Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 24 | Baby Twins Milik Om Thony


__ADS_3

Happy Reading!




"Melon! Bantu sini!" teriak Anthony yang panik.


Melon yang kembali tersadar segera menyusul kakaknya, mereka berdua bingung harus minta tolong kepada siapa sedangkan jarak balon udara itu semakin jauh naik ke atas.


Anthony berpikir keras sampai sebuah ide terbersit di kepalanya. "Nanas lompat! Nanti aku tangkap!"


Nanas membulatkan mata sempurna atas ucapan suaminya itu, melompat dengan ketinggian seperti ini jika gagal ditangkap bisa membuat Nanas COD dengan malaikat maut.


"Melon, kamu tangkap Terasi yah!" pinta Anthony disambut jempol oleh Melon.


"Kalian berdua lompat! Sebelum makin tinggi! Cepat lompat! Kami akan tangkap."


Nanas berdiri sementara Terasi yang memang penakut hanya menelan ludahnya kasar. awalnya Nanas ragu sebelum memantapkan hati dan langsung melompat.


"Ahhh! Aku gak mau mati!" teriak Nanas sesaat sebelum mendarat dipelukan Anthony.


"Hey! Hey! Kamu gak bakal mati!" bisik Anthony mengelus kepala Nanas dan mencoba menenangkannya.


Nanas membuka matanya dan melihat bahwa dia sudah aman. Akhirnya Nanas bisa bernapas lega, "Terasi mana?"


Nanas mencari keberadaan Terasi namun tidak menemukannya disana, sebelum suara keluh Melon membuat Anthony dan Nanas menatap ke arahnya.


Ternyata Terasi ikut melompat tadi dan jatuh tepat diatas Melon, bukannya ditangkap Melon malah kaget dan berdampak pada adegan saling menumpuk.


"Minggir ah!" teriak Melon menyingkirkan Terasi dari badannya.


Melon mengusap kepalanya yang tadi ditimpa oleh Terasi dan berdiri dengan keadaan sempoyongan. "Pala gue pening, bentar lagi gue pingsan nih."


Melon tampak semakin sempoyongan sebelum hampir jatuh dan dengan sigap ditangkap oleh pria dewasa yang dia goda tadi.


Melon mengerjapkan mata sebentar sebelum pingsan dan kembali bangun dengan mata melotot memastikan bahwa yang menangkapnya kini adalah seorang pria menawan.


"Are you okey?" tanya Pria tersebut dengan aksen inggris-nya yang tajam.

__ADS_1


"I am okey! Babe!" jawab Melon sebelum kembali benar-benar pingsan.


Nanas dan Anthony segera mendatangi pria yang kini membopong tubuh Melon, sementara itu Terasi yang baru berdiri hanya bisa diam dan tidak berkomentar pasalnya jantung nya masih berdegup kencang karena adegan lompat melompat ini.


Setelah itu dengan dibantu pria tadi mereka membawa Melon ke mobil yang sudah disewa Anthony kemudian meninggalkan Melon bersama Terasi disana.


"Ambil hikmahnya, aku bisa berduaan dengan Nanas sekarang." batin Anthony tertawa puas.


Anthony dan Nanas berjalan-jalan disekitar sana sembari menikmati pemandangan negeri 1000 balon udara itu, setelah lelah berkeliling, Anthony dan Nanas memilih beristirahat di sebuah stand menikmati udara yang sangat segar.


Anthony menidurkan kepalanya di paha Nanas dan menatap wajah istri nya itu dari bawah, sedangkan Nanas juga balik menatap Anthony.


"Baby A? Papa pinjam Bunda mu, gapapa kan?" pinta Anthony mencium perut Nanas. "Kamu sudah besar nak, Papa gak sabar pengen liat kamu di dunia."


Nanas yang melihat itu hanya tersenyum kemudian mengusap kepala Anthony yang memang memiliki rambut yang panjang. "Om? Rambutnya gamau dipotong?"


"Kalau kamu mau potongin sih, gapapa." jawab Anthony memejamkan matanya. "Eh Nas, kamu udah mikirin nama buat Anak kita. Feeling seorang ayah mengatakan bahwa mereka adalah sepasang putra dan putri."


