
"Bentar deh emang kita mau ngomongin siapa!" tanya Nanas pada Melon.
"Ngomongin readers aja gimana, ada yang kalau baca lupa kasih like, padahal author nya lagi ujian masih sempet ngetik," jawab Melon yang membuat Nanas dan Terasi mengangguk.
"Iya juga sih bund, lah kok malah curhat!" ujar Nanas yang membuat Melon cengengesan.
"Tapi bener loh kasian Authornya," lanjut Nanas yang memberi tatapan iba.
"Dahlah, gue mau ke dapur dulu, lo dikulkas ada apaan?" tanya Terasi berdiri dan memberikan Aren ke Nanas.
"Buset, dari dulu lo kalau kesini, nyari makanan aja bisanya, ga pernah ga cari makanan," jawab Nanas saat Terasi melenggang keluar dari kamar.
"Bacot ah!" teriak Terasi yang membuat Nanas dan Melon hanya menggelengkan kepalanya.
Sementara itu diruang tamu, Anthony yang sedang menonton tv dikejutkan dengan Dave San Mangga yang sudah duduk di kedua sisinya.
"Eh! Kalian kapan masuk?" tanya Anthony kaget.
"Kamunya aja yang gak liat, emang kamu pikir kami biarin istri kami datang kesini sendirian gitu?" jawab Mangga merebut remot dari tangan Anthony. "Sebenarnya aku malas, tapi Terasi mengancam akan memberi anak kami nama Jengkol Gurun, kalau dia tidak kuantar kesini,"
"Hampir sama dengan Melon, dia mengancam kalau aku mengajar hari ini, nama anak kami nanti adalah Korban Skripsi," timpal Dave dengan tatapan iba.
"Aku kira, cuma Nanas aja yang aneh, ternyata istri-istri kalian juga lebih aneh," ujar Anthony merangkul Dave dan Mangga.
"Terus tahu lagi gak apa ga enak nya? Terasi itu kalau mau makan dia harus wajib dulu mandi kembang, aku sampai kelaparan, belum lagi kalau tidur, punggungnya gatal maksa digaruk, kalau mau kencing minta digendong, untuk kalau BAB ga minta dicebok," Mangga menatap dengan tatapan iba.
"Nah! Melon juga gitu, masa karena aku gak nurutin dia buat jajan cilok dia ngasih balsem satu toples ke ketiak aku, pas dia ngancurin motor kesayanganku, dengan mudahnya dia cengengesan," ujar Dave membenarkan perkataan Mangga.
__ADS_1
"Nanas sih gak gitu-gitu amat, tapi pas hamil, suka aneh-aneh alasannya Baby gatau deh kalau sekarang apa, aku juga setres sama kedua anakku, karena mereka aku kekurangan jatah," Anthony juga memberikan ekspresi yang mengenaskan.
"Belum lagi kalau diajak jalan, suka milih baju lama banget, make-up bisa berjam-jam, kalau kta lambat bangun, disiram air segayung, kalau mereka marah suka nabokin pake gagang sapu, pas ditangkis katanya kita kasar, dasar wanita!" kesal Mangga yang disambut anggukan kepala dari Anthony dan Dave.
"Yah mau gimana lagi, mereka istri kita, kalau gaada mereka hidup rasanya ga ada harapan," jawab Anthony memikirkan hidupnya kalau Nanas tidak ada.
"Mereka bertiga memang perpaduan yang pas dati representasi remaja-remaja labil dengan sejuta imajinasi, beruntung kita bisa memiliki mereka," lanjut Dave yang membuat keduanya mengangguk
Terasi yang baru saja selesai dari dapur mendengar pembicaraan suami-suami mereka langsung berlari ke kamar dan membuat Melon serta Nanas terkejut.
"Lo kenapa? Noveltoon eror lagi?" tanya Nanas yang melihat Terasi.
"Ada masalah hidup apa sih kawan?" timpal Melon.
"Kalian tahu kagak? Suami-suami kita pada ngeghibahin kita, parah sih mereka, labrak aja nyok," jawab Terasi yang membuat Nanas dan Melon menautkan alisnya.
"Ngobrolin apa Om?" tanya Nanas yang membuat Anthony, Mangga dan Dave tersentak.
Anthony, Mangga dan Dave menatap kaget karena kehadiran rujak gemesh, Nanas segera menghampiri Anthony dan duduk disampingnya begitupun dengan Melon dan Terasi yang langsung duduk disamping Mangga dan Dave.
"Gapapa kok, kalian itu cantik, sabar dan manis, kami tadi ngobrolin itu doang," jawab Anthony yang mendapat tatapan tajam dari Nanas.
"Kalau Pak Dave?" tanya Melon pada suaminya yang membuat Dave gelagapan.
"Gapapa sayang, kamu itu manis, aku cuma ngomong gitu," jawab Dave sekenanya.
Terasi hendak menanyakan hal serupa kepada Mangga sebelum Mangga menutup bibir Terasi dan menjawab dengan spontan.
__ADS_1
"Kami itu bauk, jarang mandi, kalau tidur ileran, munafik suami kalian itu dua orang, kalian tadi dikatain jelek, oon, kurang se-ons, suka manja, gatau malu banyak deh," jawab Mangga yang membuat Anthony dan Dave membulatkan mata sempurna.
Nanas, Melon dan Terasi bangkit dan berjejer dihadapan suami mereka, yang membuat ketiganya gugup tak karuan.
"Okey kalau gitu,"
"Rudal kalian kamu sembelih!" ujar Nanas, Melon dan Terasi bersamaan.
Sesaat setelah nya, tiba-tiba pintu rumah Anthony didobrak oleh Salak dan Faredian yang membawa wanita bersama mereka yang sangat di kenal oleh Nanas dan Terasi.
"Woy! Apa ini? Kalem!" teriak Nanas yang membuat Salak dan Faredian mengatur napas.
"Kenalin ini, Softexia, dia dokter dan dia pacarku," jelas Salak memperkenalkan kekasihnya.
"Kalau ini, Lengkuas, dia pacarku," timpal Faredian.
Mendengar itu, Nanas, Melon, Terasi, Anthony, Dave dan Mangga hanya melongo menatap mereka berempat.
"Terus?" tanya Anthony.
"Kami bakal menikah! Hari ini! Kalian harus hadir! Pernikahan kamu serentak dan akan digelar di rumah sakit!" jawab Salak yang membuat semuanya tersentak.
"Hah?" ujar mereka serentak.
•
TBC
__ADS_1