Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 61. Misi Membasmi Ulat Bulu


__ADS_3

Setelah berpamitan kepada Fatimah dan Harold, Silvya langsung menuju ruangan Dika untuk mengambil ransel miliknya.


" Apakah benar harus pergi?"


" Iya mas. Kenapa emang?"


" Perasaanku tidak enak. Berhati hatilah. Jangan lupa memberi kabar. Apakah sudah semua di dalam tas."


Silvya mengangguk ia hendak menyandang tas nya namun dihalangi oleh Dika.


" Kenapa mas?"


Dika membuka ransel Silvya dan memasukkan beberapa vitamin dan obat obatan. Tidak lupa P3K juga. Sejenak Dika terkejut melihat beberapa senjata tajam dan senjata api di dalam tas istri nya itu, namun Dika mencoba untuk tidak bertanya. Dia berpura pura tidka melihat apapun.


" Sudah… Sekarang kau sudah bisa pergi. Ingat, hati hati."


" Iya mas."


Silvya memeluk Dika, dan Dika membalas dengan pelukan erat. Dika lalu mencium bibir Silvya singkat.


" Huft... Sungguh sangat berat kau membiarkanmu pergi. Jika bisa aku ingin menemanimu. Kembalilah dengan selamat dan bawalah hari yang baru serta lepaskanlah semua dendam mu."


" Iya mas."


Dika menggandeng tangan Silvya dan mengantarkannya sampai tempat parkir. Di sana sudah ada sebuah mobil Jeep Wrangler Rubicon berwarna  biru. Silvya memilih mobil tersebut karena memang lebih kokoh daripada sedan dan bisa digunakan untuk jalan yang tidak rata.


" Baiklah mas… Aku berangkat."


" Ya hati hati lah."


Silvya mencium tangan suaminya dan Dika mencium kening Silvya dengn lembut. Pemandangan romantis tersebut dilihat oleh banyak orang dengan tatapan kagum. Namun tidak oleh sepasang mata. Rencana yang ia susun kemarin ternyata gagal total. Hal tersebut malah menjadikan Silvya dan Dika semakin dekat.


Niat hati Tania ingin mengecek kondisi Dika apakah obat yang dia masukkan sudah bereaksi, tetapi kenyataannya berbalik. Semua harapannya sirna saat ia mendengar suara desah*n demi desah*n dari ruangan milik Dika. Seketika itu juga Tania pergi meninggalkan rumah sakit.


Sekarang Tania tersenyum saat melihat Silvya pergi dari rumah sakit. Ini merupakan kesempatan bagus untuknya kembali mendekati Dika. Namun Tania tidak tahu jika Dika sudah merancang sebuah rencana untuk memberi wanita itu pelajaran.


Dika berjalan kembali ke ruangannya sambil menelpon seseorang.


" Jangan lupa harus sampai sebelum jam makan siang."


" Baik tuan."


" Good… jangan lupa apa yang sudah ku katakan."

__ADS_1


" Siap tuan tidak akan lupa."


Dika menutup panggilannya namun ia kembali menekan sebuah nomor lagi.


" Hallo Erik…"


" Ya dokter Dika."


" Apa kau sudah mengirimkan orang mu?"


" Sudah dokter."


" Maaf Erik.. Aku harus melakukan ini. Nampaknya putrimu punya gangguan mental. Dia butuh psikiater secepatnya. Jika tidak, dia bisa membahayakan dirinya sendiri dan juga orang lain."


" Iya dokter, aku mengerti."


" Oke Erik. Itu saja permintaanku."


Semua sudah dibereskan oleh Dika. Hanya tinggal menunggu waktu untuk  eksekusi.


🍀🍀🍀


Tepat pukul 11.00 siang beberapa mobil box datang dan menurunkan banyak sekali box makanan. Kurang lebih ada sekitar 10.000 nasi box yang mereka turunkan.


Direktur rumah sakit yang sudah mengetahui hal tersebut segera turun ke lobby dan mengumpulkan ob serta karyawan lainnya selain tenaga medis untuk membantu mendistribusikan nasi box tersebut. Namun sebelumnya Bisma memberikan sebuah kata sambutan agar orang orang tidak kebingungan. 


Prok… prok.. prok…


Suara riuh tepuk tangan memenuhi gedung rumah sakit Mitra Harapan. Beberapa kata selamat juga terucap dari banyak orang.


" Terimakasih untuk ucapannya. Aku berharap kalian semua mendoakan pernikahan kami. Aku dan istriku Silvya sangat berterimakasih jika kalian berkenan mendoakan pernikahan kami agar sakinah mawadah warohmah. Aku dan istriku Silvya Bellona Linford mengucapkan selamat menikmati makan siang sederhana ini. Terimakasih wassalamualaikum."


