
Happy Reading!
•
•
Selepas kepergian mereka berlima, Anthony dan Nanas memilih berjalan-jalan saja daripada pulang ke rumah, karena dirumah mereka kini tengah terjadi pembersihan akibat hadir nya pembantu dadakan.
Terkadang Nanas dan Anthony tersenyum geli mengingat tingkah kelima sahabat berbeda generasi itu.
•
Setelah sampai di rumah Anthony, Melon, Terasi, Salak dan Mangga, segera turun dari mobil dan menatap dari depan rumah tersebut sementara Faredian hanya diam tak bergerak sedikitpun.
"Lah kok, Kak Faredian gak keluar sih?" tanya Melon melipat kedua tangannya menatap Faredian kesal.
Faredian tidak menjawab melainkan mengambil sesuatu dari Dashboard depan mobil milik Mangga, yang ternyata adalah kunci rumah Anthony yang dia minta tadi, kemudian melemparkannya ke Mangga
"Itu kuncinya nanti pas sore, aku balik semua udah harus bersih yah? Babay aku mau cabut dulu semangat yah anak-anakku sekalian, ehmm, Bang Mangga pinjam mobilnya yah," ujar Faredian disambut jempol Mangga, kemudian menancap gas meninggalkan area kediaman Anthony.
Setelah kepergian Faredian itu mereka berempat hanya menatap penuh cengang mobil Mangga yang semakin jauh dari pengheliatan mereka berempat.
"Sialan! Sialan! Dokter kampret!" batin Melon kesal.
Ingin sekali rasanya Melon memaki pria tersebut namun di tahan-tahan nya dalam hati lalu berjalan masuk ke area pekarangan rumah Anthony, disusul Terasi, Mangga dan Salak.
__ADS_1
"Emang gak ada Akhlak, Kak Faredian!" kesal Melon yang mengoceh terus-menerus dan tidak memperhatikan jalannya sehingga ia tersandung oleh Pot bunga milik Anthony.
"Aww!" teriak Melon kesakitan yang di sambut oleh ledakan tawa dari teman-temannya.
"Pada ketawa lo pada, kagak ada akhlak yah tolongin gue napa woi sakit nih!" ujar Melon dengan nada kesal. "Lagian nih pot bunga ngapain sih nongol di sini!! Kagak tahu apa kalau Prilly Latuconsinna. Mo lewat,"
"Dih, lo tang salah malah nyalahin pot bunga, lagian Prilly apaan? Kagak ada pantas-pantasnya lo!" ujar Terasi membantu Melon untuk berdiri.
"Eh papan gilesan! Sini gue kasih tahu lo yah! Sebenarnya gue itu sodaranya Prilly, cuma beda bapak ama sama emak aja," jawab Melon dengan kepedean yang maksimal.
"Hahahaha, Prilly itu, putih, tinggi! Lah kamu pendek, dekil, hidup lagi!" timpal Salak yang langsung ber TOS-ria dengan Mangga
"Mantanku sayang, mantanku sialan!" batin Melon kesal.
"Wah Om-Om, berdua dah bosan hidup kayaknya mau gue sleding Om," protes Melon berkacak pinggang.
"Sejenis manusia." jawab Salak berbisik.
"Dah gak usah nyanyi kalian mending kita masuk buruan beresin nih rumah," lanjut Salak berjalan mendahului mereka semua.
"Eh tapi bicara soal Prilly, kemaren gue di notice loh," timpal Terasi.
"Sumpah gue kagak nanya, sumpah kagak nanya dah gue," jawab Melon menarik kerah baju Terasi dan menyeretnya masuk kedalam rumah Anthony.
Setelah membuka pintu rumah Anthony mereka semua kemudian segera masuk kedalam dan kembali tercengang oleh keadaan rumah tersebut yang seperti kapan pecah.
__ADS_1
"Lah ini rumah atau gudang woi! Gini nih kalau tipe-tipe di tagih hutang kagak nongol-nongol rumahpun jadi sasaran, kasian gue natapnya miris banget woi," ujar Melon berlari menuju sofa dan merebahkan badannya di sana.
"Kamu ngapain rebahan? Kita di sini mau bersih-bersih bukan mau santai-santai," protes Salak menarik tangan Melon untuk berdiri.
Setelah melihat Melon sudah berdiri dan sofa kosong, Salak kemudian segera mengambil kesempatan dan beralih merebahkan badannya di Sofa yang di pakai Melon tadi.
"Lah mantan! Sama aja lo apa bedanya Patung Cibodas," protes Melon kesal.
"Udah sana, sana aku lagi sibuk, kangan ganggu Andrew White mau bobo dulu," ujar Salak kemudian menulikan dirinya dari ocehan Melon yang tiada hentinya.
Melihat itu Melon segera mengambil ancang-ancang dan menendang tulang kering mantan kekasihnya itu sehingga membuat Salak berdiri kesakitan dan tidak sengaja menarik Melon sehingga kini mereka saling menindih di sofa.
"Cie!"
•
•
TBC
Mangga
Anthony dan Nanas
__ADS_1