
Ini adalah kisah nya kakak pertama dokter Dika ya. Jika teman teman sudah baca dokter Dika pasti nama Radian Nareen Dwilaga tidak akan asing.
Maaf kemarin sudah bikin mengenai dokter Bisma tapi Othor hapus dan Othor pilih ini dulu. Next mungkin akan othor keluarkan yang dokter Bisma nya. Atau mungkin yang Arduino saudara kembar Silvya atau mungkin Ana adiknya Kai.
He he he he...
Othor kana berusaha membuat cerita sebagus mungkin, tapi sekali lagi maaaaaafffff banget jika masih ada yang belum puas.
Othor menulis memang hobby dan memang karena suka. tapi kembali lagi othor tidak mungkin bisa memuaskan semuanya. Othor akan berusaha up sehari minimal 1 dan insyaaAllaah bulan depan minimal 2.
Semoga readers selalu mendukung othor ya. Dukungan readers adalah harta berharga bagi penulis. jadi jangan lupa tinggalin jejak... Minimal like. Sttt othor nulisnya tengah malem lho, jadi biar othor semangat kalau diberi like heheheh.
Oh iya selain Dika readers sudah baca yang lain belum karya othor. Ini othor bisikin ya,
CEO TENGIL MEET GURU TOMBOY (END)
ANAK JENIUS MOM SITA ( END)
CASANOVA INSAF (END)
DOKTOR DIKA'S WIFE IS QUEEN MAFIA (END)
MY BILLIONARE HUBBY (ON GOING)
Yukkk lanjut... Berikut cuplikan bab 1 nya. Jika sudah kepo cus langsung ke sana ya.
BAB 1
Pagi hari yang sibuk, seorang gadis tengah terburu buru saat mengetahui dirinya kesiangan bangun tidur.
" Sial... Tidak ada yang membangunkanku."
Ia pun segera ke kamar mandi dan hanya mencuci mukanya serta menggosok giginya. Rambutnya yang panjang ia sisir sebentar dan diikatnya sembarangan.
" Ya... Inilah yang terjadi jika setelah subuh tidur lagi."
Gadis itu bergumam pelan sambil memasukan beberapa buka dan bahan yang ia akan serahkan untuk pengajuan judul skripsinya.
__ADS_1
Tak...tak...tak....
Gadis itu berlari menuruni tangga. Ia pun melewati ruang makan tanpa menoleh sama sekali.
" Hasna sarapan dulu."
Gadis itu bergeming ia mengacuhkan panggilan sang ayah.
" Huh... Dasar anak itu benar benar tidak tahu aturan."
" Sudahlah mas, mungkin dia buru buru."
" Iya pa, Hasna eh maksud Reni kak Hasna mungkin ada kelas pagi."
Hasna yang mendengar ucapan nenek lampir dan anak kunti itu hanya memutar bola matanya dengan jengah.
Hasna yang sudah ditunggu ojek langganannya oun segera meluncur.
" Ayo mang... Kita lets go!!!"
" Asiaap non...."
Meskipun ada mobil di rumahnya yang disediakan oleh sang papa Hasna menolah untuk memakainya. Ia lebih suka minta diantar oleh Mang Jaja tukang ojek yang mangkal depan komplek nya. Dan sudah selama 2 tahun ini Hasna menggunakan jasa Mang Jaja untuk mengantarnya kemana pun.
" Lah kan baru jam 7 kurang neng, biasanya mgampus jam 8."
" Iya mang, hari ini mau ketemu dosen pembimbing skripsi. Jam 7 harus udah sampai di ruangannya kalau telat Hasna bisa end mang."
Mang Jaja tertawa mendengar ucapan Hasna. Gadis yang ceria itu selalu membuatnya merasa senang. Mang Jaja bersyukur bisa bertemu dengan Hasna gadis cantik yang baik itu pernah menolongnya saat sang istri sakit. Hasna dengan sukarela memberikan gaji nya untuk membayar biaya pengobatan sang istri.
Hasna memang bekerja sebagai pelayan di sebuah cafe untuk dan menjadi penulis novel online untuk memenuhi printilan kehidupannya sehari hari. Lagi lagi ia tidak mau menggunakan kartu sakti pemberian sang papa. Ia hanya menggunakan uang itu untuk biaya kuliahnya saja.
Semenjak mama nya meninggal hidupnya sunggub berubah. Masuknya wanita lain dan seorang gadis yang mengaku sebagai adiknya ke rumahnya 4 tahun lalu membuat gadis 23 tahun itu sungguh syok.
Ia sungguh tidak menyangka sang papa memiliki istri lain dibelakangnya dan sang mama. Dan yang lebih mengejutkan gadis muda yang bernama Renita itu adalah anak kandung papa nya. Hati Hasna sungguh sakit mengetahui fakta tersebut.
Pria yang ia anggap sebagai sosok ayah sempurna itu ternyata menyimpan wanita lain dibelakangnya. Pantas saja belum ada sebulan meninggal Yudi sudah membawa Priska dan Renita masuk ke rumahnya. Dan mulai saat itulah surganya berubah menjadi neraka.
Ciiiit......
Motor Mang Jaja berhenti tepat diparkiran Universitas Nusantara. Hasna langsung berlari sambil berteriak kepada Mang Jaja.
" Mang... Ongkosnya nanti ya."
__ADS_1
Pria 40 tahun itu hanya mengangkat jempolnya dan tersenyum melihat kelakuan Hasna.
Tak...tak....tak....
Hasna berlari sambil melihat jam yang melingkar di tangan kanannya.
" Pleasee pleaseee.... Sampai sampai.. Jangan telat .... Jangan telat....."
Hasna merapal doanya selama berlari menuju ruangan sang dosen.
Saat sampai di depan ruangan dosen tersebut ia pun berhenti untuk mengatur nafasnya yang tersengal.
Huft...... Fiuuuuhh.....
Tok...tok...tok...
" Masuk...."
Suara bariton khas seorang pria dewasa terasa begitu dingin sehingga membuat dada Hasna seperti disiram es.
" Selamat pagi pak... Saya Hasna mahasiswa fakultas Manajemen Bisnis yang akan melakukan bimbingan skripsi."
" Anda telat 2 menit. Silahkan kembali lagi besok."
" Apa.... Pak please pak... Saya harus mengajukan judul sekarang. Saya mohon."
Hasna berusaha memohon kepada sang dosen agar mau mengampuni keterlambatan waktunya.
" Jika saya membiarkanmu maka kamu pasti akan mengulanginya lagi nanti. Silahkan keluar dan temui saya besok pagi di jam yang sama. Saya harus segera masuk kelas. Mahasiswa di sini yang membutuhkan saya bukan hanya kamu tapi banyak."
Hasna sungguh geram melihat sikap sombong dan angkuh sang dosen di depannya. Tangannya mencengkeram tas nya dengan erat.
" Dosen sialan, sombong amat sih. Pengen aku jambak rambutnya." Batin Hasna.
" Jangan mengumpat saya dalam hati, saya peringatkan kamu tidak akan lulus tepat waktu jika tidak disiplin."
Dosen killer itu melenggang pergi meninggalkan Hasna dengan sejuta kekesalan dalam hatinya.
Ia pun melangkah dengan lesu menuju perpustakaan.
Selanjutnya langsung kepoin ke sana ya....
Terimakasih,,,, Matursuwun....
__ADS_1