Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 83. Heli datang


__ADS_3

Pagi hari udara di villa terasa begitu sejuk dan menyegarkan. Silvya keluar dari kamar untuk menikmati embun pagi. Ternyata Arduino sudah ada di luar untuk berolahraga atau lebih tepatnya melatih tubuh.


" Wohooo… gaya an banget itu otot dilihat lihatin. Tidak ada cewek yang bakalan lihat Ar."


" Apaan sih Si. Aku hanya sedang latihan saja. Mau berlatih bersamaku?"


Silvya berpikir sesaat. Ia pun menganggukkan kepalanya dan berlalu ke dalam villa lagi untuk berganti pakaian.


" Ayo… kita mulai…"


" Apakah perlu matras Si..?"


" Tidak perlu… aku biasa latihan tanpa matras."


Silvya dan Arduino berhadapan lalu memberi hormat. Pada patihan pertama mereka akan melakukan jurus silat.


Hiat….. Bug… bug… pak… pak.. Blug….


Keduanya terlihat imbang. Mereka berhenti sesaat untuk mengambil nafas.


" Setelah ini apa.?"


" Apa kau bisa wing chun?"


Arduino mengangguk, mereka pun bertarung bersama. Semua anak buah menatap takjub. Keduanya benar benar imbang. Meskipun Silvya seorang wanita namun tenaganya tidak jauh dari Arduino.


Roki pun berdecak kagum terhadap Silvya. Kabar mengenai kehebatan Queen Wild Eagle ternyata bukan isapan jempol semata.


" Ian… dia sungguh hebat. Tak kusangka dia benar benar menguasai banyak ilmu bela diri."


" Begitulah Rok."


" Melihat mereka berdua benar benar seperti bercermin. Meskipun berbeda gender namun kekuatan dan keterampilannya hampir sama."


" Kau benar Rok. Bahkan kekejamannya pun sama. Aku benar benar tidak menyangka mereka adalah saudara kembar. Queen Wild Eagle saudara kembar King Black Wolf. Jika dunia bawah tahu entah apa yang akan terjadi."


Roki mendengarkan ucapan Ian dengan seksama. Ia tiba tiba bergidik ngeri membayangkan hal tersebut.


" Kenapa Rok."


" Aku sedang membayangkan, jika mereka mengumumkan kepada dunia bawah maka akan terjadi pertempuran Ian. Kita pasti akan diserang, karena mereka takut kita akan jadi penguasa. Mereka takut Queen dan King tidak terkalahkan jadi mereka akan berusaha menghancurkan keduanya."


Ian membuang nafasnya kasar. Apa yang dikatakan Roki sepenuhnya betul.


" Berarti kita harus merahasiakan ini sentara waktu Rok."


" Ya kau betul Ian."


Akhirnya kedua pentolan mafia itu pun selesai berlatih. Keringat bercucuran dari tubuh mereka.


" Fiuuuh…. Seru juga berlatih berdua begini Ar."


" Iya Si… jadi bisa menyalurkan semua tenaga."


" Betul …. Next kita lakukan lebih sering."


" Memangnya kau tidak pernah berlatih dengan suamimu Si."


" Kalau dengan mas Dika latihannya berbeda Ar. Latihannya di ranjang hahaha."


" Astaga Sisi mulutmu."

__ADS_1


Silvya melenggang masuk ke dalam Villa meninggalkan Arduino yang menggeleng heran kepada saudarinya. Sedangkan Arduino duduk sejenak di teras menikmati air mineral yang sudah ia persiapkan tadi.


" Sepertinya kau menikmati latihanmu Ar."


" Hahahaha kau benar Rok. Berlatih dengan ada lawan memang lebih menyenangkan. Dan tak kusangka Sisi begitu ahli ilmu beladiri nya."


" Ya Ar.. Aku bisa melihatnya tadi."


" Baguslah, jadi kita bisa sama sama bertarung menghadapi lawan nanti. Apakah ada pergerakan di rumah sakit Rok?"


" Tidak Ar, tepatnya belum."


" Baiklah. Tetap awasi. Aku ingin penjagaan kepada dokter Dika diperketat. Aku tahu Sisi sangat khawatir kepada kakak iparku itu."


Roki mengangguk mengerti, ia pun segera menghubungi orang orangnya untuk menyampaikan pesan Arduino.


Arduino masuk ke villa ingin membersihkan tubuh. Namun langkahnya terhenti mendengar keributan dari kamar Rodriguez.


" Astaga… Ada apa pagi pagi begini kalian begitu ribut!!!"


Jason dan kedua perawat di kamar Rodriguez terkejut mendengar teriakan Arduino.


" Iti Ar… tuan Rod tidak mau makan."


" Huft, hei pak tua makan atau tidak akan pernah mendapatkan makananmu selamanya!"


Silvya yang baru keluar kamar juga dibuat terkejut dengan suara Arduino yang begitu menggelegar.


