
Silvya merasa limbung, bahkan ia hendak terjatuh ke lantai. Arduino yang melihat Silvya begitu shock segera mendekat dan meraih tubuh Silvya agar tidak terjatuh.
" Zion.. Bagaimana bisa… tidak mungkin, waktu itu Zion benar benar. Argh..,. !!!"
" Sttt… tenang lah Silvya, tenang. Jangan membuat keributan atau semua orang akan tahu bahwa Queen Wild Eagle tengah menyusup ke Black Wolf."
Silvya membungkam mulutnya sendiri. Kini air matanya sudah menganak sungai. Arduino memapah Silya untuk duduk di sofa kamar miliknya. Ar lalu mengulurkan segelas air kepada Silvya.
Silvya masih mengamati wajah Ar yang begitu mirip bahkan seperti pinang dibelah dua dengan Zion. Bukannya mengambil gelas yang diulurkan oleh Ar, Silvya malah mengusap wajah Ar. Ia benar benar seperti melihat Zion di sana.
" Minumlah dulu Silvya."
Silvya mengangguk, kali ini ia meraih gelas pemberian Ar dan meminum airnya sampai tandas. Silvya mencoba menguasai dirinya meski sangat sulit.
" Sekarang, bisakah kau bercerita padaku siapa kau?"
" Huftt, apakah wajahku masih kurang jelas untuk menjelaskan siapa aku kak?"
" T-tapi bagaimana mungkin, mom dan dad tidak pernah mengatakan kalau anaknya ada 3."
" Itulah Silvya, aku baru mengetahuinya saat aku sudah menjadi pemimpin Black Wolf. Kita benar benar bersaudara. Bahkan tanpa melakukan tes DNA pun kita terbukti bersaudara. Dan aku… aku bukanlah yang menembak Zion Si. Aku bersumpah demi Tuhan buka aku yang melakukannya."
Silvya mengangguk, ia sendiri tahu bukanlah Arduino yang menembak Zion. Namun otak Sikvya masih berushaa mencerna, semua ini sungguh diluar nalar. Bagaimana bisa setelah hidup 25 tahun ia baru mengetahui bahwa dia memiliki saudara yang lain.
" Aku sudah berusaha mencari tahu tapi aku belum juga menemukan bukti bagaimana Rodriguez bisa membawaku dan apa hubungan dia dengan kedua orang tua kita."
Greb
Silvya memeluk Arduino seketika. Ia bahkan sedikit tidak memedulikan cerita Ar. Sedangkan Ar ia tersenyum mendapat pelukan dari Silvya. Sebenarnya Ar juga merasakan sebuah kerinduan kepada keluarganya. Oelukan hangat dari saudara itu sungguh membuatnya nyaman, pelukan yang selalu Arduino rindukan tentunya
" Ar apakah kau tidak marah karena kami tidak mencarimu?"
" Tidak kak, aku bahkan yakin mom dan dad tidak tahu bahwa aku masih hidup."
Silvya melepaskan pelukannya, ia menatap lekat mata sang adik. "Apakah jika aku melakukan sesuatu kepada Rodriguez kau akan keberatan?"
"Jangan sembarangan kak, kau tidak tahu betapa kejamnya dia. Biarkan aku yang menangani ini."
" Tidak!! Aku akan menghancurkan orang yang telah menghancurkan keluargaku."
Arduino membuang nafasnya kasar. Benar ternyata kabar burung yang beredar bahwa Queen Wild Eagle memanglah orang yang keras kepala.
" Huft… jangan terburu buru, aku juga belum mengetahui alasan apa yang membuatnya mengambilku dari kalian. Dan juga aku tidak mau disalahkan oleh suamimu jika terjadi apa apa denganmu."
" Eh… kau...bagaimana kau tahu aku sudah menikah."
__ADS_1
" Aku menempatkan orang kepercayaanku di sekitaran mom dan dad. Jadi aku tahu."
Arduino tampak lesu. Air mukanya selalu berubah sendu ketika mengucapkan mom dan dad nya.
" Apakah kau merindukan mommy dan daddy."
" Tentu… "
Silvya menghembuskan nafasnya perlahan. Anak mana yang tidak rindu pertemuan dengan keuda orang tuanya. Meskipun terpisah ikatan itu tetaplah ada.
Keduanya kini duduk bersama dan menyusun rencana. Silvya akan tetap berakting menjadi pelayan Arduino sambil mencari kelemahan Rodriguez. Dan Arduino akan berusaha mengungkapkan alasan dibalik Rodriguez mengambilnya dan membawanya pergi dari keluarganya.
