
Jangan Lupa Tinggalkan Like agar Author semakin semangat update.
•
Delapan bulan telah berlalu setelah pernikahan Salak dan Faredian, kini usia Aren dan Aran sudah memasuki fase imut-imutnya, sementara Melon dan Terasi sedang menjalani hamil tua dalam kandungan mereka.
"Om?" panggil Nanas saat Anthony sedang mencuci mobilnya dalam keadaan bertelanjang dada.
Anthony membalikkan badannya menatap Nanas yang tengah terduduk di kursi teras. "Hm?"
"Aren dan Aran dimana?" tanya Anthony menyiram air ke mobilnya kemudian berjalan ke arah Nanas.
"Udah tidur," jawab Nanas yang membuat Anthony mengangguk. "Om gamau nganu gitu, aku kangen loh,"
"Nganu? Kamu ngomong apaan sih?" tanya Anfhony mengelus tengkuknya yang membuat Nanas memberikan tatapan malas.
"Itu loh Om," jawab Nanas memberikan kode dengan gesture tubuh yang masih belum bisa ditebak oleh Anthony.
Anthony hanya kembali menggaruk kepalanya yang membuat Nanas berdiri kesal dan berjalan dengan menghentakkan kakinya, dan berjalan masuk kedalam kamar.
Anthony mengangkat kedua alisnya kemudian mulai paham dengan apa yang diinginkan Nanas, Anthony berjalan masuk kedalam rumah dan menyusul Nanas.
"Nanas?" panggil Anthony yang tidak digubris oleh Nanas.
Anthony tengah berada diambang pintu kamar mereka saat ia melihat Nanas tengah mengutak atik ponselnya dengan kesal akibat ketidak-pekaan Anthony.
"Maafin aku yah, kamu mau sekarang, Aran dan Aren udah tidur kan?" tanya Anthony berjalan masuk kedalam kamar dan duduk disamping Nanas yang ada ditepi ranjang.
Nanas tidak menggubris Anthony dan langsung berdiri hendak meninggalkan Anthony namun gagal karena Anthony langsung menarik tangannya dan membuat Nanas terjatuh ke pelukan Anthony.
__ADS_1
Anthony langsung membalikkan posisi menjadi menindih Nanas, sehingga wajah keduanya saling bertatapan, Nanas yang melihat itu segera menarik kepala Anthony lebih dekat dengan nya sehingga kini bibir mereka berdua saling beradu.
Anthony mencium Nanas dengan pelan dan dalam yang membuat Nanas melenguh pelan saat lidah keduanya saling bersentuhan, selanjutnya Anthony menarik tangan Nanas dan membuat mereka dalam posisi berdiri.
"Kau mau ini sayang?" tanya Anthony mendorong Nanas ketembok dan merentangkan kedua tangan istrinya yang membuat Nanas tersudut di tembok saat ini.
Anthony kembali melayangkan ciumannya kepada Nanas dan turun ke leher serta dua benda kenyal yang selama ini menjadi milik Aran dan Aren.
"Om! Om!" lenguh Nanas yang membuat Anthony semakin gencar melakukan aksinya kepada istrinya itu.
Anthony melepaskan Nanas dan berjalan sedikit mundur dari istrinya kemudian melepaskan celananya yang membuat Minions yang sedang melakukan lancang depan terpampang jelas dihadapan Nanas.
"Minions merindukan rumahnya," ujar Anthony kemudian membantu Nanas melepaskan pakaiannya sehingga kini mereka berdua sama-sama telanjang.
Anthony menggiring Nanas ke ranjang dan menidurkan istrinya pelan sebelum ia memasukkan Minions kedalam rumahnya.
"Ah! Kenapa ini masih selalu rapat?" tanya Anthony melenguh pelan saat Minions sudah terbenam perlahan di milik Nanas.
"Tatap aku, sayang," bisik Anthony menjilat daun telinga Nanas yang terpejam.
Nanas perlahan membuka matanya dan melihat wajah suaminya yang penuh gairah tengah tersenyum kepadanya, Anthony kemudian mulai menggerakkan Minions didalam sana, membuat lenguhan serta ******* lolos dari bibir keduanya.
Anthony menggenggam kedua tangan Nanas sembari terus menggerakan pinggulnya yang membuat Minions sedang keluar masuk dibawah sana, entah bagaimana, Nanas selalu menikmati segala permainan yang dilakukan suaminya kepadanya.
Dan Anthony tentu saja selalu merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Nanas kepadanya.
Kruk!
Anthony kembali menarik Nanas berdiri dari ranjang yang membuat Nanas mengalungkan kedua kakinya di pinggang Anthony dalam keadaan Minions yang masih tertanam didalam miliknya.
__ADS_1
Anthony menyenderkan Nanas ke tembok kemudian mengalungkan kedua tangan Nanas dilehernya sementara tangannya sendiri menjaga Nanas agar tidak terjatuh dalam keadaan pinggulnya maju mundur didalam sana.
"Ah! Aku mau keluar," bisik Anthony mempercepat gerakan pinggulnya dan mengangkat kepalanya menikmati sesi-sesi menuju kenikmatan yang akan dia rasakan.
Crttt!
Anthony menyemburkan cairan kedalam milik Nanas bersamaan dengan klimakss yang dialami Nanas sendiri, Nanas yang lemas hanya bisa jatuh kedalam pelukan Anthony sebelum keduanya limbung diatas ranjang menikmati sisa-sisa kenikmatan itu.
Disaat keduanya sedang mengatur napas suara ponsel dari Nanas berdering yang membuat Nanas mengambil ponsel tersebut yang tadi tercecer diranjang.
"Melon?" baca Nanas mengangkat telepon tersebut.
[Halo! Ada apa?"]
[Bantuin Gue Nas! Gue ama Terasi mo lahiran!]
Nanas membulatkan mata sempurna dan menuatkan kedua alisnya mendengan jawaban dari Melon.
[Kalian dimana?]
[Di Lampu Merah!]
[Hah]
•
TBC
__ADS_1