Nanas berpikir sejenak sebelum mengingat bahwa dia pernah membaca sebuah nama dari majalah minggu lalu. "Udah punya?"


"Kamu ambil filosofi dari mana?" tanya Anthony.


Anthony membuka matanya dan menatap Nanas sebentar. "Akhirnya anggota buah-buahan hidup bertambah juga di daftar keluarga besarku nanti."


"Om gak mau tanya gitu namanya siapa?" ujar Nanas mengelus perutnya sendiri.


"Namanya siapa?" tanya Anthony yang membuat Nanas sumringah.


"Namanya A-" Belum sempat Nanas menyelesaikan ucapannya sebuah panggilan alam seketika memotongnya. "Ah! Om! Antarin ke toilet, mo pipis."


Nanas mengguncang tubuh Anthony yang tertidur dipahanya, namun Nanas tidak sadar bahwa dia telah meremas bagian sensitif dari Anthony dan membuat sang Minions sedikit bangkit dari peristirahatannya.


Anthony membuka matanya menatap Nanas yang masih meremas erat bagian itu. "Kamu menggodaku?"


"Goda apaan sih? Buruan ke toilet, aku mo pipis." jawab Nanas berdiri kemudian menarik tangan Anthony mencari toilet terdekat.


Cukup lama mencari akhirnya Nanas mendapatkan sebuah toilet umum, Nanas berlari kesana dengan keadaan masih menarik tangan Anthony yang kini minionsnya sudah melakukan adegan baris-berbaris sebelum lancang depan dimulai.


"Kondisikan otakmu Thony! Ini tempat umum!" batin Anthony mengendalikan pikirannya.

__ADS_1


Disaat Anthony tengah sibuk-sibuknya berusaha menidurkan minionsnya Nanas memanggil namanya dari dalam toilet yang membuat Anthony segera masuk dan melihat pemandangan yang membuat miniosnya langsung lancang depan.


"Naikin resleting dressku Om, tadi turun pas aku jongkok, kayaknya aku gendutan deh, padahal tiap malam cuma dikasih sosis sama telur dua biji." pinta Nanas yang membuat Anthony berjalan ke arahnya.


Bukannya membantu menaikan resleting Nanas, Anthony malah menarik tubuh Nanas hingga mereka kini berdempatan di dinding toilet itu.


"Kamu sadar gak apa yang kamu lakukan tadi?" tanya Anthony berbisik menahan napasnya.


"Maksud Om?" Nanas yang sudah paham seolah menantang Anthony untuk melakukan hal yang lebih jauh.


"Kamu membuatku gila, Nanas mudaku," Anthony menekan kedua tangan Nanas ke tembok dan mencium bibirnya lembut tapi segera dihentikan oleh Nanas sebelum dilihat oleh orang lain.


"Om! Aku emang mesum, tapi semesum-mesumnya aku, aku cuma jago nabung dosa, bukan nabung aib, tempat umum ini Om," Nanas mengelus pipi Anthony pelan setelah Anthony melepaskan jeratannya.


"Sana keluar, aku belum selesai ini." lanjut Nanas kembali. "Aku mencintaimu, hubby!"


Nanas menekan setiap kata di kalimatnya, dia tidak menyangka bisa membuat Anthony frustrasi karena tidak dapat menahan nafsunya sendiri.


Nanas kemudian menutup pintu toilet dan tertawa puas melihat reaksi tanggung Anthony, padahal niatnya Nanas tidak mau begitu, tapi kalau bisa menyelam sembari meminum jus alpukat, kenapa tidak.


Tit .. Tit .. Tit ..


"Kamu membuatku gila, kamu harus bertanggung jawab untuk ini, kamu sudah membangunkannya dan dia meminta bagiannya," Sebuah pesan dari Anthony masuk ke ponsel Nanas


Nanas yang membacanya hanya tertawa kecil semakin puas karena Anthony sudah semakin Frustrasi dibuatnya.


"Oh iya! Siapa nama Anak kita?" tanya Anthony yang kali ini berteriak dari luar.


"Namanya adalah A-"




TBC


A siapa tuh?


__ADS_1


__ADS_2