Semua bersorak senang. Bahkan dokter Lisa dan dokter Andre pun tampak senang mendengar kabar tersebut.


" Alhamdulillah ya dokter Andre, akhirnya si kulkas 12 pintu itu cair juga."


" Iya dokter Lisa. Luar biasa mereka sama sama hebat. Yang satu CEO LT yang begitu terkenal sukses dalam bidang bisnis yang satu dokter spesialis bedah terbaik. Sungguh sungguh pasangan yang cocok."


Kedua dokter itu asik mengobrolkan tentang Dika dan Silvya sehingga mereka tidak menyadari Tania sudah pergi dari tadi. Tania segera bergegas pergi keruangan Dika.


Brak….


" Dika apa maksudmu menikah dengan Silvya."

__ADS_1


" Tidak ada maksud apapun. Aku dan Sisi saling mencintai makanya kami menikah."


" Hah… Sisi cuih...., bahkan kau punya panggilan khusus. Huh… Sungguh menjijikan. Jangan jangan kau hanya menyebar hoax agar aku cemburu!"


" Cukup Tania, aku selama ini menghormatimu karena kita rekan seprofesi. Dan apa kau bilang tadi membuat berita palsu tentang pernikahan untuk membuatmu cemburu? Asal kau tahu Tania, pertama aku bukanlah tipikal orang yang gemar mempermainkan pernikahan. Kedua, untuk apa membuatmu cemburu? Kita hanya rekan tidak lebih."


Tania yang tadinya marah hingga tangannya mengepal tiba tiba berubah menjadi lembut. Dika mengamati setiap reaksi dan ekspresi yang dimunculkan oleh Tania dengan seksama.


" Dika, please kau pasti bercanda kan  aku sungguh mencintaimu. Pernikahan ini hanya pura pura kan? Kau tidak benar benar menikah dengan wanita jal*ng itu kan."


" Tania...cukup kataku, jangan pernah menghina istriku!!"


Dika begitu marah dengan ucapan Tania yang menghina istrinya. 


Mendengar Dika yang begitu membela wanita lain, Tania kembali murka. Kini ekspresi dan emosinya berubah menjadi marah tak terkendali. Tania berteriak dan mulai membanting barang barang di ruangan Dika.


" TIDAK… KAU HANYA MILIKKU DIKA. KAU TIDAK BOLEH MENIKAH DENGAN WANITA LAIN. AKU AKAN MEMBUNUH WANITA ITU!!!!"


Beruntung di depan ruangan Dika sudah disterilkan oleh Pet, anak buah Frederik. Jadi tidak ada yang mendengar teriakan Tania.


Dari belakang Bisma sudah membawa suntikan penenang dan saat Tania lemah ia langsung disergap oleh anak buah Frederick yang dibawa Pet.


Greb…


" LEPAS… LEPASKAN AKU… KALIAN AKAN MATI!!!"


Cus…..


Bisma berhasil memberikan suntikan penenang kepada Tania. Lambat laun Tania pun lemah dan akhirnya tertidur. Wanita itu langsung dibawa oleh Pet dengan menggunakan brankar dan ditutupi seluruh tubuhnya agar tidak ada yang mengetahui bahwa itu Tania.


Semua itu atas permintaan Frederick. Meskipun ia tahu kondisi mental Tania seperti itu namun bagaimanapun juga seorang ayah tidak akan tega melihat reputasi putrinya hancur. 


" Ya Allaah Dika, kok bisa Tania begitu. Dia sangat terobsesi kepadamu."


" Betul, dan obsesinya itu membahayakan jiwa dan mentalnya."


" Om sungguh tidak menyangka dia bisa lulus kuliah kedokteran."


" Nah ini juga yang buat Dika bingung om. Kenapa bisa gitu. Tapi alhamdulillah nya tidak pernah ada masalah dengan pasien yang ia tangani selama ini."


" Benar… itu bagian terpenting juga."


Om dan ponakan itu duduk di kursi sambil menghela nafas mereka dengan penuh kelegaan. Dika sengaja menyiarkan pernikahannya salah satu nya untuk tujuan itu. Pertama agar semua orang tahu dia sudah menikah, yang kedua untuk memancing emosi Tania dan membuat Frederik segera menjemput Tania untuk segera ditangani. Karena bila dibiarkan berlarut maka Tania sendiri akan ada dalam bahaya.

__ADS_1


" Alhamdulillaah permasalahan di sini sudah selesai. Semoga kamu segera kembali dan juga bisa menyelesaikan masalahmu Si. Dan kita bisa menjalani kehidupan rumah tangga kita dengan baik tanpa ada lagi rintangan yang berarti."


TBC


__ADS_2