Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 79. Rencana Cadangan


__ADS_3

Arduino sedikit terjingkat dengan pertanyaan sang mommy. Ia pun membuang nafasnya kasar.


" Huft…. Mom, sebenarnya cerita tidak jauh berbeda sama Sisi. Ar memang dijadikan alat oleh Rodriguez. Pria tua itu bahkan menghasut Ar untuk membunuh Sisi. Dia ingin membuat kami saling membunuh."


Fatimah kembali terdiam. Lagi lagi perasaan bersalah menyelimuti dirinya. Secara tidak langsung yang membuat anak anaknya masuk ke dunia hitam itu adalah dirinya.


" Ya Allaah, sepertinya aku sedang dihukum. Aku menjadi penyebab anak anakku begini. Lalu… apakah kalian bisa berhenti?"


Silvya dan Arduino saling pandang. Pertanyaan ini yang mereka takutkan.


" Mom…. Saat ini belum bisa?" Arduino berkata lirih.


" Masih banyak yang harus kami bereskan mom, tapi kami janji kami akan berhenti jika semuanya sudah selesai." Imbuh Silvya.


" Tidak usah berjanji Ar, Sisi. Lakukan apa yang menurut kalian benar. Jika kalian ingin berhenti itu atas kemauan kalian, bukan begitu mom?"


Kali ini Harold angkat bicara. Sebagai orang tua sebaiknya mereka bijak dalam menghadapi setiap permasalahan. Terlebih anak anak mereka sudah dewasa dan sudah tau apa yang mereka lakukan.


" Apa yang dikatakan daddy benar. Mommy setuju dengan daddy. Lakukanlah apa yang menurut kalian benar. Jika kalian sudah siap berhenti maka berhentilah. Berhenti atas kemauan kalian sendiri bukan karena mommy ataupun daddy. Dan untuk Sisi mintalah izin suamimu. Ingat Sisi adalah wanita yang bersuami, apapun yang akan kau lakukan atas izin dari suami mu."


Arduino dan Silvya tersenyum, mereka sungguh lega mommy dan daddy nya begitu berbesar hati menerima keadaan mereka. 


🍀🍀🍀


Di sebuah bangunan terbengkalai di kota J, sekelompok orang tengah berkumpul dan membahas sesuatu. Nampaknya apa yang mereka sedang bicarakan adalah hal yang sangat penting. 


" Bagaimana apakah sudah dapat info?"


" Sudah. Tapi sangat sulit. Pemimpin berada di lantai khusus dan dijaga dengan begitu ketat. Akan sulit bagi kita untuk menerobosnya."


" Tck… Brengsek. Arduino memang cerdik. Apalagi sekarang ia telah bersatu dengan Queen. Kita akan sedikit kerepotan menghadapi dua orang itu. Kekuatan tempur mereka juga tidak main main."


" Terus apa yang harus kita lakukan Greg?"


" Terus minta orang mu mengawasi Lim."


Dua orang yang bernama Greg dan Lim tampak sedang berbicara serius. Mereka tengah merencanakan untuk mengambil pemimpin mereka, Rodriguez. Ya Greg dan Lim adalah pengikut setia Rodriguez. 


Anggilota Black Wolf yang tersembunyi rapat, bahkan Arduino pun tidak tahu keberadaan mereka. Mereka seperti bayangan yang selalu ada di setiap Rodriguez pergi. Namun tidak pernah bisa ditangkap ataupun disentuh oleh orang lain.


" Apakah kita perlu menyerang rumah sakit itu."

__ADS_1


Ucap seorang pria yang baru saja datang. Dia adalah salah satu dari tiga orang kepercayaan Rodriguez.


" Oh kau Paulo dari mana saja. Aku baru dari rumah sakit itu. Benar apa yang dikatakan suruhan Lim. Lantai 17 dimana lantai tempat pemimpin berada dijaga sangat ketat."


" Lalu, apakah tidak ada cara lain untuk kita bisa mengeluarkan pimpinan dari sana?"


Paulo dan Greg saling pandang dengan pertanyaan Lim. Keduanya kemudian menyeringai.


" Jika tidak bisa dengan cara sembunyi sembunyi maka harus dengan terang terangan."


" Maksudmu apa Paulo?"


" Tck… kau Lim… Selalu lamban. Kita akan serang rumah sakit itu. Kita terobos saja. Aku yakin mereka akan lebih mementingkan nyawa warga sipil."


" Hahahaha kau memang cerdas Greg."


