
Malam hari telah tiba dan Silvya masih berkutat di ruangan kantor perusahaan dengan begitu banyak pekerjaan.
" Q… Ayolah kita pulang dulu. Aku sudah tidak sanggup. Ini semua tidak akan selesai dalam waktu satu hari. Meskipun kita bermalam di sini untuk menyelesaikannya tetap tidak akan selesai."
Silvya setuju dengan ucapan Ian. Ia pun segera berdiri dan mengajak Ian untuk pulang.
" Baiklah ayo pulang."
" Yes… begitu dong dari tadi. Mata udah pegel pinggang rasanya mau patah dan kaki juga tangan mulai kesemutan."
Silvya hanya memutar bola matanya dengan malas mendengar gerutuan Ian.
" Kita satu mobil, kita ke markas."
" Ke markas?? Ngapain Q, kau tidak kangen dengan suami mu kok tidak pulang tapi malah ke markas."
" Tck… lama lama kau sungguh cerewet Ian. Aku akan mengadakan zoom meeting dengan semua anggota Wild Eagle. Lagian hari ini mas Dika dapat tugas jaga malam jadi aku tidak masalah jika aku harus pulang malam."
Ian terkulai lemas, niatnya untuk istirahat nampaknya harus dikubur dalam dalam. Dengan mengadakan zoom meeting berarti ia tidak akan bisa tidur dan pastinya ia akan jadi moderator karena Ian merupakan salah satu orang yang dihormati di organisasi bersama Geoff dan Drake.
" Sudah cepet jangan kelamaan. Nanti selesainya semakin lama dan kita tidak bisa istirahat."
" Huft… baiklah."
Ian menurut, ia pasrah dengan pengaturan Silvya. Ia pun segera menyalakan mobil lalu menekan pedal gas nya dalam untuk segera menuju ke markas.
*
*
*
Ceklek….
" Drake, apakah semuanya sudah siap?"
__ADS_1
Drake mengangguk tanpa menoleh i sedang menghubungkan semuanya di layar monitor dengan markas agar mereka bisa jelas mendengarkan apa yang akan disampaikan Silvya.
Tak… tak...tik...tak...tik...tak
Jari jari Drake menari di atas keyboard, ia sangat serius dengan apa yang dikerjakan. Namun tiba tiba ia menghentikan jarinya lalu menatap ke arah Silvya. Drake membuang nafasnya kasar.
" Q… Apakah benar yang ingin kau lakukan ini?"
"Ya Drake, apa kau keberatan?"
" Tentu tidak. Apapun yang jadi keputusanmu aku akan mendukungnya. Aku hanya takut. Takut mereka semua marah dan tidak setuju lalu pada akhirnya mereka memberontak."
Silvya tahu apa yang jadi kekhawatiran saudara nya itu. Tidak hanya Drake, Ian dan Geoff pun sebelumnya sudah mengatakan hal yang sama.
" Tenanglah Drake, aku bisa mengatasi ini. Baiklah kapan kita akan mulai."
" 10 menit lagi semua akan siap dan kita akan terhubung ke seluruh anggota Wild Eagle."
" Q… kau tidak istirahat dulu."
" Tidak nanti saja Ian saat semuanya sudah selesai. Masih ada yang mengganjal di dada."
" Baiklah Q dalam hitungan mundur kita akan mulai tiga, dua, satu. Go…"
Drake menekan tombol enter di keyboard miliknya dan semua anggota terlihat fi layar monitor.
" Selamat malam semua. Ini adalah Ian. Hari ini Queen ingin menyampaikan sesuatu yang amat penting kepada kalian semua. Mohon dengarkan terlebih dulu dan jangan memotong. Kalian bisa bertanya saat Queen selesai dengan penjelasannya. Jika mengerti, anggukan kepala kalian."
Semua anggota Wild Eagle mengangguk. Namun dalam diri mereka bertanya tanya apa yang akan Queen mereka sampaikan.
" Salam Hormat untuk semua saudaraku di Wild Eagle. Aku Queen sebagai pemimpin Wild Eagle ingin menyampaikan sesuatu hal yang menurutku sangat penting. Sebelumnya aku sungguh minta maaf jika selama menjadi pemimpin Wild Eagle masih banyak kekurangan dan tidak bisa membuat kalian semua puas. Hari ini aku Queen ingin membubarkan Wild Eagle."
