Duchess Is Mine

Duchess Is Mine
DIM. 30


__ADS_3

DIM. 30


“Dian kemana? Nggak biasanya absen main ke basecamp.”


Daru yang mendapat pertanyaan demikian menggelengkan kepala. Sembari memasukkan beberapa keping uang logam bergambar alat musik dari suku Sunda, ia menoleh sebentar setelah memilih minuman mana yang ingin ia ambil dari dalam vending machine. Mesin jual otomatis yang dapat mengeluarkan barang-barang seperti makanan ringan, minuman ringan seperti soda, kopi, susu, dan sebagainya. Vending machine pertama kali diperkenalkan di London, Inggris pada awal tahun 1880-an berupa kartu pos otomatis.


“Dian mungkin sibuk.”


“Iya juga, ya. Mungkin si Dian sekarang lagi zoom meeting sama kedutaan lagi. Dia, kan, memang hetic-nya lain dari pada yang lain.”


“Itu tahu,” sahut Daru seraya mengambil minuman kopi instan dingin dari tempat pengambilan vending machine. Elang selaku seksi keuangan basecamp sengaja menyimpan satu vending machine di basecamp agar lebih mewah, katanya. Supaya lebih asik dan hemat juga saat ingin jajan minuman ringan.



“Gue mau nanya dong,” ujar Elang yang sejak tadi asik menikmati tahu walik dicocol ke saus yang tadi ia beli dalam perjalanan.


Olahan tahu yang memiliki arti tahu dibalik—walik dalam bahasa Jawa berarti dibalik. Sesuai namanya, tahu ini dibuat dengan membalik isi dalamnya jadi berada di luar sebelum digoreng. Biasa isi tahu walik dikreasikan dengan isian aci, udang, ayam, dan sebagainya.


“Nanya apa?”


“Kalau akun media sosial kita di-hack itu biasanya lewat apa? password?”


Daru mengangguk seraya membuka tutup botol kopi instan miliknya. “Menurut seorang pengamat cyber bernama Alfonso Tanudjaya, peretasan bisa terjadi karena kata kunci atau password akun media sosial gampang ditebak. Misalnya password 123456, itu adalah salah satu password yang paling sering dan paling banyak digunakan.”


Elang manggut-manggut mendengarnya.


“Selain itu kebocoran password juga dapat terjadi karena beberapa hal, seperti malware hingga phising. Malware adalah perangkat lunak yang sengaja dirancang untuk menyebabkan kerusakan pada Computer atau jaringan Computer. Sedangkan phising adalah teknik penipuan yang lazim digunakan. Modusnya mereka mengirimkan tautan yang meminta pengguna memasukkan password media sosial dan informasi pribadi. Begitu pengguna memasukan informasi data pribadi dan password, kredensial langsung disimpan oleh peretas. Bisa juga dengan cara menebak password. Cara ini bisa dilakukan jika satu password digunakan untuk berbagai akun.”


“Ada lagi?”


“Ada,” sahut Daru. “Kata sandi juga dapat diretas jika kamu log in menggunakan Computer dan perangkat Computer terkena software jahat. Kata kunci dapat diretas menggunakan teknik Trojan.”


“Teknik apaan tuh?”


“Teknik menyusupkan malware ke perangkat pengguna dengan menyamar. Malware dibungkus perangkat lunak yang telah diinfeksi. Biasanya perangkat lunak terinfeksi ini tidak dapat tersedia di toko aplikasi resmi. Contoh perangkat luna jahat seperti keylogger dan RAT.”


“Udah,” kata Elang seraya mengacungkan sumpit yang menjepit satu tahu walik. Daru menjawabnya dengan anggukan kepala.


“Percuma lo jelasin A sampai B


Z. Gue tetep nggak ngerti.”


Daru mendengus kecil mendengar kalimat itu. “Memangnya kenapa tiba-tiba tanya-tanya soal tata cara akun diretas?”

__ADS_1


“Pengen tahu aja,” soalnya gue mau belajar secara otodidak, supaya bisa retas akun seseorang—lanjut Elang di dalam hati. “Basecamp sepi banget nggak ada anak-anak. Mereka pada kemana sih?”


“Main, atau mungkin hangout. Lagian week days gini mereka punya kesibukan masing-masing.”


“Iya sih. Tapi basecamp jadi sepi,” kata Elang sembari mengeser piring berisi beberapa tahu walik yang masih tersisa beberapa biji. Ia kemudian mengambil satu lembar tisu basah untuk membersihkan tangan. Sekalipun ia menggunakan sumpit untuk makan tahu walik.


Notifikasi beruntun dari telepon pintarnya yang tidak di-silent kemudian mengambil alih perhatian. Daru yang baru saja menghidupkan play station juga sampai terganggu.


“Sorry, sorry. Calon ayang,” kata Elang seraya terkikik geli. Ia kemudian bergerak menyisi ke tempat yang lebih private.


“Halo?”


“Halo, kak.”


“Suara lo kenapa kedengaran kayak lagi bisik-bisik?” Elang menautkan kening kebingungan saat suara seseorang di seberang sana terdengar sangat pelan. Hampir seperti suara bisikan.