Ketiganya tertawa terbahak bahak. Sepertinya cara itu menjadi cara yang paling sempurna untuk dilakukan.


" Tapi Paulo, Greg. Sebenarnya aku punya sebuah cara lagi untuk bisa mengeluarkan pimpinan dari sana."


Paulo mengernyitkan keningnya. Apa ada cara lain lagi untuk mengeluarkan pimpinan dari rumah sakit itu,  pikir Paulo.


" Apa itu Lim?"


Paulo dan Greg masih tidak mengerti dengan rencana yang disampaikan Lim. Mengerti atapan bingung kedua rekannya, Lim pun mencoba menjabarkan rencananya.


" Begini, kita menggunakan Heli untuk menjemput pimpinan dari lantai 17. Kita hancurkan jendelanya dan kita bisa langsung memindahkan pimpinan."


" Tapi, bukankah sama saja kita akan menarik perhatian?"


" Betul sekali, maka dari itu kita akan menggunakan 5 heli sekaligus. Warga sipil tidak terlalu memperhatikan jika jumlah heli yang kita pakai banyak. Mereka biasanya akan berpikir bahwa itu adalah latihan militer. Nah jadi fokus kita hanya lantai 17. Kalau kita membuat kerusuhan dari lantai bawah malah mereka bisa langsung membawa lari dan menyembunyikan pimpinan."


Greg dan Paulo sungguh takjub dengan pola pikir Lim. Mereka tidak menyangka, Lim yang selama ini selalu bertindak ceroboh bisa mempunyai ide yang begitu cemerlang. Keduanya pun memberikan aplaus kepada Lim 


Prok… prok… prok….


" Bravo…. Jenius kau Lim."


" Betul, ide mu sungguh luar biasa Lim tak kusangka kau biasa lamban dalam berpikir sesuatu."


Lim yang mendapat pujian dari kedua rekannya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum kaku.

__ADS_1


" Jadi kapan kita akan eksekusi?" Greg bertanya.


" Sepertinya 2 hari lagi. Biar mereka sedikit lengah. Bagaimana Paulo."


" Ya aku setuju. Sepertinya 2 hari lagi memang waktu yang tepat."


Ketiganya menangguk, mereka sepakat untuk menjemput Rodriguez 2 hari lagi. Mereka yakin akan bisa menjemput pimpinan mereka.


Mereka bahkan langsung menghubungi rekan rekan mereka untuk berkumpul dan membicarakan rencana penjemputan tersebut. 


Sedangkan di rumah sakit, Dika, Arduino dan Silvya kembali berunding. Mereka merasa hal ini tidak sederhana. Terlebih Arduino yang cukup mengenal Rodriguez.


" Kakak ipar, apa kau punya villa atau rumah yang berada jauh dari pemukiman warga?"


" Untuk apa Ar?"


Dika terdiam dengan pertanyaan Arduino. Ia mengingat beberapa vila yang keluarga mereka miliki. Namun villa yang jauh dari pemukiman sepertinya hanya ada satu.


" Aah… Aku ingat. Ya ada Ar. Tapi untuk apa?"


" Memindahkan Rodriguez ke sana."


" Apa maksudmu Ar? Kemarin kau minta lantai khusus, sekarang minta villa yang jauh dari pemukiman."


Arduino memandang lurus ke arah Silvya. Silvya pun langsung merespon.


" Sorry Ar, aku lupa bilang ke mas Dika tentang rencana cadangan kita."


" Huft… kau ini Si."


Dika masih bingung dengan istri dan saudara kembarnya itu. Dika belum mengerti sepenuhnya jalan pikiran dua pemimpin mafia yang berada di depannya.


" Begini kakak ipar. Kita akan memindahkan Rodriguez ke villa dan memindahkan daddy, Clark, dan Uncle Geoff ke bangsal biasa. Aku khawatir para pengikut Rodriguez akan menyerang rumah sakit. Nanti di lantai 17 kita ganti semua dengan orang orang ku dan Sisi."


Dika mencerna setiap perkataan Arduino.


" Jadi maksudmu kita mengosongkan lantai 17 begitu?"


" Cerdas, kau memang dokter hebat kak. Kita hanya menggunakan lantai kosong 17 untuk memancing pengikut Rodriguez. Dan malam ini kita harus segera memindahkan semuanya. Aku yakin tak lama lagi mereka akan bergerak."


" Baik kalau begitu, mari bergerak."

__ADS_1


TBC


__ADS_2