
Happy Reading!
•
•
Ting! Tong!
"Permisi, Paket!"
Suara bel rumah dari Anthony disertai suara kurir membuat Anthony bangkit dari duduknya dan berjalan keluar untuk membukakan pintu.
"Iya, sebentar," jawab Anthony membuka pintu rumahnya. "Melon? Terasi? Kalian?"
"Supres! Supres! Madefakah, permisi dengan Bapak Anthony yah, ini pesanannya total semua delapan ratus enam puluh enam ribu, mau cash atau debit, lebih baik cash soalnya gak bisa debit," jawab Melon dengan aksi pengantar makanannya.
"Silakan Pak," timpal Terasi memberikan kantong berisi pesanan Anthony.
"Kalian jadi tukang antar-antar makanan sekarang?" tanya Anthony pada Melon dan Nanas.
"Bukan tukang, tapi Kurir, elegan dikit napa, iya kak kami gabut aja, capek rasanya rebahan, rebahan aja kita bisa dapat duit, makanya kita mau jadi kurir buat ngisi masa gabut," jawab Melon disambut anggukkan Terasi. "Pesen banyak Kak? Buat siapa nih?"
"Buat aku sama Nanas, kalian pikir ada orang lain lagi," jawab Anthony mengeluarkan dompetnya dan membayar pesanannya. "Aku speechless loh, kalian gabut nya bukan main, orang kalau gabut jalan-jalan, kalian jadi kurir,"
Melon menerima uang Anthony kemudian memberikannya kepada Terasi. "Nih ambil,"
"Iya kak, kami tuh kayak nemu diri kita banget, seakan-akan kami jiwa-jiwa ndeso yang terperangkap dalam tubuh horang kaya," lanjut Melon.
__ADS_1
"Jadi, sampai kapan kalian jadi kurir?" tanya Anthony pada Melon dan Terasi.
"Gatau, niatnya sih sampai berhasil nemu Costumer Duda, kan lumayan kalau tiba-tiba di aja berduaan terus smelelelew dan dinikahin karena salah kamar, aku terinspirasi loh sama kakak, apa aku salah kamar juga aja yah supaya ketemu jodoh," jawab Melon yang mulai dengan segala halusinasinya.
"Eh betewe, Nyonya Latte dan Tuan Ex, akan mengunjungi Anak tertua dan menantunya nanti, mereka bareng sama Kak Kiwi, Kak Thony siap ketemu sama kak Kiwi? Jangan baku hantam lagi nanti yah ngeri woi," jawab Melon yang mendapat geplakan dari Anthony.
"Kalau nyebut nama orang tua yang bener," tegur Anthony yang membuat Melon mengaduh.
"Iya, Iya, Nyonya Lattesya Chow dan Tuan Expresso Chow, dan Kak Kiwi bakal datang minggu depan, jauh loh Kak, dari Amsterdam sana ke indonesia cuma mau liat menantu koplaknya," ujar Melon pada Anthony.
"Yasudah kalau mereka mau datang," jawab Anthony pada Melon.
"Gak takut gitu, Nanas digodain sama Kak Kiwi?" tanya Melon pada Anthony.
Anthony terdiam sejenak, masa lalu nya melihat mantan istri dan adiknya berselingkuh membuatnya memiliki rasa posesif terhadap Nanas.
"Yasudah kak, aku sama Terasi pamit dulu, lagipula nih Terasi kagak ada dialog. Makan gaji buta dia," ujar Melon pada Anthony kemudian menarik kerah baju Terasi pergi dari sana.
"Nyonya Latte dan Tuan Ex, siapa?" tanya Terasi pada Melon saat Melon naik keatas Aston Martin yang sebenarnya adalah milik Nanas yang sudah tidak diinginkan Nanas.
"Mak, bapak gue," jawab Melon mulai menyalakan mesin mobil.
"Lah? Kualat lo sama Ortu sendiri sebut nama," protes Terasi yang membuat Melon menatap malas.
"Lagian yah, Ortu gue juga dari tiga bersaudara kami, cuma Kak Thony yang namanya elegan. Bayangin nama gue ama nama kakak nomor dua gue? Buah-buahan coy! Antara gak niat apa emang gue anak terbuang, terus gue heran sama Omah dan Opah gue, mereka ngasih nama Mak, Bapak gue pake nama Kopi-Kopian, itu antara kurang filosofi atau emang kreatifitasnya diatas UMR," jelas Melon menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah Anthony.
"Gue juga heran, kenapa yah lingkungan kita namanya aneh-aneh, gaada yang normal dikit gitu," timpal Terasi mulai paham maksud Melon.
__ADS_1
"Nah itu paham, belum lagi katanya di komplek sebelah nama-nama orangnya brand makanan, berasa di supermarket bok, disini berasa lagi dipasar," jawab Melon pada Terasi.
"Komplek mana?" tanya Terasi penasaran.
"Komplek Novel, Pengantin Pengganti Duda Diktator, semalam gue nyasar kesana coy, ada cowok tampan tapi namanya Rexona," jawab Melon yang membuat Terasi bengek seketika.
"Itu belum parah, masa ada cewek dan cowok namanya Rinso, Sidomuncul, sama Durex," lanjut Melon.
"Buset! Kapan-kapan gue kesana lah," jawab Terasi pada Melon.
"Yaudah ntar gue temenin, masih banyak pesanan yang kudu diantar, liat nih kurang berkelas apa kita coba, cuma kita berdua yang ngantar paket pake Aston Martin yang lain mana mampu." sombong Melon menjalankan astonnya ke rumah pemesan selanjutnya.
"Rumahnya gede! Bismilah Duda!" ujar Melon dan Terasi bersamaan.
•
•
TBC
Aston Martinnya
MAMPIR KE CERITA AUTHOR YANG LAIN YAN!
__ADS_1