Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 29 | Genk Duda Tropis


__ADS_3

Happy Reading!




Pagi yang cerah bagi Nanas disaat Anthony yang sudah membuatnya menunggu semalaman di rumah sakit menyuruhnya membeli Banana Brownis kesukaannya.


Sebenarnya Anthony sudah bisa pulang siang ini. Namun sampai pagi ini Nanas masih harus menuruti semua keinginan aneh suaminya.


Nanas kini sedang berdiri didepan kasir, menerima pesanannya dan membayarnya sebelum ada seorang wanita yang memanggil namanya.


"Nanas?" panggil seorang wanita yang membuat Nanas membalikkan badannya.


"Kak Zeya?" jawab Nanas yang langsung berlari memeluk Zeya.


Zeya yang juga kaget membalas pelukan tersebut sembari melepas kerinduan satu sama lain, entah sudah berapa tahun mereka tidak berjumpa dan rasanya kerinduan satu sama lain terbayarkan sudah saat ini.


"Kak Zeya, apa kabar?" tanya Nanas mengusap air matanya sedikit setelah pertemuan yang cukup mengharukan itu.


"Aku baik, Ya allah, lama banget kakak gak ketemu kamu, kamu apa kabar sayang?" tanya Zeya balik.


"Aku baik kak, kakak sendiri bagaimana? Semenjak lulus dari bangku sekolah, kakak gak ngelanjutin kuliah kakak, aku sempet khawatir kakak baik-baik aja atau gak." jawab Nanas mengajak Zeya untuk duduk disebuah kursi yang disediakan didalam toko itu.


Zeya melirik perut Nanas yang sedikit mengembung membuat Zeya bertanya-tanya apa yang sedang terjsdi pada Nanas.


"Kamu hamil?"


Nanas mengelus perutnya kemudian menganggukkan kepalanya. "Anaknya kembar."


"Wah! Kamu udah nikah dek? Sama kayak kakak, kakak juga punya anak kembar." jawab Zeya antusias.


Nanas mengangguk pelan. "Seriuosly? Aku pengen ketemu dong sama anak kakak."


"Boleh, tapi kakak pesan kue dulu yah." jawab Zsta berdiri dan berjalan ke arah kasir. "Mbak yang seperti biasa yah."


Kasir tersebut mengangguk kemudian menyiapkan pesanan Zeya, Zeya kembali ke tempat duduk nya dimana ada Nanas yang menunggunya. "Suami kamu mana?"


"Dirumah sakit, kakinya agak luka kena pecahan kaca," jawab Nanas pada Zeya.

__ADS_1


"Oh begitu yah, namanya siapa kalau kakak boleh tahu." tanya Zeya kembali.


"Anthony Gilbert Chow dia Duda, dan kakak jangan tanya yah bagaimana kami bisa menikah, soalnya panjang, Novel Noda Merah Pernikahan aja kalah panjang." jawab Nanas bergurau yang membuat Zeya mendorong hidung Nanas dengan jarinya.


"Ah kakak kebiasaan, dari dulu gak pernah berubah, kan hidung makin masuk kedalam." Nanas menutupi hidungnya yang membuat Zeya terkekeh pelan.


"Biarin, dari dulu yah, jamannya masih sekolah, kamu tuh satu-satunya buah-buahan hidup yang kakak kenal paling meresahkan, dari ngerjain guru sampai kepala sekolah kamu lakuin. Jangan-jangan kamu nikah karena tingkah konyol kamu sendiri?" tanya Zeya menatap Nanas dalam.


Nanas membuang mukanya kemudian kembali menatap Zeya. "Hampir 90% persen kayak gitu."


"Sudah kakak duga." jawab Zeya yang kali ini mencubit pipi Nanas, Zeya tidak pernah tahan akan wajah bakpao yang dimiliki gadis satu itu. "Coba ceritain kakak mau dengar."


"Jadi aku tuh taruhan gitu, tidur dikamar hotel selama semalam eh tau-taunya di anuin sama pria asing, yang gak aku kenal, dan endingnya dia jadi suamiku sekarang, dia Duda lagi." jawab Nanas yang membuat Zeya menggelengkan kepalanya pelan.


