Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 54 | Ntar Om Dikasih Nugget


__ADS_3

Happy Reading




Setelah kepergian Melon, kini hanya tinggal Nanas dan Anthony yang ada di rumah, melihat keadaan seperti itu membuat jiwa mesum Anthony seketika muncul, apalagi malam ini adalah Malam Minions akan mendapatkan jatahnya.


Anthony meraih kepala Nanas dan mendekapnya pelan, sementara Nanas hanya pasrah, karena sebentar lagi, permainan kata-kata primitif suaminya akan dimulai.


"Gak sabar nunggu malam," gumam Anthony yang disambut anggukan oleh Nanas. "Rasanya kangen banget mau ngunjungin Baby A."


"Halah bilang aja mau diservis!" batin Nanas.


Anthony melepaskan dekapannya pada Nanas kemudian menidurkan kepalanya di pangkuan Nanas, sembari mencium pelan perut Nanas yang terdapat dua calon-calon titisan buah-buahan yang siap memporak-porandakan hidup Anthony dalam waktu dekat.


"Om? Pengamannya masih ada kan?" tanya Nanas pada Anthony. "Aku gak mau yah kalau keluar didalam, pokoknya harus pake pengaman."


Anthony menatap Nanas dari bawah dan mengelus pipi istrinya itu. "Udah habis Nas, aku pesan sama temenku stoknya juga udah habis, aku beli di supermarket rasanya malu banget,"


"Gak mau tahu Om harus beli sekarang, sana ke Indojanuari, tapi yang ditempat lain, aku gamau Om beli ditempat yang tadi." protes Nanas pada Anthony.


"Tapi, aku malu," jawab Anthony bangkit dan berusaha memohon kepada Nanas.

__ADS_1


"Ngapain malu? Udah nikah kok, yang malu itu kalau. Om beli tapi Om belum nikah," jawab Nanas yang membuat Anthony kagok.


Anthony menatap Nanas dengan tatapan eyes berusaha meminta keringanan kepada Nanas, Nanas yang memang keras kepala tidak peduli dengan semua permintaan dan keringanan yang diajukan Anthony padanya.


"Janji deh, gak akan keluar didalam," ujar Anthony memohon.


"Gak!"


"Tapi aku malu, buat beli," jawab Anthony memohon.


"Ngapa malu dah, bilang aja mau beli Fiesta nanti Om dikasih nugget," ujar Nanas melipat kedua tangannya yang membuat Anthony menyerah.


"kamu benar-benar bukan istri idaman," ujar Anthony menatap tajam Nanas.


"Dasar, kelakuan," ujar Anthony memalingkan wajahnya .


Akhirnya Anthony bangkit dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya untuk berangkat ke Indojanuari terdekat demi membeli pengaman, sebelum itu Anthony memakai maskernya agar tidak dikenali oleh kasir disana.


"Hati-hati Hubby! jangan lupa bilang aja Fiesta oke!" ujar Nanas yang membuat Anthony kesal


"Iya, Nona,"


Nanas yang melihat itu hanya tertawa geli, Anthony menancap gas meninggalkan rumahnya menuju Indojanuari yang tidak jauh dari sana, disepanjang perjalanan Anthony tidak henti-hentinya memikirkan cara membeli pengaman tanpa ketahuan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Anthony sudah sampai di Indojanuari terdekat, dengan langkah tegap dan ragunya, Anthony masuk ke sana, Anthony patut bersyukur karena Indojanuari itu sepi, akibat para costumer sedang gencarnya berburu minyak di Indojanuari lain.


Di Indojanuari itu ada dua kasir yang berjaga dan semuanya perempuan, Anthony berjalan menuju rak bagian tempat pengaman diletakkan sungguh strategis berada di pojok yang membuat orang tidak tahu bahwa ada pengaman disana.


"Tuhan! Saya malu!" teriak Anthony dalam hati.


Anthony tiba dihadapan rak pengaman tersebut, antara ragu dan yakin untuk mengambilnya, namun jika Anthony tidak mengambilnya, dia akan kehilangan jatahnya hari ini, namun jika dia mengambilnya mau ditaruh dimana mukanya.


Akhirnya dengan pertimbangan yang berat Anthony memikirkan sebuah ide yang bisa saja berhasil, Anthony mengambil sekotak pengaman tersebut dan menaruh beberapa lembaran uang ratusan ribu dirak pengaman itu, dan dengan pasrahnya Anthony hanya melihat ke arah kamera cctv dan melambaikan tangannya mengisyaratkan dia sudah membayar apa yang dia beli.


"Hitung-hitung sedekah, lagipula ini seperti sistem cod bukan?" batin Anthony kembali


Entah pemikiran darimana yang didapatkan Anthony barusan yang terpenting, Anthony sudah berhasil mendapatkan apa yang dia mau.


Anthony menyembunyikan pengaman tersebut dibalik jaketnya dan berjalan ke kulkas mengambil sebotol teh dan membayarnya dikasir, Anthony bersyukur tidak ada yang mengetahui aksinya, dan harapannya cuma satu, semoga penjaga cctv tidak menyebarkan rekaman dirinya tadi.


"Huft! Akhirnya Minions! Kamu dapat jatah!" batin Anthony masuk kedalam mobil dan meninggalkan area Indojanuari.



TBC


Ekspresi Anthony pas udah berhasil

__ADS_1



__ADS_2