Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 49 | Cita-Cita Nanas


__ADS_3

Happy Reading!




Setelah kepergian Melon dan Terasi, Anthony menutup pintu rumahnya dan berjalan masuk kedalam rumah, ia menuju dapur untuk menaruh semua makanan pesanannya, ia berpikir sejenak, saat pernikahannya dengan Nanas, orang tua nya tidak hadir, hanya Melon yang ada, Anthony hanya berharap semoga keluarganya menerima Nanas dengan baik.


Dan untuk Kiwi sendiri, Anthony tidak begitu peduli, dia siap menghantam adiknya itu jika berani macam-macam dengan Nanas nantinya.


Perlu diketahui selama bertahun-tahun lamanya Kedua orang tua Anthony tinggal di Amsterdam, merupakan pengusaha dengan cabang di dua belas negara, tapi Nanas bukannya dari keluar biasa-biasa saja, Mertua Anthony merupakan Ceo terkenal dan salah satu Crazy Rich di jakarta selatan.


Bukannya keluarga Anthony melihat kasta tapi sifat bobrok Nanas bisa diterima oleh kedua orang tuanya? Kalau Anthony dia masih bisa sabar, tetapi kalau orang tuanya, ia tidak siap melihat kedua orang terkena serangan jantung karena tingkah menantu mereka.


Setelah menaruh semua pesanannya dimeja makan, Anthony segera masuk ke kamar untuk memanggil Nanas, namun betapa terkejutnya dia mendapati Nanas tengah menggerai rambutnya dan diterpa angin dari kipas angin beserta backsound lagu dari hapenya membuat khayalan Nanas, ia sedang melakukan gala video klip.


"Telah kutuliskan, kisah cinta segiduabelas," teriak Nanas menyanyikan salah satu lagu favoritnya.


Namun suara yang dihasilkan Nanas yang pada dasarnya jauh dari kata enak. Membuat Anthony terpaksa menutup telinganya, Anthony kemudian berjalan ke arah Nanas dan mematikan lagu dari ponsel Nanas beserta kipas anginnya.


"Kamu ngapain sih?" tanya Anthony pada Nanas yang terkekeh dihadapannya.


"Konser satu dekade Om, ala-ala Agnes MoNabok," jawab Nanas cengengesan, melihat itu Anthony hanya menggeleng pelan.


"Nas? Orang tua aku mau datang minggu depan kamu siap gak ketemu mereka?" tanya Anthony pada Nanas.

__ADS_1


Nanas terdiam yang membuat Anthony sedikit ragu. "Kalau kamu belum siap, biar aku hubungin mereka supaya tunda kesini,"


Mendengar itu membuat Nanas langsung menghadap ke arah Anthony. "Orang tua Om adalah orang tua aku, ada gitu anak yang gak siap ketemu sama orang tuanya, aku sedia kapan aja,"


Mendengar jawaban dari Nanas membuat Anthony tersenyum lega sedikit. "Walaupun kamu bodoh, lemot, mahasiswi abadi, banyak tingkah, tapi kamu bisa berpikiran dewasa juga.".


"Fifty-fifty antara muji sama ngehina," ujar Nanas menatap malas Anthony.


Anthony tertawa pelan. "Cita-cita kamu apa sih?"


"Punya suami duda, udah tercapai, gaada cita-cita lagilah, oh iya pengen punya anak selusin," jawab Nanas yang membuat Anthony tersentak.


"Serius?"


"Jangan bilang, karena kamu terinspirasi ngelihat kembar tiga di novel?" tanya Anthony curiga.


"Iyak! Betul! Satu juta rupiah dipotong dsna bansos menjadi dua ratus ribu rupiah," Jawab Nanas dengan aksen presenternya.


"Serius Nas, kamu pewaris tunggal Perusahaan papa kamu loh," ujar Anthony mengingatkan Nanas.


"Maka dari itu Om, aku pengen punya anak selusin, gaenak jadi anak tunggal tuh," ujar Nanas pada Anthony.


"Disuruh buat adek, eh Mamaku keburu udah menopause, mau gimana lagi, lagian Papaku sih gak produktif dulu, salah jodoh keknya, eh gak lah kalau Mama sama Papa gak berjodoh, aku mana brojol kedunia,"


"Jadi anak tunggal itu Om, usaha orang tua sukses diturunin ke kita, bagus kalau bisa dipertahankan pas sama kita, kalau gak yah ambyar, makanya nanti kalau ada harta Warisan buat Om aja," lanjut Nanas yang membuat Anthony menggeleng pelan.

__ADS_1


"Canda Om, jadi Mamaku itu emang dari awal sulit hamil, aku aja tercipta karena kasus salah goyang, beuh, Alhamdulillah gak tuh," ujar Nanas kembali.


Mendengar itu Anthony hanya mengangguk sedangkan Nanas masih cengengesan dihadapannya.


"Yasudah ayok makan," Anthony berdiri dari duduknya namun ditahan oleh Nanas.


"Gendong," rengek Nanas yang membuat Anthony memberinya tatapan penuh kemalasan untuk kesekian kali nya.


Anthony kemudian menghampiri Nanas dan mengendong tubuh Nanas dengan gaya Face To face menuju meja makan, namun baru sempat di pintu kamar, Anthony tidak sengaja melihat kalender yang membuat matanya berbinar.


"Kenapa Om?" tanya Nanas pada Anthony.


"Gapapa, besok malam jumat," jawab Anthony menaik turunkan alisnya. "Papa mau mengunjungi Twins A."


"Sudah kudugong," jawab Nanas pasrah.




TBC



__ADS_1


__ADS_2