
Silvya dan Arduino mencoba menghubungi dan memerintahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan kedua orang tuanya. Hingga salah seorang anak buah Arduino memberitahu bahwa ia melihat Harold dan Fatimah di bawa ke markas Albern.
Silvya lalu menghubungi Geoff dan menyampaikan hal tersebut.
" Ge… aku sudah menemukan mommy."
Geoff yang baru memarkirkan mobilnya di halaman rumah sakit tidak jadi turun dari mobil.
" Benarkah, dimana?"
" Di markas Albern."
" Baik aku akan ke sana."
Geoff kembali memutar mobilnya dan menekan pedal gasnya menuju markas Albern.
" Sisi, ada masalah apa orang tua kita sama Albern. Mengapa semuanya jadi begitu rumit."
" Entahlah Ar. Ayo kita segera kesana."
Arduino semakin mempercepat laju mobilnya. Mereka tidak ingin Rodriguez menemukan orang tua mereka terlebih dulu.
Sepanjang jalan pun Geoff bertanya tanya. Sebenarnya ada apa dengan semua kejadian ini. Mengapa semuanya terlihat seperti benang kusut.
🍀🍀🍀
Kelicikan Rodriguez memang benar benar luar biasa. Dengan mudah ia bisa mengelabui orang orang di sekitar nya untuk bisa menyusup ke rumah sakit. Dia begitu pintar melakukan penyamaran.
Tidak heran jika Black Wolf dari dulu dijuluki sebagai serigala buas yang pandai menyelinap tanpa diketahui musuh.
Namun sial bagi Rodriguez, dia tidak mendapatkan apapun yang dia inginkan. Rodriguez sungguh kesal. Ia sedikit frustasi. Rencananya akan membawa Fatimah ternyata tidak terealisasi dengan mudah.
" Sial, dimana gadis ingusan itu menyembunyikan Fatimah. Aku benar benar tidak bisa meremehkan gadis itu. Apa Arduino lah yang menyembunyikan nya. Sialan aku membesarkan orang yang salah. Tak kusangka dia akan balik menyerang ku begini. Huft brengsek…"
Tidak mau menarik perhatian dengan omelannya, Rodriguez kembali menuju mobilnya dan keluar dari rumah sakit Mitra Harapan. Ia ingin mengunjungi temannya, Albern.
Albern yang mendapat kabar dari Rodriguez akan mampir ke tempatnya sedikit panik. Ia harus segera mengeluarkan mereka agar tidak ditemukan oleh Rodriguez.
Flashback on
" Kau mau apa membawa kami ke sini Albern?"
" Maafkan aku Harold aku harus melakukannya. Apa kau masih ingat Rodriguez?"
" Ya… aku ingat. Memangnya kenapa?"
" Rodriguez ingin menculik istrimu. Kau tahu kan dia pernah menyukai Fatimah."
__ADS_1
Harold terdiam, ia kembali mengingat tentang masa lalu. Saat ia dekat dengan Fatimah sebenarnya Harold belum mengetahui Rodriguez menyukai Fatimah. Baru saat mereka memutuskan menikah Ia tahu bahwa temannya itu menyukai calon istrinya.
Harold sempat ingin mundur, namun cintanya terhadap Fatimah sungguh besar. Harold bahkan meminta maaf kepada Rodriguez namun pria patah hati itu acuh dan akhirnya membenci
Rodriguez, Albern, dan Harold adalah teman baik. Harold tahu kedua temannya itu adalah seorang mafia namun dia tidak peduli. Harold yang hanya seorang pengusaha tetap berteman baik dengan keduanya. Hingga suatu saat ia menikah Harold benar benar putus hubungan dengan teman temannya.
Hal tersebut juga menjaga karena Fatimah begitu membenci organisasi Mafia. Albern sendiri juga tidak tahu mengenai kehidupan Harold. Bahkan ia baru mengetahui bahwa Harold adalah ayah Silvya tadi saat Rodriguez menelponnya.
Ia sendiri merasa sangat bersalah karena beberapa kali ingin mencelakai putri temannya itu. Identitas Silvya sebagai Queen Mafia memang sangat tersembunyi, dan tidak ada yang tahu seluk beluk keluarganya.
Maka dari itu Albern membawa Harold dan Fatimah ke markasnya. Paling tidak mereka aman di tempatnya.
Flashback off
Albern memerintahkan Clark untuk segera membawa Harold dan Fatimah keluar dari markas.
