
Anthony yang sudah dalam keadaan basah kuyup dan kotor tidak dapat mendeksripsikan lagi apa yang dia rasakan saat melihat kedua bayi kembarnya di samping Nanas.
Sementara itu dari arah belakang, Faredian, Dave, Mangga dan Salak yang ternyata bersama Anthony, langsung menarik kerah baju Anthony yang ingin langsung memeluk Nanas.
"Kau mau peluk mereka dalam keadaan kotor begini?" tanya Salak melipat kedua tangannya. "Ckckck, sana ganti baju,"
Salak melemparkan paperbag yang berisi pakaian dibeli dadakan oleh mereka saat Anthony tanpa sengaja terjatuh kedalam got karena terlalu antusias mendengar kabar Nanas melahirkan.
"Sekalian ini parfumnya," Faredian melempar parfum kepada Anthony yang langsung ditangkap Anthony.
Anthony menerima paperbag tersebut dan berjalan ke toilet untuk segera berganti baju dan membersihkan diri, dia sudah tidak sabar ingin menciumi kedua bayi kembarnya.
"Pak Dave? Ngapain disini?" tanya Melon pada suaminya yang ada dirumah sakit tersebut.
Melon berjalan ke arah Dave yang sedang melipat tangannya. "Kamu itu lagi hamil muda udah keluyuran, tadi kamu keluar pake motor warna apa?"
"Hmm, warna biru," jawab Melon mengigit jarinya. "Aku kunci leher kok, motornya aku tinggalin di cafe, nih masih ada kuncinya,"
Dave menepuk jidat nya dan menatap Melon kesal. "Motornya udah gepeng,"
Melon mengangkat kedua alisnya dan menggelengkan kepalanya pada Dave yang sedang berekspresi serius. "Bercanda nih Pak, kan tadi pas ku tinggalin masih bagus aja tuh bentukannya."
Dave menghembuskan napas panjang, dan mengeluarkan ponselnya memperlihatkan motor yang dibawa Melon tadi kini sudah dalam kondisi ringsek, Terasi yang ikut melihat itu hanya bisa menahan tawa bersama Melon, karena mereka kini dalam posisi bengek dan nyesek.
"Motor lo gepeng cuy? Gilak," ujar Terasi pada Melon yang membuat Melon bingung harus tertawa atas sedih.
__ADS_1
"Tadi ada mobil truk yang ngelindes, karena kamu ngunci leher, motornya ga bisa ditarik, yasudah mau gimana lagi," jelas Dave berusaha melupakan rasa kesalnnya.
Sementara itu Mangga yang juga ada disana segera menarik telinga Terasi, istrinya yang berhasil membuat Terasi mengaduh dihadapan suaminya.
"Tadi aku liat mobil yang kamu bawa, ada dihalaman kampus kamu, itu ringsek bagian depannya bagaimana bisa?" tanya Mangga mulai menginterogasi istrinya.
Terasi yang mendapat pertanyaan seperti ini hanya menautkan jarinya dan enggan menjawab, karena takut terhadap tatapan Mangga yang menusuk tajam ke arahnya.
"Kak Mangga selalu begini, bisa gak gausah nanya-nanya, aku lagi hamil loh, anak Kak Mangga," ujar Terasi mencoba melakukan permainan flaying victim dengan suaminya.
Mangga yang sudah paham dengan pola pikir istrinya hanya bisa menghembuskan napas kasar dan melupakan masalah tersebut.
Sedangkan Anthony yang sudah selesai berganti baju segera berlari masuk kedalam ruangan Nanas kembali dan tidak sadar tersandung oleh sesuatu yang membuatnya hampir terjatuh.
"Eh buset! Terjungkal Om!" teriak Nanas yang melihat Anthony hampir terjatuh.
Anthony tidak memperdulikan itu, ia langsung memeluk Nanas dan mencium puncak kepala istrinya itu karena berhasil memberikannya dua bayi yang lucu-lucu.
"Makasih sayang," bisik Anthony memeluk Nanas.
Nanas yang mendengar itu hanya mengelus rambut Anthony dan membalaskan pelukan suaminya. "Sama-sama Om, seharusnya aku yang bilang makasih, karena selama hamil Om selalu ada buat aku, ngerjain skripsi aku, mumet sama ngidamku dan sebagainya,"
"Kamu berhasil buat aku jadi orang yang paling bahagia hari ini, aku gak nyangka bisa ketemu orang seunik kamu hanya karena insiden salah kamar, dan faktanya kamu sekarang istriku," ujar Anthony semakin mempererat pelukannya.
"Kok sedih gini sih? Kan genre komedi Om," balas Nanas melepas pelukan Anthony.
__ADS_1
Anthony menggaruk tengkuknya dan beralih mencium kedua bayi kembarnya itu, selanjutnya ia kembali kepada Nanas dan membisikkan sesuatu.
"Anak ketiga dan keempatnya kapan?" tanya Anthony yang mendapat geplakan dari Nanas.
"Gausah ngada-ngada, ini anak siapa namanya Om? Kan udh ada tuh Aran dan Aren, nama lengkapnya siapa?" Nanas melirik kedua bayinya.
"Anindita Aran Anthony Chow dan Anindito Aren Anthony Chow," jawab Anthony mencium Baby Aran dan Aren bergantian.
Mendengar itu membuat Nanas hanya mengangguk karena nama yang diberikan Anthony adalah nama yang baik, Melon dan Terasi kemudian berjalan ke arah Baby Aran dan Aren dan menyingkirkan Anthony karena mereka ingin bermain dengan keponakan mereka.
Melon mengajak Baby A bermain, namun tidak ada respon apa-apa yang membuat Melon kesal. "Nas? Anak lo ada masalah hidup apa sih? Gamau nangis, diajakin ketawa gamau ketawa, masih bayi dah banyak beban aja,"
"Gatau gue, keknya nih bocah tertekan karena terlahir dalam keluarga receh, bayangin keluarganya sih orang kaya, orang tua nya terkenal, tapi tingkah laku nya nauzubillah semua, nanti jangan ngikutin sifat Mamamu yah nak," timpal Terasi.
Nanas yang mendengar itu langsung menggeplak kepala kedua sahabatnya kesal. "Eh! Coba aja kau gigit pala nya, potong lehernya, apa gak nangis dia? Ngadi-ngadi nih, dah sono ah, Anak gue bau jigong,"
Melon dan Terasi hanya menatap tajam Nanas dan Baby A bergantian sembari melangkah menjauh dari tempat Baby A.
"Gue tandain muka lo, Baby-Baby Durhakim!" kesal Melon yang sedang ditarik oleh Terasi ke pojokan.
•
TBC
Betewe yang nanya nih anak turunan apa wkwkw jadi Nanas itu orang Bekasi, Kalau Anthony Bule Melbourne jadi Anaknya Blesteran Bekasi-Melbourne.
__ADS_1