
Beberapa minggu setelah kejadian dimana Melon dan Terasi mengalami pecah perawan dan pernikahan fenomenal, tidak ada yang berubah dari mereka bertiga, kecuali mereka sudah tidak kuliah lagi dan menghabiskan waktu hanya dengan berghibah.
Nanas tengah terduduk di cafe tempat biasa dia Melon dan Terasi nongkrong, kandungannya sudah menginjak usia delapan bulan yang dimana kondisinya sudah semakin membesar, entah ada angin apa sebenarnya, kedua sahabatnya Melon dan Terasi mengajaknya untuk bertemu di cafe setelah hampir satu minggu mereka hanya mengobrol via grup.
"Halo bestie!" teriak Melon melepas helm yang dia pakai dan berjalan duduk di kursi samping Nanas. "Dah lama nunggu?"
"Lumayan, dua jam-an," jawab Nanas menyedot jus-nya.
"Maaf yah gue telat, gue tadi habis nidurin Kak Mangga dulu, dia demam," Terasi berjalan dari pintu cafe menuju ke arah Melon dan Nanas.
"Gak guna heran aku kalau samamu beb, suamimu kan paling childish diantara suami kita," jawab Melon saat Terasi duduk di kursi yang ada disana.
"Yaudah buruan ngomong, kalian ada keperluan mendesak apa sampai ngajakin gue ketemuan gini?" tanya Nanas pada kedua sahabatnya itu.
"Yakin lo mau tahu? Dijamin dah kalau tau lo bakal kaget," jawab Melon disambut anggukan Terasi yang membuat Nanas penasaran.
"Buruan bunda, apaan?" tanya Nanas sekali lagi.
Terasi dan Melon saling melempar pandangan dan merogoh sesuatu dari tas mereka, Nanas yang melihat apa yang mereka cari membulatkan mata sempurna melihat testpack dengan dua garis merah disana.
"Lo berdua hamidun? Serius? Buset barengan gitu? Apa karena buatnya barengan yah?" ujar Nanas mengambil testpack dari Melon dan Terasi.
"Lah gue mana tahu, tiba-tiba aja gue mual-mual gitu terus hamidun," jawab Melon.
"Gue juga," timpal Terasi.
Nanas menepuk tangan salut atas perjuangan kedua sahabatnya itu agar bisa hamil, Nanas kemudian memangku dagu dengan kedua tangannya menatap Melon dan Terasi.
__ADS_1
"Karena lo berdua udah hamidun, gue ada misi baru buat Squad kita," ujar Nanas yang membuat Melon dan Terasi antusias.
"Apa tuh?" tanya Melon dan Terasi serempak.
Nanas tersenyum sinis kemudian mengode kedua sahabatnya untuk mendekat ke arahnya dan membisikkan sesuatu. "Misi nyiksa suami,"
"Hah?" kaget Melon dan Terasi yang membuat Nanas mengangguk.
"Gimana cerita? Jadi gue harus bacok Pak Dave gitu?" tanya Melon pada Nanas.
"Gue mana tega ngebanting Kak Mangga," timpal Terasi.
"Jadi lo berdua pikir gue berani gitu ngehajar Om Thony? Kagak Bund," jawab Nanas menatap malas kedua sahabatnya. "Yah kita jadi manja aja sama suami,"
Mendengar itu Melon dan Terasi hanya mengangguk paham, disaat mereka bertiga melanjutkan obrolan tiba-tiba saja datang tiga orang wanita yang membuat Squad Rujak Gemesh berdiri.
Nanas, Melon dan Terasi menatap sinis mereka yang merupakan mantan istri dari suami mereka, Dina mantan istri Anthony, Munafikah mantan istri Mangga dan Autan mantan istri dari Dave.
Melon melipat kedua tangannya dan balik tersenyum sinis pada mereka. "Oh jadi ini mantan istri, suami kita? Kasian yah udah tua-"
"Masih janda! Kue apem situ dah longgar?" lanjut Nanas dan Terasi ikut melipat kedua tangannya.
Sontak Autan, Dina dan Munafikah merasa kesal, Autan berjalan ke arah Melon dan mendorong bahu Melon yang membuat Melon sedikit terjungkal kebelakang.
"Kamu gak malu yah? Dave itu Gay, kamu punya suami Gay? Saya sih najis," ujar Autan yang membuat Melon menarik kerah bajunya dan mendorongnya mundur.
"Karena gue tahu suami gue Gay, makanya gue bangga karena bisa bikin dia normal, lah loh bisa apa?" jawab Melon melepas kerah baju Autan.
__ADS_1
Autan terjatuh kebelakang atas desakan dari Melon yang membuat Melon kembali berjalan ke arah Nanas dan Terasi.
Munafikah dan Dina segera membantu Autan berdiri, sementara itu Nanas mengambil jus-nya dan menyiramkannya kepada Autan, Munafikah dan Dina. "Ups, maaf yah, kalian kayaknya belum mandi, soalnya bau-bau mengharapkan masa lalu masih ada,"
Melon dan Terasi tertawa puas atas aksi Nanas kemudian berjalan ke arah Nanas yang dihadapannya Munafikah, Autan dan Dina sedang berdiri kesal.
"Kami memang yang cinta kedua bagi suami kami, at least kami yang bisa memberikan mereka keturunan gak kayak tante-tante ini gak bisa kasih anak, ups udah menopause yah?" julid Terasi melepas heelsnya. "Kayaknya heels gue lebih berharga dari harga diri mantan-mantan istri ini,"
Dina berjalan kesal ke arah mereka hendak menampar Nanas sebelum Nanas menghentikan tangannya yang membuat Melon dan Terasi mengambil kesempatan menggamparnya kiri kanan.
Dina mengadu dan meringis memegangi kedua belah pipinya, sementara Squad rujak gemesh hanya berekspresi sinis kepada mereka.
Melon, Terasi dan Nanas berjalan bergandengan tangan meninggalkan mereka, dan Melon dengan sengaja menyenggol bahu Dina dan tersenyum sinis kepadanya.
"Permisi, Istri Sah mau lewat," bisik Melon.
Melon, Nanas dan Terasi kemudian berjalan ke arah pintu keluar cafe namun kembali membalikkan badannya ke arah Dina, Autan dan Munafikah.
"Gugurko sayang," ujar mereka kompak dan mengibaskan rambutnya.
•
TBC
Gugur Ko Sayang: Bahasa Makassar artinya Kalah Kamu!
__ADS_1