
"Gue gak mau dijemput pakai beginian! Ini Ini mobil jenazah cuy," protes Nanas saat Melon memaksanya naik.
"Gue juga gak mau ih! Gue lagi hamil muda, ntar gue sawang gimana cerita!" timpal Terasi.
Melon tidak terlalu memperdulikan mereka berdua, ia masih terus memaksa Nanas dan Terasi naik keatas mobil sehingga Nanas dan Terasi hanya bisa menurut, setelahnya Anthony, Dave dan Mangga menyusul naik yang membuat Melon menutup pintu belakang ambulans tersebut.
Melon kemudian berjalan ke depan dan duduk dikursi samping pengemudi yang membuat Nanas, Terasi, Anthony, Dave dan Mangga menatap malas ke arahnya.
"Okey Pak! Udah Ready, buruan jalan," perintah Melon yang membuat sopir ambulans tersebut menjalankan mobilnya.
"Malu banget! Gue ada Aston Martin, masa kondangan pake mobil ambulan berpita-pita," protes Nanas disambut anggukan dari Terasi.
Walaupun mereka protes, mereka tidak bisa apa-apa lagi, dikarenakan ini sudah permintaan Salak dan Faredian yang membuat mereka semua mau tidak mau harus mengikuti kelaknatan ini.
"Bestie! Lo tahu gak Pak Mujaer, dia selingkuh loh sama Bu Lele, parah sih bund," ujar Terasi memulai bahan ghibahnya kepada Nanas.
"Ah serius lo? Kok gue baru denger, emang gara-gara apa?" tanya Nanas antusias.
"Gara-Gara Pak Mujaer gak suka makan ayam tapi istrinya masakin dia ayam terus, makanya dia selingkuh sama Ibu Lele yang jago bikin ketoprak," jelas Terasi yang membuat Nanas menangkup kedua pipinya.
"Mulai lagi kalian kan? Berghibah, gak dimobil, dirumah kalau udah kalian, pasti Ghibah," protes Anthony disambut anggukan Dave dan Mangga.
"Enak aja, ini bukan Ghibah Om, tapi berbagi aib," jelas Nanas yang membuat Terasi mengangguk.
"Lagipula Ghibah akan menambah wawasan kita tentang dunia ini, Ghibah bisa mendatangkan kekenyangan bagi pelakunya, karena Ghibah kami sampai lupa makan malam," lanjut Terasi.
__ADS_1
"Ghibah juga dapat melatih daya otak untuk mengingat sesuatu, jadi kita gak perlu repot-repit buat ngingat lagi, semua masalah orang menjadi satu dalam berbagi aib," timpal Nanas yang membuat para suami tersebut menepuk jidat.
"Kalian dapat konsep begini darimana?" tanya Anthony.
"Itukan konsep awal dari Ghibah Om, udah hak paten, Ghibah is my spirit my darling, my darling oh darling," jawab Nanas.
Anthony, Mangga dan Dave hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap tingkah Nanas dan Terasi yang melanjutkan sesi ghibah mereka.
Bugh!
Suara tabrakan keras mengagetkan Anthony, Dave, Mangga, Nanas dan Terasi yang ada dibelakang, mereka berdua menatap satu sama lain sebelum merasakan bahwa disekitar mereka sudah penuh dengan Air.
"Semuanya keluar! Mobilnya nyemplung dirawa-rawa," teriak Melon menahan tawa yang membuat Anthony, Dave, Mangga, Nanas dan Terasi gelabakan keluar dari mobil.
Walaupun sudah berusaha namun mereka sudah telat kini mereka sudah basah setengah badan walaupun rawa-rawa tersebut tidak terlalu dalam namun cukup membuat mereka mandi dua kali.
"Kalian belum mandi kali, alam aja tahu yang mana yang udah mandi, yang mana gak," jawab Melon yang membuat semuanya menatap tajam ke arahnya.
"Pak! Saya minta penjelasan," kesal Anthony yang membuat sopir ambulans tersebut cengengesan.
"Maaf Mas, tadi saya lupa jalannya, terus di kasih tahu sama Mbak Melon ikutin goggle aja, nah las saya ikutin kata gogglenya belok kiri, pas belok kiri gini malah nyemplung," kekeh sopir tersebut cengengesan tidak jelas.
Melihat itu semua, Anthony, Mangga dan Dave hanya bisa pasrah sementara Nanas, Terasi dab Melon masih bisa tertawa bengek atas kejadian ini.
"Aku rasa mereka setres, ini kita jadi kondangan dalam keadaan begini?" ujar Mangga menatap Dave dan Anthony.
__ADS_1
Anthony mengangkat bahu nya kemudian melepaskan kemejanya yang sudah basah sehingga kini dia tengah bertelanjang dada yang membuat Nanas membulatkan mata sempurna.
"Astagfirullah, Om Suami! Aurorat-mu!" teriak Nanas menghampiri Anthony dan memeluk bagian dada Anthony.
"Melon, Terasi, cariin Br*a!" perintah Nanas yang membuat Anthony tersentak.
"Lah mau cari dimana?" tanya Melon menautkan kedua alisnya.
Nanas terdiam sejenak kemudian berpikir keras sebelum melihat pita dari kain yang ada diatas mobil ambulans. "Pak Dave, ambilin pitanya aja,"
Dave menghela napas panjang kemudian mengikuti semua keinginan Nanas, ia berjalan ke mobil yang masih tergenang didalam rawa-rawa tersebut dan mengambil pitanya kemudian menyerahkannya ke Nanas.
"Makasih Pak!" ujar Nanas menerima pita tersebut kemudian mengikatkannya didada Anthony sehingga area dada Anthony yang sedikit menonjol karena otot tidak terlihat lagi.
"Harus gini?" protes Anthony yang membuat Nanas menggaruk tengkuknya.
"Stay halal Om!" jawab Nanas cengengesan.
Sementara yang lain nya hanya bisa menahan tawa melihat apa yang dilakukan Nanas kepada Anthony.
•
TBC
Aurorat Om Thony
__ADS_1