
Happy Reading
•
•
"Iya, besok mau nikah, dadakan sih, jangan lupa datang yah," jawab Melon dengan tampang tanpa dosa.
Faredian dan Salak yang mendengar itu hanya terdiam, ibarat yang sudah berjuang kalah dengan yang salah ruangan, Faredian yang ingin membuka hatinya melupakan Nanas untuk Melon dan Salak yang berharap bisa CLBK, Kini kandas tanpa sisa.
"S-Selamat yah," ujar Salak membuang wajah ke arah lain.
Melon mengangguk kemudian berdiri dihadapan Salak dengan wajah yang masih tanpa dosa telah melukai hati dua pria disana. "Makasih Om Awan, semoga Om dapat jodoh nanti,"
"Andaikan kamu tahu, aku maunya sama kamu," batin Salak.
Salak tersenyum kemudian membalikkan badannya pergi dari sana dengan alasan urusan mendadak, Mangga yang melihat sahabatnya itu segera menyusulnya.
Sementara Faredian yang sedari tadi hanya diam, tanpa berkata-kata meninggalkan rumah Anthony, ibarat patah hati yang kedua kalinya, pada dasarnya Faredian pernah merasakannya.
Melon yang melihat itu hanya mengangkat bahunya masih belum mengerti perasaan dari Salak dan Faredian, segala perhatian dan semuanya.
Melon kembali duduk di sofa sementara Nanas yang sibuk memakan kripik yang dia ambil dari meja hanya menatap Melon. "KU TULISKAN KISAH CINTA SEGIEMPAT!"
"Maksud lo, apaan sih?" tanya Melon tidak mengerti dengan ucapan Nanas.
"Gapapa, gabut aja gue," jawab Nanas mengunyah kripiknya.
__ADS_1
Sementara itu Salak dan Mangga yang sudah ada didalam mobil, masih diam, Mangga menatap sahabatnya itu, kadang flashback antara dia dan Melon terbayang dibenak Salak, dan sekarang Melon akan menikah dengan pria lain.
"Aku telat, berarti aku bukan jodohnya dong, Ga?" ujar Salak menyandarkan kepalanya pada setir mobilnya.
"Rebut aja gimana? Selagi janur kuning belum melengkung, jangan kau katakan dulu, jangan kau siarkan dulu, sebelum janur kuning, hiasan cinta melambai-lambai, lah kok nyanyi," kelakar Mangga mencoba menghibur Salak.
"Thanks bro! Melon itu beda, gak boleh ngerebut jodoh orang lain, cukup dana bansos aja yang direbut, jodoh jangan," jawab Salak yang membuat Mangga terkekeh
"Ayolah, Move On, cewek bukan Melon aja, lagian kau kan tampan, atletis, pasti banyak yang mau kok," hibur Mangga mengusap bahu Salak.
Salak mendongakkan kepalanya, Niatnya dan Mangga beserta Faredian ke sana karena ditelepon oleh Anthony, tapi entah ini tujuannya, Faredian dan Salak sendiri mendengar langsung dari mulut Melon bahwa dia akan menikah besok.
Salak menyalakan mesin mobil dan segera menancap gas dari sana, tanpa memberitahu Anthony terlebih dahulu, sementara Faredian sendiri hampir sama, dia menatap wajahnya di spion kaca motornya.
Wajahnya kembali sendu setelah menemukan pengganti Nanas yang telah menjadi milik orang lain. "Kenapa aku ditakdirkan jadi Pebinor?"
Faredian menyalakan motornya ikut meninggalkan rumah Anthony, tanpa memberitahu Anthony terlebih dahulu, hati ini ada dua pria yang patah hati akibat perbuatan Melon.
Dan hebatnya Melon masih belum sadar tentang apa kesalahannya yang membuat Salak dan Faredian sakit hati.
•
•
Anthony keluar dari kamar, menemui Melon dan Nanas yang ada diruang tamu, setelah mengobrol panjang lebar dengan Nyonya Latte dan Tuan Ex, orang tuanya, akhirnya mereka menyetujui pernikahan Melon dengan Dave.
Orang tua mereka sendiri tidak habis pikir kenapa Anthony bisa salah kamar dan Melon bisa salah ruangan, padahal sewaktu hamil, Nyonya Latte hanya ngidam pulau pribadi beserta replika menara Eiffel.
__ADS_1
"Tadi aku denger suara Salak? Dia udah datang?" tanya Anthony duduk di samping Nanas.
"Udah datang kok, tapi pergi lagi, gatau kenapa," jawab Melon pada Anthony. "Padahal aku cuma bilang, besok aku nikah."
Mendengar itu Anthony hanya mengelus keningnya dan menatap Melon dalam. "Kenapa kamu bilang begitu?"
"Emang kenapa sih Kak, kan bener besok aku nikah," jawab Melon tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Kamu memang gak peka yah, Salak dan Faredian itu suka sama kamu, terus kamu bilang bakal nikah secara gamblang, mereka bakal sakit hati dong, makanya mereka pergi tadi," jelas Anthony yang membuat Melon menautkan kedua alisnya.
"Jadi?"
"Jadi mau gimana lagi,"
Melon berdiri dan berlari keluar dari rumah, yang membuat Anthony dan Nanas memberinya tatapan penuh pertanyaan. "Mau kemana?"
"Nyusul Om Awan sama Kak Duku!" jawab Melon yang membuat Nanas dan Anthony menggelengkan kepalanya.
•
TBC
Betewe mau gak kalau Melon dibuatin Novel sendiri?
Ada yang mau bungkus Faredian dan Salak gak? Silakan.
__ADS_1