Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 71 | Malam Pertamanya Minimalis


__ADS_3


Flashback On



Melon berjalan mondar-mandir didepan pintu kamar nya memikirkan bagaimana caranya agar dirinya bisa pecah perawan, ribuan tutorial memperkaos suami sudah dia lakukan tapi tidak ada sekalipun yang berhasil.


Dave sendiri tengah terduduk di ranjangnya melepas lelah setelah kejadian seharian ini, dia melepaskan kemejanya sehingga kini bertelsnjamh


Dada didalam kamar, Melon sendiri yang sudah kehabisan akal memilih untuk menempuh jalur memperkaos suaminya secara paksa.


Melon berjalan ke arah dapur dan mengambil sesuatu dari dalam sana yang merupakan terasi yang dia kumpulkan tadi siang, Melon mencium aroma terasi tersebut dan membuang muka, dia tidak menyangka bahwa terasi tersebut memiliki bau yang memekak.


"Buset! Baunya nauzubillah," protes Melon dalam hati mengambil satu biji terasi dan menyembunyikannya dibalik tangannya.


Melon berjalan masuk kedalam kamar dan menemui Dave disana, Dave menatap Melon singkat, tidak ada lagat mencurigakan dari istrinya itu yang membuat Dave tidak terlalu menggubris kedatangannya.


"Lagi ngapain pak?" tanya Melon pada Dave yang tengah mengutak-atik laptopnya.


"Ada urusan kerjaan sedikit, kamu kalau mau tidur duluan gapapa," jawab Dave melihat Melon yang berbeda hari ini. "Eh tumben kami pakai daster hari ini?"


Melon terkekeh dan menggaruk tengkuknya pelan. "Biasa Om, Daster hadiah Give away Baim Wong,"


Dave mengangguk pelan dan kembali fokus pada laptopnya sementara Melon mengambil ancang-ancang untuk membius Dave dengan terasi yang dia bawa.


"Om? Lihat sini deh," pinta Melon pada Dave.


Dave membalikkan kepalanya menatap Melon yang membuat Melon langsung menjejalkan terasi yang dia pegang ke hidung Dave, yang membuat Dave tersentak dan pingsan seketika.


"Buset, tokcer juga yah," ujar Melon melempar terasi tersebut sembarang.


Melon kemudian merapikan laptop Dave dan menaruhnya dinakas, Melon kemudian menyeret tubuh Dave dan menaikkannya ke atas ranjang, setelahnya Melon mulai melepaskan baju Dave satu persatu, setelahnya Melon melepas daster sendiri sehingga dia dan Dave sama-sama telanjang sekarang.

__ADS_1


Melon yang bingung harus bagaimana hanya bisa diam, bagaimana tidak, rudal Dave sekarang tengah tertidur bagaimana bisa dia memperkaos suaminya dalam keadaan seperti ini.


Melon meraih ponselnya dan mencari di aplikasi pencari otomatisnya tentang cara membangkitkan rudal suami, namun nihil dia tidak menemukan info apapun, Melon kembali berpikir keras bagaimana cara membuat rudal dari Dave terbangun.


Melon akhirnya terpikirkan sebuah ide untuk mengoral rudal Dave, ia merangkak naik ke atas ranjang dan meraih rudal Dave yang masih tertidur dan dengan tempo pelan merangsang, ia mengocok rudal milik Dave, pucuk dicinta ulam pun tiba, perlahan tapi pasti rudal Dave mulai berdiri karena rangsangan dari Melon.


"Akhirnya berhasil bund!" teriak Melon kegirangan.


Melon akhirnya melepaskan rudal Dave yang membuat Melon segera naik keatas tubuh Dave dan memasukkan rudal Dave secara perlahan ke lubang perawannya.


"Ah! Sakit!" keluh Melon segera melepaskan rudal tersebut.


Melon mengatur napasnya pelan dan mencoba berpikir positif, Melon mulai memikirkan hal-hal lucu untuk mentralisir rasa sakit yang akan djrasakannya, salah satunya memikirkan bahwa jika ibu jari dinamakan ibu jari apakah ada bapak jari ataukah ibu jari itu janda.


Melon kembali memasukkan perlahan rudal tersebut dan blesh! Melon sudah resmi pecah perawan, rudal milik Dave sudah tertanam didalam tubuhnya, Melon segera bergerak naik turun memompa, namun karena kelelahan, membuat Melon terdiam sejenak.


"Kok berhenti?" tanya Dave membuka matanya sebelah.


"Semenjak kamu kegirangan membuat saya pingsan," jawab Dave bangkit dan merubah posisinya menindih Melon. "Kalau kamu gamau gerak biar saya aja yang gerak,"


- Flashback Off


"Astaga tanggung banget cerita lo, ga dijelasin gitu sampe klimakss?" ujar Nanas memangku kedua tangannya mendengar cerita Melon.


"Astagfirullah Ukhti, gaboleh dosa itu," jawab Melon pada Nanas. "Intinya gue tahu bahwa Pak Dave udah selera ama gue,"


Nanas mengangguk dan menatap Melon sejenak. "Iya juga sih dosa, tapi kenapa Authornya kalau bikin adegan gue sama Om Thony, detail banget?"


"Yah ndak tahu kok nanya gue," jawab Melon mengangkat kedua bahunya.


Nanas hanya menyedot jus alpukat nya, mereka kini berada di sebuah cafe langganan mereka, Nanas dan Melon tinggal menunggu kedatangan Terasi yang tak kunjung datang sedari tadi.


Disaat mereka sedang menunggu kentang goreng pesanan Melon datang yang membuat Melon segera menyantap kentang goreng tersebut.

__ADS_1


"Kemarin anak sebelah makan kentang goreng langsung masuk rumah sakit," ujar Nanas mencomot kentang Melon.


"Kenapa?"


"Kelindes truk," jawab Nanas cengengesan.


"Apa hubungannya si Taik?" ujar Melon kesal dan menyantap kembali kentang gorengnya.


Disaat mereka berdua sibuk, Terasi yang datang dengan wajah kusut membuat Nanas dan Melon bergidik ngeri.


"Halo gaes!" ujar Terasi berjalan dengan cara mengangkang.


"Wow impresif! Berapa ronde bunda?" tanya Melon saat Terasi duduk perlahan dikursi.


"Cuma satu, tapi hardcore!" jawab Terasi merengek kesal. "Jebol banget semalam."


Mendengar itu Nanas dan Melon lantas tertawa keras yang membuat Terasi hanya menatap sahabat laknatnya itu.


"Gue rasa anak lo nanti bakal jadi arsitek deh," ujar Melon.


"Kenapa bestie?" tanya Nanas pada Melon.


"Soalnya dijebolnya Minimalis," jawab Melon.


"Malam pertamanya Minimalis," Melon dan Nanas kembali tertawa yang membuat Terasi semakin jengah atas tingkah kedua sahabatnya itu.



TBC


Halo kakak-kakak Author ada Novel baru mohon dukungannya disana yah Judulnya RANJANG KONTRAK HOT DADDY jangan lupa mampir.


__ADS_1


__ADS_2