Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia

Doktor Dika'S Wife Is Queen Mafia
BAB 64. Teka Teki Semakin Pelik


__ADS_3

" Kau… Bagaimana kau bisa tahu kejadian itu?


Albern sungguh terkejut mendengar penuturan Silvya. Bagaimana wanita ini bisa mengetahui kejadian tersebut dimana dia belum bergabung ke organisasi waktu itu. Mengenai kejadian yang terjadi 8 tahun silam Albern sendiri sudah melupakannya. Bersyukur dia masih hidup sampai saat ini.


" Karena aku disana Albern. Dan orang yang tertembak waktu itu adalah adikku. Dia adalah saudara kembar ku."


" Apa… bagaimana mungkin itu bisa terjadi?"


" Seharusnya aku yang bertanya, bagaimana bisa kalian menembak seorang remaja. Dasar sampah."


Albern terdiam. Begitu juga Clark. Clark juga tak kalah terkejutnya mendengar penuturan Silvya. Keduanya sungguh terkejut mengetahui fakta mengenai ornag yang tertembak adalah adik dari Silvya.


" Sudah tidak usah saling pandang begitu. Cepat katakan apa yang terjadi di sana."


Silvya tidak memindahkan tangannya yang memegang pistol dari kepala Albern. Bahkan Silvya semakin menekankan pistol itu di kening milik Albern.


Albern tentu saja merinding merasakan dinginnya benda yang berisi timah panas itu menempel di kepalanya. Ditambah lagi tatapan tajam mata Silvya yang seakan menembus jantungnya menghentikan nafasnya.


" Baik… Aku akan ceritakan.. Tapi… bisakah kau menjauhkan pistolmu itu dulu."


" Tck… lemah."


Silvya menarik pistolnya. Akhirnya Albern dapat bernafas dengan lancar kembali.


" Waktu itu di taman bermain Gembira Ria, kami para organisasi memang mengadakan pertemuan. Semuanya memang berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Hingga Rodriguez dari organisasi Black Wolf berkata sombong. Ia begitu menyombongkan sang putra."


Flashback on


" Kalian lihat lah ini adalah putraku. Arduino Rodriguez.. Putra ku yang hari ini berulang tahun ke 17. Apa kalian tahu, dia sangatlah hebat. Di usianya yang sekarang dia sudah memiliki keahlian setara pasukan khusus."


Arduino pun berdiri lalu membungkuk untuk memberi hormat ke semua orang yang datang. Semua orang memang menatap kagum terhadap Arduino. Namun kasak kusuk pun keluar dari bibir mereka setelah mendengar ucapan Albern.


" Yo… lihatlah. Bukankah mereka tidak mirip sama sekali. Semua orang juga tahu kau tidak memiliki putra Rodriguez."


" Jaga mulutmu Albern."


Rodriguez tampak murka dengan ucapan Albern tersebut.


" Hahaha aku memang benar kan. Kau memungut anak itu. Entah kau ambil dari mana dia itu. Tapi yang kutahu pasti dia bukanlah putramu. Jadi percuma kau membanggakan anak pungut yang tidak jelas asal usulnya itu."


Mendengar fakta tersebut Arduino tentu saja marah. Ternyata dia hanyalah seorang anak pungut dari Rodriguez.


" Apa benar begitu Dad?"

__ADS_1


" No son. Kau adalah putraku, apapun yang kau dengar tidak akan merubahnya. Kau tetaplah putraku son.'


" Hahaha..  Hei bocah. Kau jangan bangga. Kau hanya dijadikan alat oleh Rodriguez. Dia hanya memperalatmu. Apa yang dia lakukan untukmu hanya semata mata demi kepentingannya sendiri."


" Badjingan kau Albern tutup mulut busukmu itu."


Rodriguez dan Arduino sama sama mengambil sebuah pistol dari saku mereka dan mengarahkannya kepada Albern. Merasa nyawanya terancam, Albern langsung mengambil langkah untuk pergi meninggalkan pertemuan itu.


Albern pun berlari ke sembarang arah. Namun ia memang sengaja membaur ke kerumunan agar bisa mengecoh ayah dan anak itu. Dia berpikir kedua orang itu akan menghentikan aksinya saat ada warga sipil. Namun dugaan Albern salah. Rodriguez tetap melepaskan tembakannya.


Dor…. Dor ..


Na as, tembakan yang dilepaskan Arduino tepat mengenai lengannya. Sedangkan  tembakan Rodriguez meleset dan mengenai orang lain.


Albern pun segera berlari menjauh dibantu oleh Clark. Dia khawatir tertangkap dandihabisi oleh Rodriguez.


Flashback off 


Silvya mencerna setiap ucapan Albern. Memang ada yang berbeda dari keterangan yang diberikan Albern dan Geoff waktu itu.


" Mengapa Geoff mengatakan hanya Arduino lah yang menembakkan senjata?"


