Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 42 | Pembantu Dadakan


__ADS_3

Happy Reading!




Anthony dan Nanas kini duduk di atas kap bagian depan mobil mereka, awalnya mereka ingin pulang dari rumah sakit, namun mereka berdua dikejutkan dengan kehadiran Mangga, Salak, Terasi dan Melon disana, dan yang paling mengejutkan adalah kehadiran Faredian, yang membuat mereka mununda kepulangan mereka.


Anthony dan Nanas saling melempar pandangan, namun mereka berlima tengah berdiri bak prajurit dihadapan Anthony dan Nanas yang membuat pasangan suami istri itu bingung.


"Kalian ngapain?" tanya Anthony pada Faredian dan empat lainnya.


"Gak tau tuh, Kak Faredian, narik kami semua kesini," kesal Melon yang disambut anggukan Terasi.


Anthony kemudian mengedarkan pandangannya ke Mangga dan Salak, yang membuat Mangga mengangkat bahunya tidak tahu.


"Yo ndak tahu, kok tanya saya," ujar Salak berdiri dengan tatapan kesal.


Pasalnya disaat mereka berempat hendak pulang saat membuntuti Anthony dan Nanas, mereka dihadang oleh Faredian yang mempunyai kartu As sehingga mereka berempat menurut kepadanya.


"Jadi gini Bang, Abang tahu gak inti dari masalah rumah tangga Abang, andaikan Abang dan Nanas gak ngikutin saran empat orang koplak ini, Abang gak mungkin sama Nanas berantem lama, kalian berdua dikasih saran yang berego, jadi yang wajib disalahkan disini adalah makhluk-makhluk ini," jawab Faredian melirik mereka berempat


Sontak mereka semua membuang muka karena malu, sementara Anthony hanya menahan tawa melihat ekspresi sahabat-sahabatnya.


"Jadi sebagai hukumannya, mereka akan bersihkan rumah Bang Thony, jadi selama itu Abang bisa Me time sama Nanas, kemana aja, karena hari ini Bang punya empat pembantu dadakan." lanjut Faredian.


Mendengar itu, Melon, Terasi, Salak dan Mangga segera mendongakkan kepala mereka menatap tajam seolah tidak setuju akan apa yang disampaikan oleh Faredian.

__ADS_1


Faredian yang melihat ekspresi wajah mereka tidak setuju segera tersenyum puas.


"Kenapa kalian gak mau?" tanya Faredian mengedipkan mata pada mereka semua. "Yasudah kalau gak mau, aku bakal ngelakuin itu,"


"Gak mau! Pokoknya gak mau!" teriak Terasi.


"Gue sih mau yah tapi kok mendadak mager, gue tuh," ujar Melon lelah menyandarkan kepalanya di pundak Salak namun menjauhkannya kembali. "Dih najis, bahu mantan."


"Terus kayaknya, gue juga sibuk ada urusan," lanjut Melon yang segera berjalan pergi dari sana sebelum dicekal boleh Faredian.


"Gak boleh pokoknya kalian semua harus ikut," perintah Faredian tegas. "Terutama Bang Mangga dan Bang Salak.


"Tapi kan kak, gue gak bisa!" rengek Melon mengerucutkan bibirnya.


"Hmmmm, aku bisa kok tapi kalau ada temannya," tukas Mangga menyingkirkan tangan Salak dari pundaknya.


Sementara Melon masih terdiam dengan wajah cemberut menatap Faredian yang seperti puas telah berhasil memerintah mereka berempat


"Gue mau di sini aja ih!" rengek Melon mendudukkan tubuhnya di kap mobil Anthony dan memeluk Anthony erat.


"Ayo ikut," ajak Faredian menatap lesu Melon.


"Gak mau! Kak Thony, help me!!" tolak Melon membenamkan wajahnya di bahu Anthony.


"Jangan sampai, aku maksa yah," ujar Faredian merentangkan kedua tangannya dan menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan.


Faredian kemudian berjalan ke arah Melon dan mengangkat tubuh Melon dengan posisi Melon berada di punggungnya kemudian berjalan masuk ke mobil.

__ADS_1


Salak yang melihat itu sontak protes kesal. "Jangan main gendong aja dong! Punya orang itu,"


"Eh?" Sontak mereka semua menghadap ke arah Salak.


"M-Maksudnya, anak orang itu," ralat Salak gelagapan.


Faredian terus berjalan tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan masuk ke mobil yang berada di parkiran Rumah Sakit tersebut dan seakan tidak peduli kepada semua orang yang menatapnya heran karena menggendong Melon, sementara itu dan hanya bisa menutup wajahnya yang kini memerah malu akibat aksi Faredian terhadapnya.


Sesampainya di dalam mobil Faredian, segera menurunkan tubuh Melon ke jok dan Hal itu membuat Melon segera menutup pintu untuk mengurangi rasa malunya.




TBC


Faredian



Melon



Salak


__ADS_1


__ADS_2