
Happy Reading
•
•
Setelah mendengar jawaban dari Nanas, Anthony hanya memalingkan wajahnya dan segera berdiri dari posisinya untuk menghindari bau dari kentut istrinya.
"Gak sengaja, Om," ujar Nanas menarik Anthony kembali duduk dan kembali ke posisi seperti semula.
Grrttt
Suara getaran dan bunyi dari perut Nanas kembali membuat Anthony bangkit dan menatap Nanas pelan. "Apakah itu Baby A?"
"Bukan, itu lapar," jawab Nanas kembali cengengesan.
Anthony hanya mengangguk kemudian berjalan ke nakas untuk mengambil ponselnya. "Pesan online aja yah, biar aku yang pesenin, soalnya kamu hamil, ga boleh makan sembarangan."
Nanas mengangguk pasrah, ucapan Anthony ada benarnya, Anthony kemudian mulai mengutak-atik ponselnya pada aplikasi penyedia makanan online, setelah selesai, Anthony kemudian kembali berbaring dengan kepala berada di pangkuan Nanas.
"Pesen apa aja, Om?" tanya Nanas pada Anthony.
"Gak banyak kok," jawab Anthony.
"Iya, tahu, pesen apa aja maksudnya, aku gak peduli banyak apa gak nya," ujar Nanas menatap malas suaminya itu.
"Cuma, Salad Buah, Jus Alpukat, Sate Ayam, Rendang Kering, Rendang Basah, Takoyaki, Burger, Ayam Penyet, Ayam Crispy, Nasi Padang, Kakap Asap, Soto Ayam, dan apalagi yah lupa." jawab Anthony menyebutkan apa yang dia pesan sembari menghitung dengan jarinya.
Mendengar itu membuat Nanas tercengang dengan rahang terbuka lebar, bukan apanya, tapi melihat semua yang dipesan suaminya itu bukan lagi "Cuma" tapi sudah sangat banyak.
"Banyak banget," protes Nanas. "Yang mau habisin siapa?"
"Aku." jawab Anthony santai.
__ADS_1
"Terus aku? Makan apa?" tanya Nanas kembali.
"Salad sama Jus Alpukat aja," jawab Anthony mencium perut Nanas.
Nanas memalingkan wajahnya ke arah lain, sungguh indah rencana manusia berstatus suaminya itu, Nanas bahkan tidak tahu lagi harus mengekspresikan dirinya bagaimana.
"Itu kolestrolnya tinggi loh, nanti darah tinggi Om, kumat lagi," ujar Nanas memperingatkan Anthony tentang riwayat penyakit darah tingginya.
Anthony hanya mengangguk kemudian kembali bangkit. "Gapapa, sekali-kali, aku rutin check-up, jadi gapapa."
"Dibilangin juga ah, batu banget sih." jawab Nanas melipat kedua tangannya.
Melihat itu Anthony tidak menggubrisnya, karena jika sedang kesal, Nanas paling anti diganggu, Nanas yang melihat Anthony tidak menggubrisnya, berusaha memutar otak, untuk membuat suaminya pusing.
"Om?" panggil Nanas yang membuat Anthony berbalik menatap ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Anthony pada Nanas.
"Ngidam," jawab Nanas dengan puppy eyesnya.
"Kipas angin." jawab Nanas singkat.
"A-apa?"
"Kipas angin!" jawab Nanas sekali lagi.
Anthony menautkan alisnya atas permintaan Nanas, Anthony kemudian beranjak dari ranjang dan mengambil kipas angin yang ada disudut ruangan, Anthony bahkan tidak ingat kapan dia membeli benda itu, pasalnya seluruh ruangan di rumah nya sudah di lengkapi oleh AC.
Setelah mengambil kipas angin tersebut, Anthony kemudian menyerahkan kipas angin yang berukuran mini itu kepada Nanas, Nanas yang mengambilnya kemudian menaruhnya di nakas dan mengambil sebuah kertas dari dalam laci nakas tersebut.
"Aku ngidam, Mas Aris, kita main layang-layangan pedot yah Om, nanti Om jadi Aris, aku jadi Kinan." ujar Nanas yang membuat Anthony seketika menolak.
Mendapat penolakan dari Anthony membuat Nanas terpaksa membawa-bawa atas permintaan janin dalam kandungannya yang membuat Anthony mau tidak mau harus menurutinya.
__ADS_1
"Fitnah anak sendiri, 100% gak dosa kok." batin Nanas.
"Aku harus ngapain?" tanya Anthony pada Nanas.
"Cuma berdiri aja, nanti kalau aku gampar Om jangan nangkis yah," jawab Nanas yang membuat Anthony menelan ludahnya sejenak.
Setelah berbagai persiapan demi persiapan, akhirnya Nanas memulai dramanya sebagai Kinan yang membuat Anthony hanya diam, pasalnya dia tidak pernah menonton drama satu itu.
"Oke! Fine! Aku tahu Om Thony, kerja keras buat aku dan kedua calon anak kita, tapi yakin cuma buat aku?" tanya Nanas dengan penuh ekspresif.
"Y-yakin." jawab Anthony gelagapan.
"Asham Dilaude Garham Didarad, itu siapa Om? Om transferin dia uang banyak banget bahkan pake rekening yang aku sendiri gak tau, Om punya rekening itu," lanjut Nanas.
Anthony menatap cengo Nanas yang sangat menghayati aktingnya. "Pak Asham itu Dewan kampus kamu, kan aku bayar uang semester kamu semalam, masa lupa."
Nanas melipat kedua tangannya kesal atas jawaban Anthony. "Om gak asik, kok dijawab sih, harusnya diam aja sampai adegan gampar-gamparan."
"Kan kamu nanya, yah aku jawab," jawab Anthony membalikkan tubuh Nanas menghadapnya.
"Oh iya satu lagi, aku beliin dia kipas angin, seharga sepuluh juta, pake saldo rekening kamu," lanjut Anthony yang kini memulai drama itu untuk memikat hati istrinya.
"Om tau! Om tau! Apa yang ada didalam perut aku ini?" tanya Nanas mulai mengikuti drama Anthony.
"Pisang goreng?" tanya Anthony yang sontak membuat Mood Nanas hilang seketika.
"Suami sialan, diajak drama gak konek, gak diajak mulai duluan, awas aja titidnya aku somasi sampai batas waktu yang tak ditentukan." batin Nanas kesal.
"Nas, mau nanya, jadi tujuannya kipas angin itu apa?" tanya Anthony pada Nanas.
"Gaada, cuma dijadiin pajangan aja," jawab Nanas yang membuat Anthony memberikan tatapan malasnya sekali lagi.
- TBC
__ADS_1
Ketika Kinan yang jadi Author DUDA SALAH KAMAR