim medis dengan cepat.


Silvya dan Arduino melihat semua orang pergi menggunakan helikopter. Keduanya melihat ke arah sang ibu dengan tatapan yang entah tidak bisa diartikan. Begitu juga dengan Fatimah. Ia menatap kedua putra putrinya dengan sejuta rasa.


" Semua sudah berakhir Ar."


" Iya Si,semuanya sudah berakhir. Hanya tinggal menghadapi kedua orang tua kita."


" Huft kau benar Ar. Baiklah kita harus segera menyusul mereka ke rumah sakit. Kalian bereskan yang disini."


Silvya memberi perintah kepada anak buahnya untuk membereskan kekacauan yang sudah mereka perbuat.


Dalam helikopter Fatimah menatap satu persatu orang yang tengah terluka. Darah memenuhi pakaian mereka, bahkan Fatimah juga. Geoff, Clark, dan Harold, ketiganya masih sadar namun sudah tidak bisa berbicara apapun. Mereka hanya merasakan sakit dari luka tembak yang menembus kulit tubuh mereka.


Fatimah tergugu, tidak pernah terbayangkan di dalam hidupnya akan mengalami kejadian seperti ini.


" Ya Allaah, apa yang harus aku lakukan sekarang. Putra putriku…. Ya Allaah. Zola, Silvya, mengapa semua ini menimpa keluarga kami. Apa yang sedang Engkau rencanakan pada keluarga kami Ya Rabb."


Fatimah mengusap peluh di wajah snag suami, air matanya menetes. Harold hanya bisa menggelengkan kepalanya, memberi isyarat bahwa Fatimah tidak boleh menangis, dan tidak boleh membenci anak anaknya. Harold mengisyaratkan semua akan baik baik saja.


" Tidak kak, kau tidak mungkin membenci mereka. Aku tahu mereka pasti memiliki alasan tersendiri dengan apa yang mereka lakukan."


TBC


Gimana gimana sudah puas belum heheheh....

__ADS_1


Yuuk jangan lupa untuk like, komen, dan sawerannya ya. Terus dukung othor....


Happy Reading, Matursuwun


__ADS_2