Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 96. Mengenang ( END)


__ADS_3

Silvya sungguh merasa lega semua bisa menerima usulannya. Kini ia meminta Drake dan Ian untuk mengurus semuanya.


" Q… bisakah aku hanya mengurus ini saja?"


Silvya terdiam, mungkin membiarkan Ian untuk membantu Drake adalah ide yang bagus. Pekerjaan yang dikerjakan Drake akan lebih cepat selesai.


" Ya baiklah, perusahaan biar aku yang urus."


" Yes….."


" Tapi setelah yang di sini selesai cepatlah segera kembali ke perusahaan."


Lagi lagi Ian terkulai lemas mendengar ucapan Silvya. Ia merasa hidupnya sudah menjadi pegawai Silvya. Sedangkan Drake ia hanya menggelengkan kepala melihat wajah pias rekannya itu.


Silvya pun terkekeh geli melihat ekspresi Ian. Ia menepuk punggung pria 30 tahun itu dengan pelan.


" Tenang, jika semua beres aku akan memberimu libur sebulan full."


" Benarkah itu? Baiklah, mari Drake kita selesaikan semuanya dengan segera lalu berlibur dengan tenang."


Ian tiba tiba menjadi begitu bersemangat karena janji Silvya yang akan memberinya libur satu bulan.


" Baiklah, karena Ian sudah sangat bersemangat jadi aku akan pulang dulu. Kerjakan dengan baik."


Ian dan Drake mengangguk setuju. Tepat pukul 12.00 malam Silvya pulang ke rumah. Ia tidak pulang ke rumah orang tuanya, namun ia akan pulang ke rumah Dika.  Ada rasa rindu yang menyeruak terhadap rumah tersebut.


Tak berselang lama Silvya sudah sampai di rumah. Ia pun memarkirkan mobilnya di halaman rumah.


Silvya masuk dengan perlahan, ia melihat setiap sudut rumah milik suaminya tersebut. Ingatannya kembali berputar saat ia bangun pertama kali setelah penyerangan tiba tiba yang terjadi padanya. Ia juga mengingat saat dia dan Dika di grebek oleh warga. Dimana sorot mata Dika begitu tajam saat mengatakan akan mengikatnya seumur hidup nya. 

__ADS_1


Silvya tersenyum simpul mengingat semua hal yang terjadi selama ia bertemu dengan Dika hingga saat ini. Ia pun menaiki tangga dengan perlahan mengingat setiap momen yang pernah terjadi.


Ceklek… Silvya terperangah melihat apa yang terpampang di dalam kamar mereka. Dika telah berada di dalam kamar dan berdiri dekat ranjang sambil memegang se buket bunga mawar merah. Ia tersenyum sangat manis kepada istrinya itu.


Dari pintu ke ranjang Dika menyalakan lilin, suasana romantis sungguh begitu terasa. Mata Silvya terlihat berkaca. Ia tidak menyangka mendapat kejutan seperti ini. Silvya pun berjalan menghampiri sang suami.


" Untuk istriku tercinta."


Dika berlutut dan memberikan bunga merah itu kepada Silvya. Silvya menerimanya dan menghirup aroma wangi dari bunga mawar tersebut.


" Mas… bagaimana bisa, bukannya kamu katanya tugas jaga malam."


" Lupakan soal itu. Aku hanya ingin membuat sambutan kecil untuk istriku."


Silvya tersenyum, Dika meraih pinggang ramping istrinya dan mendekatkan ke tubuhnya. Sejurus kemudian bibir mereka sudah saling menempel. Mereka saling menyesap dan bertukar saliva. 


Secara tidak sabar Dika mulai melucuti pakaian Silvya, wanita itu hanya diam saja menerima perlakuan sang suami. Pria itu membimbing istrinya menuju ranjang dan merebahkannya. Dika terus mengabsen tubuh sang istri hingga tidak ada yang terlewat. 


" Aku juga merindukan yang satu ini."


Ciuman Dika terus turun kebawah. Silvya mengerang saat intinya menjadi permainan lidah sang suami. Dika tersenyum puas mendengar suara s*ksi yang dikeluarkan sang istri, akh… suara itu membuatnya semakin bersemangat.


" Sayang aku mulai."


Perlahan tapi pasti Dika mengarahkan pedang tumpul nya pada asahan yang sudah basah itu. Meskipun pedangnya tak kunjung tajam namun Dika akan selalu mengasahnya dengan ritme cepat hingga sang istri membusungkan dadanya.


Sesekali Dika mencium bibir sang istri dan meremas lembut benda kenyal itu agar Silvya lebih rileks.


" Aku sungguh merindukan semua ini sayang."

__ADS_1


" A-aku jugah mas… akh…."


Tidak dipungkiri Silvya juga merindukan sentuhan sang suami. Dan kini keduanya bisa memadu kasih tanpa beban pikiran yang menghimpit keduanya.


Sepasang suami istri itu pun mulai mengulang lagi dari awal saat keduanya sudah sampai pada puncaknya sehingga mereka sama sama lelah. Mereka pun masih saling memeluk di balik selimut dan enggan untuk beranjak ke kamar mandi.


" Terima kasih sayang, kau kembali dengan selamat."


" Terimakasih juga mas, mas mau menungguku hingga semuanya sudah berakhir. Aku mencintaimu suami dokterku."


" Aku juga mencintaimu istri mafia ku atau mantan mafia."


Keduanya tertawa bersama. Banyak hal yang terjadi dalam hidup keduanya yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Menikah karena sebuah kesalahpahaman, keterkejutan karena istri yang dinikahi adalah seorang mafia, menemukan saudara kembar yang masih hidup, dan membubarkan organisasi mafia.


Namun keduanya bersyukur memiliki satu sama lain. Hal tersebut merupakan bagian dari takdir Tuhan yang memang sudah digariskan. Dan mulai saat ini mereka berjanji akan hidup bersama dengan lebih baik lagi daripada kemarin. Serta membina keluarga yang mendapatkan sakinah, mawadah, dan warohmah.


...SELESAI...


Alhamdulillaah ya Allaah selesai juga " DOKTER DIKA'S WIFE IS QUEEN MAFIA." Terimakasih untuk semua dukungan readers dengan karya author yang ini.


Akhirnya semuanya sudah selesai sesuai dengan porsinya ya. Kalau ada yang minta dibuatkan kisah Arduino, nanti ya tunggu dulu heheheh.  Othor nafas dulu dari kisah si mafia ini.


Sekali lagi terimakasih telah membersamai Author IAS yang masih receh. Maaf jika masih belum memuaskan readers. Semoga kedepannya Author bisa lebih baik lagi dalam membuat karya karya selanjutnya


Untuk para Silent Readers author sangat berharap sekali anda semua meninggalkan jejak di karya Author. Karena dengan jejak yang pembaca tinggalkan sudah sangat membantu karya othor agar bisa berkembang.


Sekali lagi terimakasih dan matur suwun sanget. Dokter Dika dan Queen Silvya pamit.


Salam sayang

__ADS_1


Author IAS


__ADS_2