
Jangan Lupa Tinggalkan Like, Agar Author Rajin Update!
•
"Jadi sekarang harus gimana?" tanya Dave yang membuat lainnya hanya diam.
"Mau gak mau harus datang dalam kondisi begini, gak mungkinkan kita pulang lagi, nanti Faredian dan Salak marah," jawab Anthony melepas pita yang menutupi dadanya dan meremas kemejanya yang basah.
"Yasudahlah, aku pesan taksi online dulu," ujar Dave mengambil ponselnya yang ada di tas Melon.
Anthony yang sudah selesai meremas air dari kemejanya segera memakai kemeja tersebut dalam kondisi basah, begitupun dengan yang lainnya, mau tidak mau mereka semua harus datang ke pernikahan kedua sahabat mereka.
Tak lama kemudian taksi yang dipesan Dave tiba disana, Anthony, Melon, Nanas, Mangga, Terasi dan Dave segera masuk kedalam taksi meninggalkan sopir ambulans yang ada disana.
Sopir taksi yang melihat kondisi mereka basah hanya menatap dengan tatapan cengo yang membuat mereka berenam membalas tatapan itu dengan tatapan tajam.
"Jalan aja, Pak! Gausah berpikiran aneh-aneh," ujar Nanas menjawab tatapan penuh pertanyaan sopir taksi tersebut.
Sopir taksi itu menjalankan mobilnya menuju rumah sakit tempat Faredian dan Salak menjalankan ijab kabul, entah apa reaksi dari mereka nanti yang terpenting, mereka tidak bisa membayangkan ekspresi dari semua yang ada disana melihat beberapa tamu VIP datang dalam kondisi berantakan.
"Nanti gimana yah kata orang, mana bau rawa-rawa gini lagi," ujar Nanas gang mendapat tatapan iba dari Melon dan Terasi.
"Sans! Gausah dipikirin, pede aja, toh, mereka bisa apa," jawab Melon tersenyum sombong karena hanya dia yang tidak basah dalam kejadian ini.
Taksi yang ditumpangi mereka berenam kemudian memasuki halaman rumah sakit, dimana dari luar saja sudah bisa dilihat seberapa banyak orang didalam sana.
Nanas, Anthony, Melon, Dave, Terasi dan Mangga turun dari taksi dan berjalan ragu untuk masuk kedalam rumah sakit tersebut, terkecuali Melon yang melenggang dengan pedenya mendahului yang lain masuk kedalam rumah sakit.
__ADS_1
Brak!
"Assalamualaikum! Gak jawab kafir!" teriak Melon menendang pintu rumah sakit yang terbuat dari kaca sehingga menimbulkan bunyi dengungan serta keras yang membuat semua mata menatap ke arahnya. "Maap Bos, tadi ada kendala dikit jadi telat,"
Melon berjalan cengengesan ke arah Faredian dan Salak beserta pasangan mereka masing-masing, Faredian dan Salak tersenyum dan melipat kedua tangannya.
"Kalian kenapa lambat? Akad nikahnya baru aja selesai," jelas Faredian yang membuat Melon menoyor kepala dokter tersebut.
"Tanyain tuh sama sopir pribadimu," jawab Melon kesal kemudian menyalami Salak dan Softexia. "Ah akhirnya udah sah, mantan terindah aku,"
"Makasih Lon, yang lainnya dimana!?" jawab Salak yang kemudian bertanya kepada Melon.
Melon melirik pintu rumah sakit dan menunjuk Anthony, Nanas, Terasi, Dave dan Mangga yang baru saja masuk dengan langkah ragu, sontak melihat keadaan kelima orang tersebut yang basah kuyup, Faredian, Salak dan yang lainnya hanya memandang dengan rahang terbuka lebar.
Melon sendiri hanya memilih pergi ke bagian makanan dan menikmati makanan yang ada disana, saat yang lainnya jadi bahan tontonan.
"Terlalu VIP," jawab yang lainnya menahan tawa melihat keadaan kelima orang tersebut.
Salak dan Faredian berjalan ke arah Anthony, Nanas, Terasi, Dave dan Mangga dengan wajah penuh pertanyaan.
"Kok bisa begini?" tanya Salak pada mereka semua.
"Astaga!" timpal Faredian.
Sontak Anthony, Dave dan Mangga yang kesal langsung menggeplak kepala dari kedua sahabatnya itu yang membuat Salak dan Faredian terhuyung ke belakang.
"Kalian Idiot!" protes Mangga memberi geplakan lagi kepada Salak dan Faredian.
__ADS_1
"Ini Untuk harga diriku!" kesal Dave mengambil sepotong kue dan menjejalkannya ke mulut kedua pengantin pria tersebut.
Setelahnya Faredian dan Salak yang kehilangan keseimbangan langsung terjatuh ke lantai yang membuat Anthony mengambil ancang-ancang melompat ke tubuh mereka berdua.
"Ahh!" keluh Faredian dan Salak bersamaan saat tubuh besar Anthony menghamtam tubuh mereka.
Mereka sendiri tidak tahu apa kesalahan mereka yang membuat ketiga sahabat mereka itu kesal, sementara Melon masih sibuk memakan makanannya dan tamu yang lain menatap cengo aksi lima sahabat ini.
Softexia dan Lengkuas berjalan ke arah Terasi dan Nanas yang membuat mereka saling melempar pandangan beberapa saat.
"Taruhan?" tawar Lengkuas menaik turunkan alisnya.
"Kuy! Sepuluh juta buat yang bisa nebak Om Salak dan Kak Faredian setelah ini patah tulang atau gak," ujar Nanas mengeluarkan segepok uang dari dalam tasnya.
Setelahnya Mangga, Anthony dan Dave berdiri tegap kemudian meninggalkan Faredian dan Salak yang masih bingung akan apa kesalahan mereja berdua.
Mangga, Anthony dan Dave memilih menyusul Melon ke bagian makanan untuk menghilangkan rasa kesal mereka bertiga.
Walaupun begitu, setidaknya Faredian dan Salak bersyukur karena ketiga sahabatnya masih menyempatkan hadir dalam pernikahan mereka walaupun dalam kondisi terburuk sekalipun.
•
TBC
Biang keroknya
__ADS_1