" Ar .. Kenapa teriak teriak."


" Ini Si… lihatlah si tua bangka ini tidak mau makan."


" Biarlah. Jangan dipaksa. Dok… kau bisa memberikan suplemen makanan lewat infus kan?"


" Bagus… Berikan itu saja. Ayo Ar keluar. Kita butuh sarapan. Dokter Jason dna perawat juga ikut lah kami keluar."


Semua menurutkan perintah Silvya. Rodriguez begitu kesal dengan kedua bocah itu.


" Sialan… Sampai kapan aku akan jadi mainan kedua bocah itu. Mengapa Paulo, Greg, dan Lim sangat lama. Kapan kalian akan menjemputku bedebah… Arghhhh…."


🍀🍀🍀


Di gedung terbengkalai, ketiga pengikut setia bersama kelompoknya tengah bersiap akan beraksi. Mereka memajukan rencana mereka menjadi hari ini dan bukannya besok.


" Bagaimana apa kalian sudah siap?"


" Ya kami sudah siap."


" Bagus, ayo kita mulai rencana kita."


Paulo berperan sebagai leader kali ini. Dia, Greg dan Lim akan menaiki Heli yang berbeda. Dan dua heli lainnya akan di isi oleh anak buah mereka.


" Baiklah ayo kita berngkat."


Bug….ubugggg….ubhuggg….bug…


Suara baling baling dari kelima helikopter milik pengikut setia Rodriguez itu sungguh memekakkan telinga. Kelimanya bergerak ke arah rumah sakit Mitra harapan.


Tak butuh waktu lama mereka berhasil memutari gedung rumah sakit. Beberapa warga atau pasien di bawah hanya menatap kagum. Mereka pikir heli heli itu adalah pasukan militer yang tengah berlatih.


" Wuihhh keren ya buk helikopternya." Ucap salah seorang anak kecil saat melihat heli heli terbang rendah. Sang ibu pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan sang anak. Mereka tidak tahu jika di dalam heli heli itu adalah orang orang bersenjata yang kejam tanpa belas kasih.

__ADS_1


Di dalam rumah sakit tepatnya lantai 17 mereka telah bersiap menghadapi serangan musuh. Seseorang yang diperintahkan Arduino untuk melindungi Dika seketika berlari menuju ruangan Dika.


" Dokter, sebaiknya anda jangan ke lantai 17. Biarkan kami yang menghadapi.'


" Apakah mereka benar datang?"


" Ya dokter."


" Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan menyusahkanmu. Aku akan keruangan ayah Silvya saja."


Orang tersebut mengangguk, lalu mengawal Dika ke ruangan Harold. Harold, Clark, dan Geoff dijadikan satu ruangan agar memudahkan mereka untuk melindungi.


Di dalam juga ditempatkan beberapa pengawal untuk menjaga semuanya.


Ceklek…


Dika masuk ke ruangan tersebut, ternyata disana sudah ada Bisma. Mereka berdua saling tatap dan membuang nafasnya kasar.


" Ada apa dokter."


" Prediksi Silvya dan Arduino tepat uncle Geoff."


" Sial… Aku tak bisa melakukan apapun."


" Tidak apa apa tuan. Kami sudah memblokade lawan agar tidak bisa masuk selain lantai 17." Ucap orang suruhan Arduino.


Geoff dan yang lainnya bernafas lega. Fatimah tak henti hentinya berdoa agar semuanya baik baik saja.


Prang….


Suara kaca dipecahkan sedikit terdengar di ruangan mereka berada saat ini. Namun tidak terdengar sampai ke bawah karena tersamarkan oleh suara bising baling baling helikopter.


Dilantai 17 baku tembak pun terjadi.


Dor…. Dor….dor….


Anak buah Paulo berhasil masuk. Ia melihat ke seluruh ruangan namun nihil. Alhasil ia terkepung oleh anak buah Arduino dan Silvya. Namu orang tersebut masih bisa memberi informasi sebelum berhasil dilumpuhkan.


" Go, pimpinan tidak disini kita dijebak. Argh…."


Di dalam helikopter Paulo, Greg, dan Lim mengumpat bersamaan. Mereka langsung meninggalkan gedung rumah sakit.


" Sial!"


" Brengsek!"


" Bajingan!"


Bug… ubug…. Bug ….ubug…..


Helikopter itu pun menjauh, semua yang ada di ruang rawat itu bernafas lega.


" Alhamdulillaah." Ucap Fatimah, Harold, Bisma, dan Dika bersamaan. Bisma dan dika benar benar terkulai lemas di sofa. Mereka seperti kehilangan tulang mereka.


" Kalian tidak apa apa?"


" Kami baik baik saja mom."


" Iya tante… kami oke."


" Baiklah semuanya saya harus membuat laporan kepada King dan Queen. Saya harap anda semua tetap harus berhati hati. Dan kalian… tetaplah waspada."

__ADS_1


" Siap!"


TBC


__ADS_2