
Silvya yang berada di mobil, pikirannya selalu tertuju kepada suaminya. Dia belum mendapatkan kabar dari Drake mengenai lokasi Dika dibawa. Silvya sedikit takut jika Dika diculik oleh organisasi sepertinya.
" Apakah ini sebuah karma? Tidak ..... tidak aku tidak boleh berpikir seperti itu. Aku yakin Mas Dika baik-baik saja."
Di tengah kegundahannya, tiba-tiba ponsel Silvya berbunyi ternyata itu adalah dari Drake.
" Yes Drake, what did you get?"
" I got the location, kamu pasti akan terkejut jika mengetahuinya Q."
" Jangan membuatku penasaran. Lekas berikan kepadaku."
" Baiklah… dan berhati hatilah. Apa aku perlu meminta Geoff menyusulmu?"
" Tidak perlu dia sedang melakukan tugas lain dariku."
" Baiklah kalau begitu."
" Thank you Drake."
Silvia langsung membuka lokasi yang dikirimkan oleh Drake. Dan benar saja Dia sangat terkejut melihat Di mana lokasi tersebut.
" Ini …. ini kan di dermaga. Bukankah ini milik si …. Ya ampun Apa yang dia lakukan kepada Mas Dika."
Silvya menekan pedal gasnya semakin dalam dan melajukan mobilnya ke dermaga. Tampaknya Silvia tahu siapa yang membawa Dika, maka dari itu dia begitu khawatir terhadap suaminya. Dalam hati Silvia tidak putus berdoa agar suaminya baik-baik saja.
Hanya sekitar 30 menit Silvya sudah sampai di Dermaga. Masih menggunakan high heel nya Silvya tampak luar biasa dengan sebuah pistol di tangannya. Rambut panjang berkibar terkena hembusan angin laut.
Ternyata Drake mengirimkan sekitar 7 orang untuk membantu Silvya. Mereka menunduk hormat kepada sang Queen.
" Jangan mengambil keputusan sendiri. Ikuti perintahku."
" Siap Queen."
" Bagus… ayo masuk."
Merasa sebagai tamu tak diundang Silvya kembali memasukkan senjatanya di balik blazer. Ia mulai menaiki sebuah speedboat untuk menuju ke kapal pesiar yang tidak jauh dari dermaga. Kapal pesiar tersebut memanglah sebuah kapal mewah yang biasa digunakan oleh kaum borjuis untuk sekedar menepi dari hiruk pikuk perkotaan.
Butuh waktu 15 menit untuk Silvya sampai disana. Seseorang melihat Silvya dan langsung melaporkan kepada Tuannya.
" Tuan… kita kedatangan tamu."
" Siapa itu?"
" Q Tuan…"
" Q pemimpin Wild Eagle? Woaah ada angin apa gadis itu datang mencariku. Biarkan dia masuk."
" Baik tuan."
Orang tersebut pun langsung memberitahu para anak buahnya untuk membiarkan Silvya masuk. Bahkan salah seorang diminta untuk mengantarkannya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan memasuki kapal pesiar tersebut Silvya hanya berdecak.
" Tck..dasar Si Tua Frederik. Dia masih suka bersenang senang begini. Kapal pesiarnya kali ini lebih mewah dari yang tempo hari dan yang pasti dia tidak mau rugi."
Kapal pesiar tersebut memang sangat mewah. Di dalamnya terdapat sebuah bar dan kasino yang begitu luas. Pria yang bernama Frederik tersebut bagai memindahkan kasino yang terkenal di Las Vegas ke kapal pesiarnya.
" Oh my Queen… What are you doing here baby."
" Tck… don't call me baby Frederik. Aku sangat geli mendengarnya."
" Hahahha… so… Apa yang kamu lakukan di kapal milikku. Berkali kali aku mengundang kamu tapi kamu selalu menolak. And now, kamu datang sendiri tanpa aku undang. What do you want, Queen?
Silvya menghembuskan nafasnya kasar. Ia lalu duduk di sofa depan Frederik. Berurusan dengan pimpinan dari pengusaha kasino yang telah menyebar ke seluruh dunia itu sedikit membuat Silvya kerepotan.
" Kau membuat kerusuhan di wilayahku Erik."
" What do you mean Queen?"
" Don't deny it, soalnya orang yang kau bawa itu adalah orang ku."
Frederik sedikit tersentak dengan ucapan Silvya. Pasalnya ia sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu detail data dari dokter tersebut. Dan disana tidak ada informasi yang mengatakan bahwa dokter bedah tersebut memiliki hubungan dengan Silvya.
" Wait… are you kidding me Queen?"
" No… I'm serious."
" Pet… bawa dokter itu kemari. Sekarang."
" Tunggu Q… aku masih tidak paham. Apa hubunganmu dengan dokter itu. Apa dia adalah anak buahmu yang menyamar?"
