
"Om hari ini gak kerja?" tanya Nanas pada Anthony yang sedang mengancing kemejanya didepan cermin.
Anthony membalikkan badannya dan menatap Nanas, Nanas yang sudah rapi bersiap untuk menjalani sidang skripsinya hari ini, Nanas begitu antusias karena Anthony sudah berusaha selama dua hari mengerjakan skripsinya.
Nanas dan Terasi beruntung karena dia tidak perlu melakukan revisi dan kebetulan dosen pembimbingnya adalah Dave yang notabene adalah adik ipar Anthony.
Jadi Nanas hanya perlu menyelesaikan jurnal ilmiah dan meng-upload hasil skripsinya dan menjalani sidang yang akan dilakukan hari ini.
Sungguh keberuntungan satu abad bagi Nanas sendiri, jika orang pada normalnya menjalani skripsi dalam tenggang waktu berbulan-bulan dengan drama revisi dan bimbingan, Nanas hanya menyelesaikan skripsinya dalam waktu tiga hari tanpa revisi dan bimbingan.
"Bukannya suka menunda-nunda, tapi suka aja ngerjainnya mepet-mepet apalagi yang ngerjain Om Thonyx merasa tertantang aja dikejar deadline berasa dikejar rentenir," Setidaknya beginilah isi hati Nanas.
Anthony berjalan ke arah Nanas dan mengusap kepala istrinya itu lembut dan mengecup puncak kepala nya. "Gak, mau nemenin kamu sidang,"
"T-Tapi kan Om udah tiga hari gak masuk kerja, nanti Tender Om habis diambil orang loh," jawab Nanas menatap Anthony.
Anthony tersenyum dan menggendong Nanas kemudian duduk di sofa dengan gaya face To face dengan keadaan Nanas yang duduk dipangkuan Anthony.
"Kalau mereka mau pergi yasudah, yang penting aku bisa lihat kamu sidang dan hari ini harus lulus yah!" jawab Anthony.
Nanas mengangkat kedua jarinya kemudian mengalungkan tangannya dileher Anthony dan mendekatkan wajahnya sehingga hidung mereka berdua saling bersentuhan.
Anthony yang tidak tahan langsung menyambar bibir Nanas yang membuat Nanas menjauhkan wajahnya dari Anthony, Anthony membuang muka sedangkan Nanas terkekeh cengengesan berhasil mengerjai Anthony.
Melihat Anthony sedikit kesal membuat Nanas mengambil dagu suaminya dan memagut mesra bibir suaminya, Anthony yang diperlakukan begitu membalas ciuman Nanas.
Anthony mengigit bibir bawah Nanas yang membuat Nanas mengaduh kecil, selanjutnya Anthony menggendong Nanas dengan posisi yang masih berhadapan, membuat Nanas melepas ciumannya dan bertanya-tanya apa yang akan Anthony lakukan.
"Mau ngapain Om?" tanya Nanas menautkan kedua alisnya.
Anthony tidak menjawab malah mencium bibir Nanas lembut dan membawanya masuk kedalam kamar. "Kamu sidang jam sepuluh kan? Masih ada tiga jam lagi untuk mengunjungi baby A,"
"Tapi kan aku udah rapi, Om juga udah mandi, masa mandi lagi nanti?" protes Nanas saat Anthony mendudukkan disofa.
Anthony melepas kemejanya dan membuangnya sembarang sehingga kini dia dalam keadaan bertelanjang dada dan mendorong Nanas sehingga kini Anthony menindihnya.
__ADS_1
"Siapa suruh kamu mandi terlalu cepat," jawab Anthony tersenyum miring dan mencium wajah Nanas.
Anthony turun ke leher dan perut Nanas yang menggembung karena sudah memasuki Trimester Terakhir kehamilannya, Anthony sudah tidak sabar menanti kehadiran buah hatinya itu sehingga setiap kali bermain Anthony selalu mencium perut Nanas.
"Baby A? Kalian berdua kalau nanti ditanyain selama sembilan bulan ngapain aja didalam perut jawab aja, Gundal Gundul sama Minionsnya Papa Anthony," batin Nanas mengelus perutnya.
Anthony mendudukkan kembali Nanas yang tadi dia tindih dan mengangkat Dress yang sedang dikenakan oleh Nanas, Anthony kembali melayangkan ciumannya sembari meremas punggung istrinya itu.
Nanas melenguh pelan membuat Anthony semakin semangat memagut bibir istrinya itu, selanjutnya Anthony melepas celananya dan menyisakan pakaian dalam dengan Minions yang mendesak minta dibebaskan.