“Lo lagi di kamar mandi, ya?” tebak Elang, asal-asalan.


“Kok kakak tahu?” jawab suara di seberang, terdengar kaget.


“Anjir. Beneran di kamar mandi dong?” gelak tawa Elang hampir saja lolos mendengarnya.


“Hm, itu, soalnya di kamar nggak ada sinyal.”


“Pup?” ulang suara di seberang.


“Buang b*rak,” ujar Elang memperjelas. Laki-laki yang menggunakan atasan sweatshirt hitam yang dipadukan dengan celana skinny jeans, alas kaki chelsea boots, serta beanie hat untuk melindungi kepala itu tampak cekikikan sendiri. Lucu juga mengerjai anak orang, batinnya. “Lagian cewek cantik kayak lo teleponan kok kayak nggak ada tempat lain aja. Nggak bau tuh kamar mandi?”


“Bukan gitu ih,” lirih suara di seberang sana. Membantah praduga Elang.


“Terus kenapa tiba-tiba telpon? Ini udah malam loh.” Elang melirik jarum jam di pergelangan tangan kirinya. “Belum tidur?”


“Kebangun. Capella nggak bisa tidur lagi.”


“Oh. Terus, apa hubungannya sama telepon gue?” Lo pikir gue Mimi peri--lanjut Elang di dalam hati dengan senyum miring yang tersungging di bibir. ‘Cih. Ternyata lo selain punya bakat jadi pembunuh, ganjen juga ya,’ batin Elang di dalam hati.


Elang ingat perintah Dan. Ikuti saja permainan gadis di seberang, asalkan tetap jaga hati supaya tidak patah hati seorang diri. Tanpa Elang ketahui, Daru sejak tadi berdiri dengan memegang dua stik game, memperhatikan gelagat Elang dengan mata memicing.


‘Tahu begini lebih baik tadi ikut ayah lembur di perusahaan,’ gerutu Daru di dalam hati.


💐💐


“Kakak bawa mobil?”

__ADS_1


Laki-laki tampan yang menggendong adik perempuannya itu mengangguk. “Karena bawa Drya, jadi bawa mobil.”


“Iya sih. Lebih aman,” sahut Duchess seraya membawakan paper bag berisi buku-buku paket lamanya yang diberikan pada Dyra. “Dyra kayaknya udah ngantuk.”


“Hm. Mungkin capek,” kata Dan seraya menepuk-nepuk punggung sang adik. “Nanti pas sampai di rumah juga bangun lagi.”


“Kok gitu?”


“Dyra pasti bangun lagi kalau tidur tidak sikat gigi.”


Duchess tertawa kecil mendengarnya. “Ya udah, kakak sama Dyra masuk mobil dulu. Ini buku-bukunya Duchess simpan di kursi belakang.”


Dan mengangguk. Ia kemudian berjalan menuju pintu penumpang depan. Dibantu Duchess membukakan pintu, Dan kemudian membaringkan sang adik di kursi yang telah diubah menjadi posisi setengah berbaring. Ia juga tak lupa memasangkan seat belt di tubuh si kecil Dyra.


“Aku pulang.”


“Iya. Hati-hati di jalan.” Duchess tersenyum tipis setelah berkata demikian.


Cup!


“Masuk ke dalam. Udaranya dingin, tidak baik untuk kamu,” pesan Dan sebelum pulang. Ia juga menyempatkan diri untuk mengecup pucuk kepala sang kekasih hati.


“Iya. Duchess masuk setelah kakak sama Dyra pulang.”


“Now, my Duchess,” titah Dan mutlak.


Duchess mengangguk seraya tersenyum tipis. Ia kemudian maju untuk memeluk laki-laki tampan di hadapannya. “Selamat malam. Semoga mimip indah. Jangan marah-marah, Duchess takut kalau kakak marah-marah.”


“Hm.” Dan tak menjawab, namun tetap merespon. Untuk sejenak ia sangat menikmati pelukan hangat dari sang kekasih.


“Duchess punya kakak. Jadi jangan khawatir. Jangan jealous karena kak Dian. Kakak tahu sendiri, kan, posisi kak Dian buat Duchess?”


“….”


“Duchess sayang kak Dan. Kak Dan juga harus sayang Duchess. Jangan terlalu cuek kalau di sekolah, tapi jangan terlalu baik juga sama perempuan lain. Nanti mereka baper, siapa yang repot? Perempuan itu gampang baper.”


Diam-diam Dan mengulum senyum lebar di bibirnya. Sungguh, hanya ia seorang yang tahu perihal sifat Duchess yang satu ini. Posesif? Bisa dikatakan iya. Tetapi posesif ala Duchess beda versi dengan Dan yang lebih ekstrim. Duchess lebih ke mengingatkan Dan supaya laki-laki itu tidak terlalu khawatir, tidak terlalu over thinking dan tidak over posesif.


“Duchess is mine. Aku selalu menanamkan mantra itu di hatiku. Jadi, jangan heran jika aku bersikap berlebihan jika menyangkut kamu,” sahut Dan seraya menjatuhkan kecupan lain di pucuk kepala Duchess.


💐💐


TBC

__ADS_1


Sukabumi 05-08-22


__ADS_2