
Happy Reading!
••••••
Sesampainya dirumah, Nanas dan Anthony segera menghabiskan waktu mereka untuk beristirahat, sebelumnya mereka sudah menurunkan Melon dan Terasi di rumah Terasi.
Cukup di Cappadocia mereka diganggu, dirumah mereka sendiri mereka harus mendapatkan privasi, Anthony merenggangkan badannya berjalan ke arah kamar dimana ada Nanas sudah menunggunya, saat melewati kalender, Anthony berhenti sejenak menatap kalender tersebut.
"17 Januari 2022? Ulang tahun Nanas?" batin Anthony sebelum kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar. "Sepertinya meminta bantuan Salak dan Mangga memberi hadiah adalah pilihan yang tepat."
Sesampainya dikamar Anthony segera merebahkan badannya diranjang sementara itu Nanas sibuk menyisir rambutnya, Nanas yang melihat kedatangan Anthony segera menyelesaikan urusannya dan mendatangi Anthony yang sedang memejamkan matanya.
"Capek yah Om?" Nanas beranjak memijit-mijit badan Anthony membuat Anthony membuka sebelah matanya menatap Nanas curiga.
"Skincare atau saldo shoppepay kamu habis? Bilang aja gausah gini." jawab Anthony kembali memejamkan matanya.
"Tertebak bah." batin Nanas.
Nanas melanjutkan memijit lengan Anthony dan melepas jam tangan milik suaminya itu. "Bukan gitu Om, aku ada acara reunian sama teman SMA-ku nanti sore, dadakan sih, Om mau kan temenin aku."
Anthony mengambil posisi duduk kemudian menatap Nanas dalam. "Kalau aku bilang tidak mau, gimana?"
Nanas melipat kedua tangannya. "Yaudah kalau Om gamau, berarti Om gak cinta lagi sama aku, Om gak sayang lagi sama aku."
Anthony meraih dagu Nanas kemudian memencet hidung istri mungilnya itu gemas. "Tidak kusangka aku bucin secepat ini, baiklah kamu selalu pintar mengancam, jam empat sore, jangan bangunkan aku, sebelum jam empat."
Anthony membuka kancing kemejanya dan dengan bantuan Nanas, Anthony kini sudah dalam keadaan bertelanjang dada.
Anthony kembali merebahkan tubuhnya dengan kedua tangan sebagai bantalan, membuat Nanas menatap lama wajah suaminya itu.
"Kamu menatapku kan? Sana melihat ke arah lain." ujar Anthony yang Nanas kira sudah tertidur.
Nanas membuang mukanya kemudian hendak pergi sebelum tangannya ditarik oleh Anthony yang membuat Nanas jatuh ke pelukan Anthony.
"Om, Om engap!" protes Nanas saat Anthony memeluknya erat.
Anthony tetap memeluk Nanas erat tanpa memperdulikan keluhan Nanas, Nanas yang sudah kewalahan memilih menyerah dan membiarkan Anthony melakukan apapun sesukanya.
•
•
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Anthony dan Nanas sudah siap untuk berangkat ke acara Reuni Nanas, Anthony sebenarnya sedikit malu, mengingat perbedaan usia ia dan Nanas terpaut dua belas tahun lebih.
"Kamu yakin mau ditemani? Nanti temanmu mengejek loh." tanya Anthony memastikan. "Gak malu, dikatain nikah sama Om-Om?"
Nanas mengambil bahu Anthony kemudian membenarkan posisi jasnya. "Ngapain malu, suami sendiri juga."
Anthony mengangguk kemudian berusaha memantapkan dirinya, walaupun keadaannya lelah, dia selalu berusaha memberikan apapun untuk Nanas, Anthony menjalankan mobilnya menuju tempat reuni yang dimaksud.
Sesampainya ditempat tersebut, Anthony segera memarkirkan mobilnya dipinggir jalan tempat reuni SMA Nanas.
Sebuah lapangan terbuka dengan tema outdoor, terdapat banyak remaja seusia Nanas yang sudah bisa dipastikan mereka adalah lettingan dari istrinya.
Nanas turun dari mobil bersama dengan Anthony sesampainya diluar mobil, tiba-tiba mereka berdua dikejutkan dengan kehadiran dua makhluk yang tidak mereka harapkan.
"Kak Thony sama Kakak ipar disini juga? Wah kayak wiciss literly, literly gitu." tanya Melon dengan aksen inggrisnya yang berantakan.