Sungguh Ar begitu marah, namun dia berusaha untuk tetap tenang. Dia tidak ingin Silvya ikut marah dan berbuat nekat. Di sini dia harus menjaga keselamatan sang kakak. Meskipun tidak pernah bertemu namun ia merasa begitu dekat dan sayang kepada Silvya. Mungkin ini yang dinamakan ikatan batin anak kembar.
" Tapi aku sedikit heran, sepertinya Rodriguez begitu menginginkan kita berselisih dan membunuh satu sama lain."
" Bagaimana maksudmu Ar."
" Iya, semalam dia bertanya apakah Wild Eagle pernah menyinggung Black Wolf meskipun sedikit? Aku jawab tidak pernah."
Silvya mencerna setiap ucapan Arduino ia merasa ada sebuah hal yang diinginkan Rodriguez terhadap keluarganya.
" Apa dia memiliki dendam kepada orang tua kita Ar. Tapi sejauh ini aku tidak pernah tahu mommy atau daddy punya musuh."
" Baiklah, kesampingkan itu dulu dan segera benahi riasanmu, aku takut tiba tiba dia muncul disini."
Tok...tok….tok
" Ar, apa kau di dalam."
Silvya dan Arduino saling pandang. Apa yang mereka khawatirkan terjadi juga.
" Sekarang kau duduklah di pangkuan kak."
" Jangan gila apa maksudmu."
" Tck… cepatlah."
Silvya menurut saja apa yang dikatakan Arduino. Ia tidak tahu apa yang adiknya itu rencanakan.
" Aku di dalam dad, masuklah."
Ceklek…
Rodriguez masuk dan sedikit terkejut saat ia mendapati Ar tengah memangku seorang wanita. Posisi yang begitu intim. Namun, Rodriguez merasa aneh karena wanita itu sangat asing.
__ADS_1
" Wooaah. Maaf Daddy mengganggu kesenanganmu. Tapi siapa dia."
" Dia pelayan pribadiku yang baru Dad, tapi tampaknya aku menyukainya. Biarkan dia jadi penghangat ranjangku. Aku suka modelan begini dad gadis desa yang lugu."
Secara spontan Arduino mencium pipi Silvya dan mengusap paha sang kakak. Silvya memelototkan matanya melihat perlakuan Arduino.
Astaga anak ini, aku ingin segera menjewer telinganya. Gumam Silvya dalam hati
" Hahahah, dasar anak muda. Baiklah terserah asalkan kau suka son. Oh iya Wild Eagle tidak melakukan apa apa memangnya?"
Mendengar nama Wild Eagle disebut seketika tubuh Silvya menegang namun oleh Arduino tangan Silvya digenggam erat. Ar tahu Silvya tengah begitu penasaran.
" No dad, mereka sangat tenang. Sebenarnya kenapa Daddy selalu menanyakan itu."
" Huft… aku hanya tidak suka dengan mereka. Rasanya aku ingin menghilangkan mereka dari dunia bawah. Wild Eagle selalu menjadi penghambat untuk Black Wolf."
" Oh begitu, lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah aku perlu menyerang markasnya dan menghabisi semua orangnya?"
" Tidak… aku hanya ingin ketua mereka. Aku ingin kau bisa membunuh Queen."
Deg
Dada Arduino bergemuruh. Ia kini tahu bahwa Rodriguez memang menargetkan Silvya bukanlah Wild Eagle. Tubuh Ar pun menegang menahan lupaan marah. Silvya yang tahu perasaan Ar tiba tiba memeluk adiknya itu. Dia membisikkan sesuatu dengan sangat pelan.
" Santailah, dan bersikap senatural mungkin atau pria tua itu akan curiga."
Ar kembali mengatur nafasnya dna menormalkan gemuruh yang ada di dada nya.
" Mengapa Dad ingin aku membunuh Queen?"
" Wanita itu yang merupakan penghalang terbesarmu. Jika dia tidak ada daddy yakin kau akan menjadi ketua mafia nomor satu yang tak tertandingi."
" Woaaah benarkah begitu dad. Baiklah aku akan mencari Queen dan menghabisinya."
" Bagus… itu baru putraku. Baiklah aku tidak akan mengganggu kesenanganmu Ar. Nampaknya wanitamu sudah tidak sabar. Aku keluar dulu."
" Thanks dad atas pengertiannya."
Rodriguez berjalan keluar pintu. Ceklek, brak. Setelah pintu ditutup Arduino meninjukan tangannya ke dinding belakang sofa nya.
" Brengsek, dia memang berusaha menghancurkan keluarga kita."
Silvya beranjak dari pangkuan Arduino ia mengangguk setuju dengan pemikiran Ar.
" Sepertinya selama ini dia memanipulasi mu agar membenci kami. Dan dia ingin menghancurkan kita melalui tanganmu."
__ADS_1
" Bajingan kau Rodriguez. Argh…..!!!"
TBC