
Dokter dan Suster yang melihat bahwa Nanas yang akan melahirkan segera mengambil bangker dan menaikkan Nanas keatas sana, dan membawa Nanas kedalam ruang bersalin.
Melon dan Terasi yang tadi nyungsep akibat perbuatan Nanas, segera berdiri dan menyusul Nanas masuk kedalam rumah sakit.
"Buset tuh orang! Gatau apa kalau gue hamil muda, kalau gue keguguran gimana," protes Terasi yang masih merasakan oleng akibat nyungsep.
"Udah tenang aja lo, bentar gue mau nelpon Kak Thony dulu, kalau bini-nya mau brojolan," jawab Melon mengambil ponsel didalam tasnya dan mencari nomor Anthony di daftar kontaknya.
Setelah cukup lama mencari akhirnya Melon berhasil mendapatkan nomor kakaknya itu dan segera menelponnya.
[Halo? Tua bangka? Istrimu mau ngelahirin, ke rumah sakit Muara Kasih Buaya sekarang, cepat!]
[Hah? Siapa? Nanas?]
Anthony yang berada didalam sambungan telepon hanya mengerutkan keningnya mendengar ucapan Melon.
[Binimu ada berapa sini? Nanas lah]
[Bukannya dia masih delapan bulan?]
Melon menepuk jidatnya pelan mendapat jawaban seperti itu, bukannya buru-buru datang ke rumah sakit, dia malah memikirkan hal itu.
[Dia itu lahirnya Fermentasi] Jawab Melon.
Terasi yang mendengar ucapan Melon segera menepuk pundak Melon dan membuat Melon membalikkan badannya.
"Fremature, Bos," ralat Terasi yang membuat Melon menggaruk tengkuknya.
__ADS_1
[Itulah pokoknya buruan cepetan Kak, Ke Rumah Sakit Muara Kasih Buaya]
Melon mematikan telepon sepihak yang membuat Anthony diseberang sana segera meninggalkan pekerjaannya dan menancap gas menuju rumah sakit tempat Nanas melahirkan.
Sementara itu Melon dan Terasi segera menyusul Nanas ke ruangan bersalin dan mendobrsk pintu ruangan bersalin tersebut.
"Nanas! Im Here!" teriak Terasi dan Melon yang membuat beberapa dokter dan suster tersebut menatap kaget ke arah mereka.
"Bestie!" antusias Nanas melihat kedua sahabatnya masuk kedalam sana.
Nanas yang sedang mengangkang demi memperlebar jalan keluar dari bayinya, langsung sumringah melihat kedua sahabatnya.
"Kok kamu bisa masuk sini?" tanya dokter yang sedang membantu Nanas melahirkan.
"Udahlah dokter gak penting itu, lanjutin aja prosesnya," jawab Terasi berjalan bersama Melon ke samping Nanas.
"Mengejan itu apaan dah?" tanya Nanas pada Melon dan Terasi.
Melon dan Terasi berpikir sejenak bagaimana cara mendeskripsikan mengejan dihadapan Nanas, karena mengejan itu harus di praktek kan.
"Gini deh beb, lo lagi susah berak, terus taik lo ga bisa keluar nah lu paksa keluar, gitu aja, eh benar gak sih gue?" jawab Melon cengengesan.
Dokter dan suster tersebut sudah menyerah menangani Nanas yang masih bisa terlihat santai padahal bayinya ibarat sudah ada di gerbang menanti untuk melihat dunia tipu-tipu.
"Ah ribet! Tenang Dokter, ini anak pertama saya, jadi dia harus mandiri," ujar Nanas yang membuat Dokter dan suster tersebut yang kali ini melepas tatapan bingung.
Nanas bangkit dan mengambil posisi duduk kemudian melebarkan kakinya, setelahnya Nanas menepuk perutnya dan mulai mengejan.
__ADS_1
"Buruan keluar! Jangan manja, harus bisa mandiri, kamu ini bakal jadi tulang punggung keluarga," ujar Nanas yang tidak lama kemudian kepala bayi pertamanya keluar dan membuat suster dan dokter tersebut dengan sigap mengambilnya.
"Syukurlah udah lahir!" teriak Terasi dan Melon bersamaan.
"Masih ada satu lagi bunda," ujar Nanas terengah-engah kemudian kembali menepuk perutnya. "Anak kedua juga harus mandiri, jangan manja, buruan keluar!"
Tak lama kemudian anak Nanas yang kedua keluar dari perut Nanas yang membuat Melon dan Terasi kembali mengucap syukur.
Suster tersebut kemudian membawa kedua bayi Nanas untuk dimandikan sementara Nanas hanya mengatur napasnya pelan. "Buset ngelshirinnya berat banget, jadi pengen hamil lagi, eh gue udah langsing lagi, seksi lagi!"
Dokter beserta suster yang membantu Nanas segera berjalan ke arah Nanas membawa kedua bayi milik Nanas.
"Bayinya kembar, Perempuan dan Laki-Laki, cantik dan ganteng," ujar Dokter tersebut menaruh bayi Nanas di samping Nanas.
"Anak gue bund! Akhirnya kalian berdua bisa *****, tapi kasian Om Thony ga bakal dapat jatah lagi," lirih Nanas mengelus pipi kedua bayinya.
"Nanas! Kamu melahirkan sayang! Kamu kenapa!?" teriak Anthony yang baru datang kesana dengan keadaan basah kuyup.
"Om Thony? Om kenapa basah?" tanya Nanas pada Anthony yang masih panik.
"Kecebur got!" jawab Anthony frustrasi yang membuat tawa dari Nanas, Melon dan Terasi meledak seketika.
•
TBC
__ADS_1