"Kalian ngapain disini? Kalian dari SMA ini juga?" tanya Anthony pada Melon dan Terasi.
"Bukan." jawab Melon dan Terasi bersamaan. "Pengen aja nyari Duda disini, gapapa kan, kami tahu dari Nanas, Gapapalah nyamar jadi eks-siswa,"
Anthony menggeleng pelan atas tingkah jawaban Melon dan Terasi membuat kedua orang itu cengengesan dihadapan Anthony. "Kalian kayak anak-anak."
"Gapapa kak, udah dewasa masih kayak anak-anak daripada anak-anak tapi udah punya anak." jawab Melon menarik tangan Terasi meninggalkan Anthony dan Nanas. "Kami gak ganggu kok, Have Fun,"
Siapa yang tidak pernah mendengar berita yang pernah trending dahulu. "Duda Ditinggal Selingkuh Meet Mahasiswi Abadi"
Nanas segera menyalami dan melepas rindu dengan beberapa teman-temannya, sedangkan Anthony memilih menunggu saja dengan duduk di kursi yang disediakan.
"Suaminya Nanas yah?" tanya seorang pria dengan usia berkisar dua puluh tiga tahunan.
Anthony menatap pria tersebut kemudian mengangguk mengiyakan pertanyaan pria tersebut.
"Kenalin aku Faredian Sanduku, Mantannya Nanas." Faredian mengulurkan tangannya pada Anthony.
Anthony yang mengingat bahwa Nanas pernah bercerita bahwa dia pernah mempunyai mantan pacar bernama Faredian Sanduku, terdiam sejenak karena sekarang ia bertemu sosok itu secara langsung.
Anthony menerima jabatan tangan Faredian kemudian melepasnya dengan cepat.
"Nanas masih cantik, andaikan dulu aku tidak memilih karir mungkin kami sudah bahagia bersama." ujar Faredian ambigu yang membuat Anthony menatap ke arahnya.
Faredian berdiri dan mengambil segelas minuman dan mendatangi Nanas, Anthony yang melihat itu segera berdiri dan ikut berjalan ke arah Nanas.
__ADS_1
Faredian hendak menawarkan minuman itu ke Nanas sebelum Anthony mengambilnya dari tangan Faredian dan langsung meminumnya. "Maaf-Maaf, tadi saya tersedak oksigen."
Anthony menyerahkan kembali gelas itu kepada Faredian, kemudian menarik tangan Nanas menjauh dari Faredian.
"Om, kenapa sih?" tanya Nanas pada Anthony.
"Jangan dekat-dekat sama Faredino Sanduku itu." jawab Anthony.
"Faredian."
"Iya Faredina."
"Faredian."
"Iya itulah pokoknya aku gak suka. Kamu deket sama cowok lain, apalagi Faredian itu mantan kamu." final Anthony yang membuat Nanas menatapnya gemas.
"Faredian emang tampan sih, tapi suamiku ini jauh lebih tampan." Nanas menangkup pipi Anthony sementara Faredian yang melihatnya dari jauh tampak sedikit kesal dengan adegan Nanas dan Anthony.
Faredian kemudian mengambil sepotong kue dan membawakannya ke Nanas. "Maaf menganggu waktu kalian, ini ada cemilan."
Nanas menerima piring berisi sepotong kue tersebut kemudian berterima kasih dan Faredian pergi.
Nanas mengambil sendok hendak memakan kue yang diberikan Faredian, Anthony segera menghentikannya yang membuat Nanas kembali bertanya-tanya.
"Jangan dimakan, nanti mantan kamu itu naruh pelet lagi dalam kue itu."
"Terlalu posesif!" batin Nanas kesal.
Nanas hanya menepuk jidat nya yang membuat Anthony semakin tidak peduli. "Terus yang mau makan kuenya siapa?"
Anthony terdiam sejenak, sebelum mengeluarkan idenya. "Biar aku aja yang makan,"
Nanas tertawa pelan melihat tingkah posesif suaminya, Nanas kemudian mengambil sepotong kue yang lumayan besar tersebut tanpa sendok dan memasukkannya kedalam mulut Anthony.
Anthony yang mendapatkan serangan tiba-tiba hanya membulatkan mata sempurna sementara Nanas membekap mulut Anthony yang dipenuhi kue.
- TBC
Faredian Sanduku:
__ADS_1
Anthony: