
Happy Reading!
•
Mangga yang sedari tadi terdiam hanya bisa menatap Terasi yang menanti jawaban dari pertanyaan yang di ajukan padanya, semua mata kini tertuju pada mereka berdua, Terasi menelan ludahnya kasar melihat ekspresi Mangga.
"M-Maaf, aku tidak bisa, aku tidak bisa berkomitmen, ada rasa trauma dari kegagalan masa lalu, maaf," jawab Mangga yang membuat semua orang disana memandang lemas.
Terasi sendiri yang menerima penolakan dari Mangga, langsung berdiri dan menatap Mangga, Mangga sendiri merasa tidak enak pada Terasi.
"Jadi gitu? Its oke," ujar Terasi menyerahkan kardus berisi minyak goreng itu kepada Mangga. "Ambil aja, harganya seratus dua puluh ribu perdus, bayarnya ke Melon yah,"
Nanas dan Melon yang melihat sahabatnya mendapatkan penolakan hanya memandang iba kemudian berjalan ke arah Terasi dan memeluknya.
"Gue bukan jodohnya bund," ujar Terasi mengelap air matanya yang turun dengan gaun pengantin Melon.
"Sabar yah beb, tapi gaun ini masih nyewa beb, kalau kotor ga mampu ganti," jawab Melon mrnstik gaunnya yang sedang dipake mengelap air mata oleh Terasi.
"Ingat masih banyak cowok lain diluaran sana, tuh Mbah Kunyit duda, embat kuy," saran Nanas yang langsung mendapat tatapan tajam dari Terasi.
"Lo gila yah? Duda sih Duda tapi udah tahu, ingat yah kriteria gue Duda manapun asal, Goodlooking, Goodrekening dan Goodatitude, lo pada mah enak udah nikah sama Duda, lah gue?" jawab Terasi pada Nanas dan Melon. "Jomblo, karatan pula itu,"
__ADS_1
Mendengar itu Nanas dan Melon hanya kembali memberi tatapan iba, pasalnya diantara squad rujak gemesh, tinggal Terasi yang belum memenuhi sumpah mereka bertiga untuk menikah dengan Duda.
Setelah momen hurt Terasi, akhirnya acara pernikahan itu dibubarkan, Melon yang tidak tahu harus mengapakan minyak goreng yang diberikan padanya memilih membagikannyan dan membuat mereka semua berebutan mendapatkan minyak itu.
"Pak? Sekarang kita mau ngapain?" tanya Melon pada Dave yang kini sudah sah menjadi suaminya.
Dave terdiam menatap Melon. "Yah ke rumah aki, mulai sekarang kamu tanggung jawab aku,"
Dave kemudian berjalan masuk kedalam mobilnya di susul oleh Melon setelahnya Dave menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumahnya meninggalkan area jalan tersebut.
Nanas dan Anthony sendiri harus bersusah payah bersama Terasi, Salak, Faredian dan Mangga untuk membereskan sisa kekacauan, dari mengembalikan para tamu undangan, kursi, meja dan penghulu.
"Semuanya udah beres? Terasi kamu bisa kan bawa mobil, kamu bawa pick-up satunya yah," ujar Anthony masuk ke pick-up yang dia bawa tadi.
Sedangkan Anthony bersama Salak, Faredian, Mangga, Pak Gagah, Pak Guna, Mbah Kunyit dan Penghulu mengendarai pick-up satunya membawa meja dan kursi.
Mereka menjalankan mobil menuju kediaman Anthony karena memang kendaraan para tamu undangan ada disana semua, mereka tidak mengambil minyak goreng yang diberikan kepada Melon, tetapi Terasi yang notabenenya tidak mau rugi, mengambil lima kardus untuk dia jual murah kepada tetangganya.
•
Malam sudah menyambut, Melon dan Dave kini sudah ada didalam kamar mereka dirumah Dave, awalnya Melon merasa kaku berada disana.
__ADS_1
"K-kita sekarang harus ngapain?" tanya Dave pada Melon.
Melon yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya menatap Dave malas, bukankah dia seorang Duda harusnya dia sudah pernah melakukan malam pertama bersama istri pertamanya dulu, walaupun faktanya Dave seorang Gay.
"Malam pertama lah Pak, Faster Baby! Hmm gitu," jawab Melon membuat Dave menautkan kedua alisnya.
"S-saya gak bisa, saya gaada gairah ke wanita," jawab Dave menundukkan kepalanya enggan menatap Melon.
"Bukan gaada tapi, emang belum dicoba," Melon kemudian mendorong tubuh Dave sehingga kini dia dalam posisi menindihnya.
Dengan sigap Melon mulai membuka pakaian Dave dan membuat Dave kini sudah dalam keadaan bertelanjang dada, untungnya tadi Melon sudah belajar dengan tutorial "Cara Memperkoas Suami" sehingga dia sudah tahu bagaimana memulai malam pertamanya.
"K-kamu gak serius kan, mau ngelakuin ini?" tanya Dave pada Melon yang wajahnya hanya terpaut beberapa senti meter darinya, Melon bisa merasakan deruan napas gugup dari Dave, tapi Melon suka melihat itu, karena dia berhasil membuat Dave terpancing.
Melon kemudian mulai turun kebagian area sensitif Dave, membuka celana Dave dan benar saja, tongkat kasti itu sudah berdiri tegak. "Katanya gak gairah, tapi berdiri juga nya tongkatmu, Pak,"
Mendapat pernyataan seperti itu membuat Dave memalingkan wajahnya ke arah lain, sementara itu Melon mulai melancarkan aksinya dengan membuka pakaiannya sendiri kemudian mengambil tangan Dave dan menaruhnya di dada nya.
"Ini adalah milik bapak sekarang," ujar Melon frontal.
•
__ADS_1
TBC