
DIM. 58
“Sumpah demi Tuhan, tindakan lo itu plot twost banget, Dan!” Laki-laki beranting-anting yang malam ini tampil dengan T-shirt putih sebagai inner, black leather jacket, serta ripped jeans itu berseru. Sesekali ia menyentuh surai hitam miliknya yang dipasang beanie berwarna hitam yang tadinya ditutupi baseball cap hitam.
Di depannya sang lawan bicara yang tampil menawan dengan outfit berupa T-shirt hitam yang dipadukan dengan jeans regular berwarna biru, denim jacket, sneakers, serta black baseball cap yang menutupi sebagian wajahnya tampak tidak memberikan respon berarti. Fokusnya masih berpusat pada layar monitor yang tengah menampilkan hasil rekaman kamera pengawas di area utama tempat usaha milik Derick.
“Tadi rencana gue hampir gatot alias gagal total, kalau lo nggak keluar dari tempat persembunyian lo.”
Elang berdecak heboh. Ia masih belum melupakan gebrakan yang Dan berikan sebagai plot twist di alur permainannya.
Dan masih tak memberikan respon berarti. Ia fokus mengamati. Mengamati satu-satunya sosok yang terekan oleh kamera pengawas, karena tinggal dia seorang yang ada di area utama. Sedangkan yang lain sudah meninggalkan tempat usaha milik Derick semenjak setengah jam yang lalu.
“Udah, nggak usah dipeduliin, Dan. Cewek gila kayak gitu….”
“Apa Derick menyimpan benda tajam di sekitar area bar?” potong Dan tib-tiba.
“Hah?” Elang loading karena tiba-tiba Dan bertanya demikian. “Benda tajam pasti ada lah, macam pisau kecil, gunting, sama temen-temennya. Benda-benda itu ‘kan digunakan untuk membantu….”
Kalimat Ellang tidak lagi selesai diucapkan, karena Dan tiba-tiba beranjak dari posisi duduknya.
“Why Dan?!”
“Gadis itu mencoba melukai dirinya sendiri,” ujar Dan seraya beranjak pergi.
“APA?!”
Elang yang langsung bisa menangkap maksud dari perkataan Dan, bergegas ikut beranjak untuk menyusul Dan. Ternyata, plot twist yang sebenarnya dalam permainan yang tidak sengaja diciptakan itu adalah Capella Megantara. Ya, gadis yang terobsesi setengah mati pada Dan itu baru saja terekam kamera pengawas hendak melakukan percobaan bunuh diri.
💐💐
“Di sini, Pak,” panggil Elang seraya melambaikan tangan.
__ADS_1
Laki-laki yang datang terpogoh-pogoh itu segera menghampiri tiga laki-laki muda yang tengah berdiri di depan pintu unit gawat darurat.
“Di mana Capella?”
Sebagai seorang ayah, laki-laki bernama Elgara itu tentu sangat risau kalau ia mendapat telepon dan arahan agar segera datang ke salah satu rumah sakit milik keluarga Wijaya. Ditambah lagi keterangan bahwa putri semata wayangnya telah dilarikan ke sana.
“Di dalam, Pak. Sedang mendapatkan penanganan.” Dan buka suara, meyambut kedatangan mantan bodyguard Perè-nya itu.
“Apa yang sebenarnya terjadi dengan Capella, Tuan Muda?”
Dan mengangguk paham. “Bagaimana kalau kita bicara di tempat yang lebih tenang, Pak? Kebetulan saya sudah minta tolong pada Om Dean untuk meminjam ruangannya sebentar.”
Elgara mengangguk tanpa banyak tanya. Dan kemudian kembali melanjtkan, “kita tidak hanya bicara berdua, Pak. Ada dokter yang menangani putri Anda, beliau hendak menyampaikan sesuatu.”
“Saya mengerti, Tuan Muda.”
Dan kemudian berpesan pada Elang dan Derick untuk sementara berjaga di depan unit gawat darurat. Sedangkan ia memimpin jalan dengan Elgara yang mengekor di belakangnya. Dan memang sudah bicara secara langsung pada pemilik rumah sakit ini untuk diberikan tempat yang lebih bersifat privasi. Pasalnya ada beberapa hal yang harus diketahui oleh orang tua Capella, namun Dan menolak untuk membicarakan itu di ruang dokter. Ia memilih menghubungi teman dekat sang Mère untuk meminta tolong.
Laki-laki matang yang menggunakan snelli berwarna putih itu membuka pembicaraan.
“Obsessive compulsive disorder?” ulang Elgara.
“Obsessive compulsive disorder atau biasa disebut OCD adalah gangguan mental yang mendorong penderitanya melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengurangi rasa cemas dalam pikiran. Penderita OCD biasanya menyadari tindakannya berlebihan, tetapi mereka tidak bisa melawannya.”
Elgara terdiam di tempatnya berdiri. Kedua telapak tangan yang bertumpu pada pangkuan langsung terkepal kuat. Putrinya menderita OCD?!