" Kalian harus segera pergi dari sini."
" Apakah tidak apa apa jika kita pergi sekarang Albern."
" Tidak apa apa Har, mumpung pria gila itu belum sampai di sini."
" Tapi Al, bagaimana kau tahu kalau Rodriguez ingin menculik Fatimah."
" Aku memiliki mata mata yang bisa kupercaya. Ia memberiku kabar mengenai hal tersebut, sudahlah Clark bawa mereka pergi.pp"
" Kak, sebenarnya ada apa? Dan siapa mereka semua ini?"
" Nanti aku jelasin sayang. Yang terpenting kita harus segera pergi terlebih dulu."
Saat hendak pergi di depan ada sebuah mobil yang datang. Mobil tersebut berhenti tepat di depan ketiga orang tersebut.
" Tunggu Clark, mau kau bawa kemana kakak dan kakak iparku?"
Ternyata Geoff yang keluar dari dalam mobil tersebut. Ia langsung menghampiri Clark.
" Tck… Ge… kita tidak punya banyak waktu. Rodriguez sedang menuju kemari. Kita harus membawa kakak mu ke tempat yang aman."
" Rodriguez… Bagaimana bisa. Terus mengapa. Apa hubungannya dengan kakak ku?"
" Sudahlah nanti kujelaskan di jalan."
Kini Clark bersama Geoff membawa Harold dan Fatimah ke tempat yang lebih aman. Namun mereka lupa ada mata yang mengintai dengan penuh seringai mengerikan.
Di dalam markas Tiger Fangs Albern bersikap setenang mungkin agar Rodriguez tidak curiga dengan apa yang sudah ia lakukan.
Tak...tak...tak…
__ADS_1
Suara langkah kaki yang begitu keras mendekat ke arah Albern.
" Temanku….!!!"
Albern membentangkan tangannya, dan Rodriguez pun mendekat seraya memeluk Albern.
" Kau masih begitu gagah teman."
" Seperti yang kau lihat Al, memiliki anak yang hebat membuatku tidak banyak bekerja."
" Ya… ya…. Kau selalu memuji muji putra angkat mu itu."
Rodriguez hanya tersenyum simpul. Ia melihat sekeliling membuat Albern sedikit betingkah aneh.
" Mengapa kau begitu gelisah Al."
" Ooh tidak apa apa. Biasa gula darahku sedikit naik jadi agak tidak enak ke badan."
" Oh begitu."
Please, ku harap kalian akan sampai di tempat persembunyian dengan aman. Harap Albern dalam hati.
" Oh iya dimana Darrius, aku tidak pernah melihatnya."
" Haah… kau tau kan Rod, dia tidak tertarik di dunia bawah. Dia lebih suka menjadi pengusaha. Bahkan aku sekarang berpikir untuk pensiun Rod."
" Hahahah bagus kalau begitu. Jadi Black Wolf tidak lagi punya saingan."
Albern memicingkan matanya mendengar ucapan Rodriguez. Ia merasa ada makna yang tersirat dalam ucapan teman lamanya itu. Rodriguez yang paham arti tatapan Albern pun tergelak.
" Hahaha ayolah aku hanya bercanda. Baiklah sepertinya sudah cukup kunjunganku kali ini. Aku harus pergi dulu Al. Ada masalah yang harus ku urus."
Albern mengangguk, ia mengantarkan temannya itu sampai ke pintu depan markas.
" Hmmm sepertinya aku mencium kelinci di sini."
" Maksudmu apa Rod?"
" Hahaha tidak ada. Biasa penciuman Serigala itu selalu tajam. Dia akan mencium aroma mangsanya meskipun mangsa itu sudah tidak ada di tempat. Haaah…. Ya sudah teman aku pergi dulu."
Albern merasa aneh dengan ucapan Rodriguez, " Apa dia tahu kalau Harold dan istriny abaru saja dari sini. Aku harus menghubungi Calrk agar mereka hati hati."
Albern kembali masuk ke markas, sedangkan Rodriguez di mobilnya menyeringai. Ia menggeleng gelengkan kepalanya sendiri.
" Dasar kau Al, tetap saja ceroboh. Aku bukanlah orang yang bisa kau bodohi. Ingat aku ini masihlah Black Wolf. Serigala tidak akan pernah melepaskan mangsanya dna perlu diingat aku masih memiliki orang orang yang setia kepadaku."
TBC
__ADS_1