" Bukan."
Silvya enggan menjelaskan lebih panjang lagi kepada Frederik. Yang diinginkan oleh Silvya saat ini adalah melihat suaminya baik baik saja."
Dika yang masih mengecek alat alat untuk melakukan operasi pun terkejut ketika tiba tiba Pat memanggilnya. Soalnya tadi dia disuruh menyelesaikan pengecekan alat dan obat obat yang akan digunakan dengan cepat.
" Dokter… tuan saya memanggil anda."
" Huft… apalagi. Sebentar disuruh ini… Sebentar disuruh itu hei… ini negara merdeka bukan perbudakan. Kalian yang butuh bantuanku mengapa sepertinya aku adalah pesuruh kalian."
Dika berteriak kesal. Sungguh ia merasa marah dengan apa yang orang orang itu lakukan kepadanya. Pat yang melihat kemarahan Dika hanya bisa mendengus. Ia sendiri juga sekedar melakukan tugasnya.
" Maaf dok… sebaiknya anda ikut saya."
" Ya … ya… terserah kalian. Sesuka hati kalian saja lah."
Pat berjalan beriringan dengan Dika menuju ruangan dimana Frederik dan Silvya berada. Dika yang tadinya sangat kesal berubah tersenyum lebar saat melihat istrinya duduk di sana. Dika pun berjalan cepat untuk menghampiri Silvya.
" Sayang… kenapa kamu bisa di sini. Apa kamu menerima pesanku."
Frederik yang mendengar panggilan sayang sang dokter hebat yang terkenal di negeri ini kepada seorang ratu mafia itu sungguh terkejut. Mulutnya bahkan menganga. Tidak hanya Frederik, Pat dan beberapa pengawal Frederik serta anak buah Silvya pun terkejut.
__ADS_1
" Kamu nggak apa apa mas. Apa mereka menyakitimu?"
" Tidak… aku baik baik saja. Hanya aku heran saja. Ngapain mereka membawaku kesini untuk mengoperasi seseorang yang sampai saat ini aku nggak tahu siapa orang nya."
Sylvia mengerutkan keningnya lalu matanya menatap ke Frederik meminta jawaban atas ucapan Dika.
" Erik… bisa kau jelaskan?"
" Im so sorry Q… nampaknya hubunganmu dengan dokter ini tidaklah biasa. Jujur aku tidak bisa melepaskannya saat ini, I need his skills."
" Sebenarnya siapa yang sakit, dan apa yang harus mas Dika lakukan."
" Aku…"
" What?? oh c'mon Erik… jangan bercanda."
" No Q. I'm not kidding. I'm sick. Aku harus melakukan operasi transplantasi hati. Hatiku sudah sangat buruk dan hanya bisa berfungsi 20% saja. Jika tidak segera di transplantasi nyawaku akan melayang. Hahaha."
Silvya terdiam mendengar jawaban Frederik. Memanglah sedari tadi Silvya tidak melihat pria tua itu menenggak minuman beralkohol ataupun cerutu. Padahal Frederik sangat menyukai kedua hal tersebut.
Sedangkan Dika yang sedari tadi mendengar perbincangan istrinya dan pria paruh baya itu dilanda kebingungan. Bagaimana sang istri bisa mengenal orang seperti itu. Sedangkan bila didengar Mereka tampak sangat akrab dan telah mengenal lama.
" Maaf jika aku memotong pembicaraan kalian. Tapi sungguh aku bingung. Apa hubungan kalian? Mengapa kalian nampak akrab satu sama lain?"
" Hahaha… dokter Dika tampaknya belum tahu siapa wanita yang ada di sebelah anda ini. Kami adalah sahabat lama. Q sering memberi bantuan pengamanan kepadaku. Dia adalah…."
" Stop Erik… this is my business. let me just tell him."
Frederik mengangkat kedua tangannya tanda ia tidak akan ikut campur urusan pasangan muda itu. Meskipun Dika atau Silvia tidak mengatakannya, namun Frederick cukup tahu bahwa keduanya memiliki hubungan spesial. Ia pun meninggalkan Silvia dan Dika untuk saling bicara terlebih dahulu, sebelum meminta sang dokter untuk mulai melakukan pemeriksaan terhadap dirinya.
" Sayang… What happened? What do you want to tell me?"
" Mas… maafkan aku."
" Apa yang harus dimaafkan… mengapa kamu meminta maaf. Kamu tidaklah salah kepadaku."
Dika sungguh dibuat bingung dengan sikap sang istri.
" Mas...aku ini tidak seperti yang kamu bayangkan."
" Maksudmu?"
" Aku adalah anggota Mafia."
" Apa…..???"
TBC
Ohoooo.... Tahun baru pasangan mafia dan dokter ini akan meramaikan awal tahun. Othor harap dukungannya ya...
Happy reading readers....
__ADS_1