“OCD dapat menyerang siapa saja, tetapi cenderung muncul pada rentang suasia 7-17 tahun,” lanjut laki-laki dengan snelli putih dengan nama Dr. George di name tag yang tergantung pada dada tersebut. “Ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan resiko timbulnya Obsessive compulsive disorder atau OCD, yaitu karena faktor genetik—memiliki riwayat OCD dalam keluarga, perubahan pada senyawa kimia otak, menderita gangguan mental—gangguan bipolar, gangguan kecemasan, depresi, dan sebagainya. Sampai faktor pernah mengalamai kejadian traumatis seperti bullying, sampai pengaruh lingkungan sekitar.”
“Lalu apa yang dapat dilakukan untuk mengobati putri saya, dok?” Elgara bertanya dengan raut wajah muram.
“Begini, Pak, pengobatan OCD pada dasarnya bertujuan untuk mengendalikan gejala yang muncul, agar kualitas hidup penderita OCD bisa lebih baik. Metode pengobatan yang dapat diterapkan, berupa terapi perilaku kognitif, dan memberian obat antidepresan. Belum ada cara yang pasti untuk menyembuhkan OCD, namun penanganan lebih awal dapat mencegah OCD semakin menburuk.”
__ADS_1
Elgara menghela napas lemah seraya menundukkan kepala. Ternyata sang putri sudah terkontaminasi sejauh ini. Ia tak menyangka jika putri satu-satunya sakit separah ini. Bahkan belum ada cara yang pasti untuk menyembuhkan putrinya.
“Ada satu hal lagi yang harus Pak El ketahui,” tambah Dan. Ia baru kembali buka suara setelah memberikan waktu untuk dokter George. “Bapak bisa melihat rekaman kamera pengawas di tempat milik teman saya.”
Dan menyodorkan handphone miliknya yang sendang memutar rekaman kamera pengawas di tempat Derick, mulai dari awal kedatangan teman-teman Elang serta kedatangan Capella.
“Teman saya yang bernama Elang, putra Om Dewangga, sebenarnya mengundang putri Bapak ke sana untuk membuatnya jera dan tidak mengusik kehidupan pribadi Elang lagi.”
Dan bicara dengan sorot mata yang tidak dapat diartikan. “Putri Bapak terobsesi pada saya,” ujarnya gamblang. “Dia menggunakan segala cara untuk mendapatkan saya, termasuk melalui teman-teman saya.”
Elgara tampak terkejut mendengarnya. “Terobsesi?”
“Hm. Awalnya dia bilang mencintai saya, tetapi dari sudut pandang mana pun dia memang bisa dikatakan sangat terobsesi pada saya,” tegas Dan. “Dokter George bisa jelaskan apa perbedaan cinta dan terobsesi dari segi psikologi?”
“Tentu saja, Tuan Muda.” Dokter George tersenyum ramah. “Pada dasarnya, obsesi berasal dari perasaan yang cenderung posesif dan tidak terkontrol. Seseorang yang terobsesi kepada orang lain, akan terus memikirkannya tanpa henti, seringnya dalam hal yang tidak pantas. Dalam sudut pandang psikologi, obsesi adalah ketekunan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan yang tidak dapat ditentang, serta dihilangkan dari kesadaran oleh usaha logika, yang disertai dengan kecemasan
Sedangkan cinta adalah reaksi kimia yang terjadi dalam otak manusia. Prosesnya terkadang tidak bisa dinalar karena berkaitan dengan hormon-hormon di dalam tubuh. Pada cinta terdapat pula kesedihan untuk berkorban, menyayanginya, dan memperhatikan. Namun, perlu dicatat jika cinta yang sudah berlebihan dalam segara aspek, tidak dapat lagi disebut sebagai cinta.”
Dan berterima kasih pada dokter George yang telah memberikan penjabaran begitu detail dari sudut pandang psikologi. Laki-laki berdarah Amerika itu kemudian pamit undur diri, karena tugasnya di sini sudah selesai. Meninggalkan Elang dan Dan berdua di ruangan milik Dean Wijaya tersebut.
“Putri Bapak terobsesi pada saya, dan saya merasa sangat terganggu.”
“Maafkan putri saya, Tuan Muda. Saya telah gagal mendidiknya,” lirih Elgara dengan kepala tertunduk.
“Bapak tidak dapat sepenuhnya di salahkan,” ujar Dan tanpa emosi. “Kesalahan parenting memang berdampak sangat besar bagi seorang anak di kemudian hari. Sekarang yang dapat Bapak lakukan adalah membantu putri Bapak untuk kembali hidup normal. Jika dia terus hidup dengan obsesi seperti ini, tidak menutup kemungkinan jika di kemudian hari peristiwa seperti ini dapat terulang lagi.”
💐💐
TBC
Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, tabur bunga sekebon, dan tonton iklan sampai selesai 😘🥰
__ADS_1
Tanggerang 24-09-22