"Oh jadi, Skandal Arsitek Duda yang ditinggal selingkuh istrinya bersama dengan Mahasiswi labil itu kamu?" tanya Zeya memastikan yang membuat Nanas mengangguk.


Zeya kemudian tertawa pelan mengetahui bahwa timeline yang selama ini dia baca adalah sosok dari Nanas, orang yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri.


Tak lama setelahnya kasir yang tadi menyiapkan pesanan Zeya datang dan membuat Zeya harus membayarnya, setelahnya Zeya mengajak Nanas ke mobilnya untuk bertemu dengan Azril suaminya dan kedua anak kembarnya.


Namun belum sampai di mobil, suara telepon dari Nanas berbunyi yang membuat Nanas mengangkatnya yang ternyata dari Anthony suaminya.


Setelah menelepon Nanas menutup ponselnya dan kembali berbicara dengan Zeya. "Kak, kayaknya aku gak bisa ketemu sama suami dan anak kakak, suami aku ada perlu, kasian dia sendirian di rumah sakit."


Nanas memberikan nomor teleponnya yang langsung di save oleh Zeya.


"Oh iya kak, jangan lupa isiin pulsa, lima ratus ribu aja." ujar Nanas yang membuat Zeya tersenyum


"Kamu yah, Anak CEO yang paling kere yang pernah kakak kenal." jawab Zeya pada Nanas.


Akhirnya mereka kembali berpelukan sebelum benar-benar berpisah. "Kak, kalau suami kakak ganteng, kita tukaran suami aja."


Zeya mencubit pipi Nanas sebelum Nanas pergi dan menghilang dari hadapannya, entah kapan lagi dia akan bertemu dengan sosok Nanas itu.


"Selain langka, dia juga tergolong Nanas yang pedas, tidak pernah berubah, dia masih adikku." batin Zeya berjalan ke mobilnya dimana Azril dan kedua anaknya sudah menunggu.


Sementara itu Nanas yang sudah sampai diruangan rawat Anthony langsung menaruh Banana Brownis di nakas, Anthony yang sibuk dengan ponselnya hanya melirik Nanas sekilas.


"Kok lama?" tanya Anthony pada Nanas.

__ADS_1


"Jauh tokonya, lagian Om kayak orang ngidam ih! Harusnya aku yang nyuruh-nyuruh Om!" protes Nanas. "Tuh dimakan kuenya."


"Udah gak mau." jawab Anthony yang membuat Nanas membulatkan mata sempurna.


"Suami akhlakless." batin Nanas kesal.


Tak lama setelahnya dua sosok yang Nanas kenal dan tidak kenal masuk ke ruangan Nanas, dia adalah Mangga dan Salak sahabat Anthony.


Nanas yang melihat itu bingung kedua dua orang duda berpangkat buah tropis itu bisa ada disini.


"Nas? Kamu bisa keluar gak? Ada yang mau kami obrolin." pinta Anthony pada Nanas.


Nanas hanya memajukan bibirnya beberapa senti kemudian berdiri dan hendak keluar namun belum sampai dipintu Nanas kembali lagi dan mengambil kue di nakas.


"Kok diambil?" tanya Anthony pada Nanas.


"Mau aku kasih ke Kak Faredian aja, puas!?" kesal Nanas berjalan keluar ruangan rawat Anthony.


"Sepertinya Nanas Mudamu, ngambek, kau apakan dia?" tanya Mangga pada Anthony.


Nanas sebenarnya tidak sepenuhnya memberikan kue itu kepada Faredian melainkan dia makan sendiri di kursi yang disediakan didepan ruangan rawat Anthony.


Entah ada rencana apa Squad Duda Tropis itu, yang penting Nanas tidak tau dan tidak mau tau tentang mereka.




INI ADALAH BAB KOLABORASI DENGAN MAMA ONLINE KU [NODA MERAH PERNIKAHAN]


TBC


Aditya Mangganang



Gunawan Salaka


__ADS_1


Anthony Gilbert Chow



__ADS_2