Anthony melepas pakaian dalamnya menjadi full naked dan membantu Nanas melepas dress yang dia kenakan juga pakaian dalam Nanas, Anthony kembali menggendong Nanas dan duduk di ranjang, dengan pelan Anthony memasukkan Minions ke sarang milik Nanas, dan menggerakkan tubuh Nanas naik turun.
Nanas memeluk leher Anthony dan tidak kuat lagi bergerak sehingga Anthony sendiri yang terpaksa menggerakkan pinggulnya dengan pelan karena Nanas tengah hamil besar, cukup lama dalam posisi seperti itu membuat Anthony segera menidurkan Nanas di ranjang.
Anthony memiringkan tubuh Nanas menyamping dan memeluk leher Nanas dan kembali memasukkan Minions dengan gaya side To side, Anthony mengangkat kaki Nanas sehingga membuat Nanas sedikit mengangkang.
Anthony menggerakan pinggulnya maju mundur dengan perlahan membuat Nanas semakin melenguh hebat sampai akhirnya Anthony sampai pada puncaknya.
Nanas membalikkan tubuhnya menghadap Anthony saat Minions sudah keluar dari tubuhnya, Anthony kembali mencium Nanas pelan dan saling memagut, setelahnya Anthony mengatur napasnya dan menggendong Nanas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
•
•
Nanas mengatur napasnya dan mempersiapkan mentalnya menjalani sidang skripsinya, Anthony turun dari mobil bersama Nanas, mereka berdua kemudian berjalan menuju ruang sidang dan bertemu dengan Terasi, Dave dan Melon.
"Cie datang bareng suami," ujar Melon pada Nanas.
Nanas tersenyum kemudian menggandeng tangan Anthony setelah mendapatkan kode dari Melon, Nanas dan Melon tersenyum licik dan melirik Terasi.
"Ngapain lo pada?" ketus Terasi merasakan hawa-hawa jahannam dari kedua sahabatnya.
"Gapapa cuma enak aja kalau skripsi ditemenin suami, iya kan Nas?" jawab Melon semakin bergeliat manja di badan Dave.
"Percuma yah udah punya suami tapi masih perawan," sindir Terasi melipat kedua tangannya dan menatap sinis Melon.
__ADS_1
"Enak aja, gue cuma belum pecah perawan aja, otewe kok, daripada lo belum nikah," balas Melon menatap tajam Terasi.
"Biarin, Nas, kok lo ga belain gue sih?" Terasi melirik Nanas berharap mendapatkan pembelaan.
"Maap beb, kata Melon ada bener nya juga sih, enak tahu sidang skripsi ditemenin sama suami," jawab Nanas cengengesan.
"Tapi kan buah-buahan kampret ini gak skripsi, dia udah Sarjana duluan," ujar Terasi menunjuk Melon.
"Tolong dong diralat, gue lolos dengan nilai Cumlaude, lulusan terbaik Universitas London," timpal Melon merasa bangga dengan gelarnya. "Lagipula gue nemenin suami gue kerjalah,"
"Halah ukhti-ukhti, percuma sekolah tinggi tapi kenal cinta tetap aja jatuhnya bodoh-bodoh juga, segala tetet bengek gelar samaku, Mahasiswi abadi nih Bos, senggol dong!" balas Terasi menaik turunkan alisnya.
"Dih biarin daripada lo jomblo, karatan lagi," jawab Melon yang membuat Terasi menahan-nahan kekesalannya.
Faktanya memang dia jomblo tapi dia sudah kebelet nikah yang membuat dia kesal dicap jomblo karatan walaupun umurnya baru dua puluh dua.
"Dah junior pada diem, sungkem dulu sini sama yang duluan nikah," Nanas melerai kedua sahabatnya itu dengan aksen sombongnya.
Memang diantara Squad Rujak Gemesh, Nanas yang paling muda, berumur dua puluh satu tahun sedangkan Melon paling tua yaitu duapuluh empat.
"Tetep aja si Terasi jomblo, kasian Sidang gaada pasangan," ledek Melon pada Terasi.
"Si anying bocah-bocah kematian," balas Terasi kesal.
"Siapa bilang Terasi sendirian?" ujar seorang yang ternyata adalah Mangga.
Mangga berjalan kearah Terasi dan menggandeng tangan Terasi, Terasi awalnya tidak mau namun karena diledek jomblo oleh Melon membuat Terasi mau digandeng oleh Mangga.
"Yuk!" Mangga mengajak Terasi berjalan ke ruang sidang meninggalkan Melon, Nanas, Dave dan Anthony disana.
Mangga sempat membalikkan kepalanya mengedipkan matanya kepada keempat orang itu, entah apa rencana mereka yang penting keempatnya hanya memberikan jempol kepada Mangga.
•
TBC
__ADS_1