" Huftt… mereka mana tau cerita aslinya. Wild Eagle datang setelah kejadian itu berakhir. Dan mungkin dia mendapat cerita tersebut dari orang orang Black Wolf."


" Apalah Arduino itu memang bukan darah daging Rodriguez?"


Sylvia mencoba menarik benang lurus dari dua cerita tersebut serta menghubungkannya dengan cctv yang ia dapat dari Mr. Sun. Cerita Albern lah yang lebih mendekati ketimbang cerita Geoff. Mungkin memang benar bahwa Geoff dan Drake sampai di lokasi saat kejadian itu sudah berlangsung.


" Jadi… kesimpulan dari cerita mu adalah bukan Arduino yang menembak Adikku tapi ayahnya, Rodriguez?"


Albern mengangguk membenarkan ucapan Silvya.


" Apakah kau bisa menjaminkan untukku?"


" Aku berani bersumpah Q. Nyawaku yang akan jadi jaminannya."


" Tapi satu pertanyaan lagi pak tua, mengapa di cctv yang terekam, pria muda itu tampak terpukul sekali dan ada seorang pria paruh baya yang menenangkannya."


Silvya mengeluarkan sebuah tablet dari tas kecil miliknya dan memperlihatkan rekaman cctv tersebut kepada Albern.


Albern melihat rekaman cctv tersebut dengan seksama.


" Q, cobalah lihat. Pria muda ini bukankah sedikit mirip dengan remaja yang tertembak?"

__ADS_1


Sebenarnya Silvya merasa hal yang sama, bahkan waktu itu suaminya itu juga mengatakan hal demikian. Namun Silvya mencoba mengacuhkan itu. Dia tidak akan goyah dengan hal tersebut.


" Jangan hiraukan itu, katakan mengapa sepertinya pria yang kau  katakan sebagai orang yang menembakmu itu seperti begitu terpukul. Ia ingin mendekat ke arah kami namun dihadang."


Albern membuang nafasnya kasar.


" Q.. Kau tidak tahu siapa Rodriguez. Dia adalah pria licik yang kejam. Dia pandai memanipulasi. Menurutku dia mengatakan kepada Arduino bahwa putranya itulah yang menembak adikmu. Padahal yang ditembak Arduino itu adalah aku."


" Tapi apa tujuannya?"


" Maaf Q, untuk itu aku tidak tahu sama seklai."


Silvy terdiam. Semakin diketahui teka teki penembakan Zion malah semakin rumit saja. Sebenarnya siapa itu Rodriguez. Apa memang keluarga mereka ditargetkan olehnya? Tapi untuk apa dan mengapa?


Berbagai macam pertanyaan muncul dalam otak Silvya. Ia pun menjatuhkan tubuhnya ke lantai.


" Q… Aku turut berduka dengan kematian adikmu. Mungkin aku menjadi salah satu penyebabnya. Maafkan aku Q."


Albern merasa ikut andil dalam tragedi tersebut. Sungguh kali ini benar benar merasa bersalah. Kalau saja mulutnya bisa diatur mungkin penembakan itu tidak akan terjadi.


" Sudahlah pak tua, bukan salahmu juga. Kau hanya berlari menyelamatkan diri. Dan mungkin sudah jadi takdir Zion meninggal dengan keadaan seperti itu. Tapi aku tetap harus mencari kebenarannya."


Silvya bangkit dan memasukkan kembali tablet ke tas kecilnya. Ia pun berjalan ke luar.


" Q, apakah kau mau ke markas Black Wolf?"


"Ya, hanya di sana lah aku bisa mendapatkan jawaban dari semua teka teki ini."


" Berhati hati lah. Black Wolf tidak sesederhana yang kau pikirkan. Doaku bersamamu nak."


" Terimakasih pak tua. Berhentilah bermain main dan temanilah putramu. Kasihan dia kesepian."


Silvya berjalan menjauh menuju mobilnya dan melaju menuju tujuan utamanya. Sedangkan Albern tertunduk lesu. Baru kali ini ia merasa berempati kepada seseorang. Dan kata kata gadis kecil tadi membuatnya sedikit menyadari kesalahannya.


" Tuan…"


" Kita pulang ke kota J Clark. Benar kata gadis ingusan itu, aku sudah terlalu tua untuk semua ini. Kasihan putraku."


" Baik tuan, saya akan menyiapkan kepulangan kita."


" Clark… apakah gadis itu akan baik baik saja? Baru kali ini aku merasa khawatir padanya."


" Q adalah wanita hebat tuan. Aku yakin dia akan baik baik saja."

__ADS_1


" Ya… Semoga begitu. Aku harap kau menemukan keadilan untuk adikmu gadis kecil. Sungguh aku yakin bukan Arduino yang menembak adik mu tapi ayahnya. Dan entah mengapa Arduino itu sangat mirip dengan adikmu yang tertembak. Dia juga sedikit mirip denganmu. Entah apa yang Rodriguez lakukan di masa lalu."


TBC


__ADS_2