Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 64 | Suami Tersayang


__ADS_3

Nanas masuk kedalam mobil dimana Anthony sudah menunggunya, Anthony yang menunggu Nanas sembari memainkan ponselnya segera menaruh ponsel tersebut dan mengalihkan fokusnya kepada Nanas.


"Bagaimana kuliahnya?" tanya Anthony pada Nanas.


Nanas menghembuskan napas pelan kemudian melempar tasnya ke bangku belakang dan menatap Anthony serius. "Capek Om!"


"Ngejar S1 gini amat sih," lanjut Nanas yang membuat Anthony mengacak rambut istrinya itu pelan.


"Emang kenapa? Dosen kami bermasalah lagi? Atau Noveltoon lagi eror? Makanya kami badmood?" tanya Anthony mencoba mendengarkan semua keluh kesah Nanas.


"Lusa aku udah sidang skripsi Om, dan besoknya lagi hari wisuda, tapi masalahnya skripsi ku belum selesai-selesai, soalnya selama tiga bulan kebelakang aku ga pernah ngerjain sedikitpun," jawab Nanas lesu.


Anthony yang melihat itu tersenyum kemudian menarik Nanas kedalam pelukannya. "Emang kamu ambil judul skripsi apa?"


Nanas melepas pelukan Anthony kemudian mengambil tasnya dan mengeluarkan jurnal judul yang ingin dia bawakan, setelahnya Nanas memberikan jurnal tersebut kepada Anthony.


Anthony menerimanya dan mulai membaca isinya, kening Anthony mengerut saat membaca isi dari jurnal tersebut. "Dari BAB 1 sampai kesimpulan belum ada satupun? Dan kamu mau ngejar ini dalam dua hari?"


Nanas mengangguk pelan, ia menunduk lelah, belum mengerjakan saja, ia sudah merasa lelah apalagi ketika dia harus mengerjakan skripsi itu sendirian.


"Mau gak mau harus aku kebut Om. Aku gamau jadi mahasiswi abadi, aku pengen lulus," jawab Nanas membuat Anthony tidak tega.


Anthony kembali mengelus puncak kepala Nanas

__ADS_1


"Tapi kamu lagi hamil Nas, gimana kalau aku aja yang ngerjain skripsi kamu. Kamu fokus aja sama kehamilan kamu, istirahat dan gausah mikir yang berat, kasian Baby A," ujar Anthony tersenyum dihadapan Nanas.


"Tapi kan Om lulusan arsitektur, masa ngerjain skripsi anak hukum," jawab Nanas menatap Anthony polos.


"Sembarangan, gini-gini pas aku kuliah dulu juga belajar hukum, hukum gravitasi dan lingkar bangun tapi," jawab Anthony terkekeh.


Nanas menatap cengo suaminya itu dan memilih diam saja mendengar semua penjelasan Anthony.


"Kamu tenang aja, semuanya pasti bakalan beres, kamu cukup istirahat dan gak banyak pikiran itu udah bikin aku senang, kalau kamu sehat aku juga bakalan sehat, tapi garis bawahi kamu kan kurang waras tapi aku masih seratus persen waras," lanjut Anthony yang membuat Nanas melipat kedua tangannya.


Anthony mencubit pipi Nanas gemas kemudian mengembalikan catatan jurnal milik Nanas. "Mau langsung pulang atau mau kemana dulu?"


Nanas berpikir sejenak. "Mau es krim,"


Nanas mengangguk yang membuat Anthony memberikan jempolnya, Anthony kemudian menjalankan mobilnya menuju supermarket terdekat yaitu IndoFebruari.


Setelah sampai di IndoFebruari, Anthony segera masuk kedalam sana dengan tujuan membeli es krim yang diinginkan Nanas, Anthony mengambil es krim dengan rasa coklat kesukaan Nanas. Setelahnya Anthony segera membayar es krim tersebut dan bergegas menuju mobilnya karena Nanas sudah menunggunya.


"Nih," Anthony memberikan es krim tersebut kepada Nanas sesaat setelah masuk kedalam mobil. "Kita langsung pulang yah, biar skripsi kamu bisa langsung dikerjain."


"Bukannya Om ada kerjaan? Tender design rumah sakit itu? Om kan ada deadline," jawab Nanas pada Anthony.


"Lebih baik kehilangan satu tender demi seorang istri karena pada dasarnya rejeki suami ada pada istrinya, kalau emang tender ini gagal karena aku ngerjain skripsi kamu, mungkin kedepannya akan ada rejeki yang lain dari tuhan, karena memuliakan istri itu hal yang baik," Anthony menyalakan mesin mobilnya dan mulai mengendarai mobil menuju rumahnya.

__ADS_1


"Tumben Om ngomongnya bijak, keselek Mario Teguh yah?" Nanas memakan es krim dan sedikit tercengang dengan kalimat Anthony.


"Suami kamu ini sebenarnya bijak. Cuma tertutup pernikahan sama kamu aja," jawab Anthony.


Nanas hanya mengangguk sembari memakan es krim yang membuatnya sedikit belepotan. "Ada Tisu gak Om?"


Anthony yang kehabisan tisu dan tidak membeli tadi sementara di sekitar sana tidak ada toko, membuat ia menemukan solusi untuk itu. "Pakai Kemeja aku aja gapapa,"


"Tapi kemeja Om putih ih," Nanas memandang Anthony kesal. "Capek nyuci nya."


"Gapapa," jawab Anthony. "Nanti laundry aja,"


Nanas yang mendapat jawaban seperti itu segera mengelap bibirnya dengan kemeja yang dipakai oleh Anthony


"Makasih," ujar Nanas.


Anthony hanya mengangguk dengan jari membentuk tanda iya dengan kemeja yang sudah belepotan es krim.




__ADS_1


__ADS_2