Perkataan Silvya tentu saja mengejutkan semua orang yang mendengarkan nya. Terlihat dari ekspresi mereka yang kaget dan tak sabar ingin bertanya. Namun mereka tadi sudah diperingatkan oleh Ian agar mendengarkan penjelasan Silvya terlebih dulu hingga selesai.
" Dari ekspresi kalian aku tahu kalian terkejut oleh keputusanku ini. Namun aku punya hal lain juga untuk disampaikan. Aku ingin mengubah Wild Eagle menjadi agen keamanan baik untuk pribadi ataupun instansi. Kalian boleh menyebutnya bodyguard atau security. Jika kalian setuju nantinya kita akan membuat Wild Eagle berbadan hukum jadi usaha yang akan kita lakukan ini jelas."
__ADS_1
Silvya menghentikan ucapannya, ia sejenak melihat ekspresi para anggota nya. Ada perubahan ekspresi di wajah mereka, ada yang setuju namun ada juga yang meragu.
" Namun jika kalian tidak setuju, aku akan mundur menjadi pemimpin Wild Eagle dan kalian bisa melanjutkan semuanya. Namun saat aku memutuskan mundur maka aku tidak ada sangkut pautnya lagi dengan kalian dan Wild Eagle."
Semua orang terlihat saling berbicara dengan rekan yang ada di sampingnya. Mereka berpikir jika Silvya mundur mereka pun bukanlah apa apa. Selama ini mereka bernaung dibawah Wild Eagle dan keagungan nama Silvya.
" Jika kalian tidak setuju Wild Eagle dibubarkan maka aku, Drake dan Geoff akan mundur. Tapi jika kalian setuju maka kami akan tetap menaungi kalian dibawah Wild Eagle yang akan berubah jadi agensi keamanan. Kalian nantinya juga akan dicarikan job yang sesuai dan berada di sekitar mereka. Baiklah kami beri waktu 30 menit untuk berdiskusi. Setelah itu kita akan membuat keputusan."
Ian mengakhiri penjelasannya. Ia membiarkan orang orang itu mencerna dan menimbang apa yang sudah Silvya katakan.
*
*
*
30 menit berlalu, Ian meminta Drake untuk kembali menyalakan rapat virtual tersebut.
" Baiklah saudaraku semua, apa keputusan kalian."
" Apapun yang kalian putuskan aku akan menerimanya. Wild Eagle adalah milik kita bersama. Aku hanya sekedar sebagai simbol karena kebetulan aku adalah pemimpinnya. Jika kalian setuju maka tunjukkan ibu jari kalian. Namun jika kalian menolak kalian silangkan lah tangan kalian."
Semua memahami kode yang diminta Silvia. Pada hitungan ketiga mereka semua mengangkat tangan mereka sesuai apa yang mereka putuskan.
Drake dan Ian sungguh terkejut mendengar jawaban para anggota Wild Eagle. Bahkan Silvya pun sampai meneteskan air matanya. Mereka hampir 90% mengangkat ibu jari mereka tanda setuju dengan usulan Silvya mengubah Wild Eagle.
" Syukurlah. Terimakasih, terimakasih banyak atas kepercayaan kalian. Sungguh kau sungguh terharu. Mulai sekarang tidak ada lagi bos dan anak buah. Kita adalah rekan. Kita adalah partner."
Seseorang di antara mereka ada yang mengangkat tangan ingin bicara.
" Terimakasih Queen, kami selama ini hidup di bawah naungan mu. Dan kami akan mengikuti apa yang jadi keputusanmu. Kami yakin kamu pasti akan melakukan yang terbaik untuk kami. Bagi kami, kau tetaplah Queen kami terlepas adanya Wild Eagle atau tidak. Thank You Queen."
" Thank you My Queen."
Semua anggota serempak mengucapkan terimakasih kepada Silvya. Hal tersebut sungguh membuat Silvya terisak. Ia begitu bersyukur ternyata semua nya begitu lancar.
__ADS_1
Drake dan Ian pun ikut merasa haru. Ketakutan ketakutan yang tadi dirasakan pun sirna seiring persetujuan semua anggota Wild Eagle. Semuanya kompak berpelukan dengan rekan yang ada di sampingnya.
TBC