
Happy Reading!
Jangan Lupa Tinggalkan Like agar Author semakin Semangat update
•
Melihat Melon dan Dave sudah Sah menjadi pasangan suami istri, membuat Salak dan Faredian hanya memandang lelah, pasalnya sudah tidak ada lagi harapan untuk mereka mendapatkan Melon.
Akhirnya acara ijab kabul yang berlangsung ditengah jalan itu menjadi pusat perhatian dari semua orang, Kubu Alfamart dan Indomaret yang tadinya bentrok, memilih menyalami Melon dan Dave satu persatu, termasuk beberapa pengemudi yang terjebak macet.
Disaat mereka semua tengah sibuk merayakan pernikahan Melon yang terjadi di tengah jalan itu, tiba-tiba saja, sebuah truk kontainer datang dari arah berlawanan dan parkir dihadapan mereka.
Seorang yang berpakaian rapih turun dari truk tersebut dengan beberapa orang, orang tersebut bertepuk tangan kepada Melon yang membuat Melon sendiri menautkan alisnya bingung.
"Selamat atas pernikahan kalian, aku merasa terharu melihat pernikahan ini, oh iya kenalkan namaku adalah Jelantah, orang biasa menyebutkan Tuan Tah, atas pernikahan yang fenomenal ini, aku ingin menghadiahi kedua mempelai satu truk penuh minyak goreng yang diselundupkan selama diskon," ujar Tuan Jelantah yang sukses membuat rahang semua orang disana terbuka lebar.
Beberapa orang yang tadi bersama Tuan Jelantah tampak membuka pintu kontainer dan benar saja didalam kontainer itu berisi susunan dus minyak goreng yang membuat Melon bingung dibuatnya.
"T-Tapi,"
"Jangan menolak, semuanya Turunkan kardus Minyak goreng itu," jawab Tuan Jelantah memerintahkan anak buahnya.
Beberapa orang tersebut kemudian mulai mengeluarkan kardus minyak goreng ditengah jalan yang sama, Melon dan yang lainnya hanya bisa pasrah melihat itu.
"Om? Waktu kita nikah, kita dihadiahi apa?" tanya Nanas pada Anthony yang tidak habis pikir atas semua yang terjadi.
__ADS_1
"Lupa, waktu itu ada yang ngasih pakaian dalam seratus lusin, mana kartu ucapannya 'lain kali pakaian dalamnya jangan ketinggalan yah' seingatku gitu." jawab Anthony pada Nanas.
Sementara itu Terasi yang masih sama kagetnya segera menghampiri Melon disusul oleh Nanas yang juga menghampiri Melon.
"Tonjok gue! Ini pasti mimpi," ujar Melon yang membuat Nanas dan Terasi meninju wajah sahabatnya itu.
Melon yang mendapat pukulan tersebut langsung terjungkal kebelakang membuat Terasi dan Nanas membantunya berdiri. "Lo pada gila yah? Sakit ini,"
"Katanya disuruh tonjok," jawab Nanas. "Kalau sakit berarti gak mimpi,"
Terasi mengangguk setuju atas ucapan Nanas yang membuat Melon menatap kesal ke arah mereka. "Betewe minyaknya banyak banget, mau gue apain?"
"Jual bund, kasih harga murah, peluang bisnis ini," jawab Terasi.
"Atau gak dipake mandi, biar makin mulus badanmu," lanjut Nanas ikut menjawab pertanyaan Melon.
"Baru nikah aja udah sombong! Liat aja gue bakal ngelamar kak Mangga sekarang," ujar Terasi melipat kedua tangannya.
"Oh Okey! Awas gak lo lamar, habis lo gue buat," jawab Melon tersenyum sinis kepada Terasi.
Sementara itu Anak buah Tuan Jelantah sudah selesai menurunkan dus minyak goreng yang berjumlah seratus dua puluh dua biji itu.
"Itu hadiah untuk kalian berdua, semoga kalian bahagia," ujar Tuan Jelantah pada Melon.
"Tapi kenapa harus minyak goreng?" tanya Nanas.
__ADS_1
Bukannya menjawab Tuan Jelantah hanya diam dan berjalan naik keatas mobil, setelahnya dengan tanpa dosa Tuan Jelantah beserta anak buahnya pergi dari sana meninggalkan banyak minyak goreng yang entah mau diapakan oleh Melon.
"Buset ini mau diapain semua," batin Melon.
Terasi yang melihat itu segera mendatangi Melon dan mengambil satu kardus minyak goreng yang membuat Nanas dan Melon menatap aneh kepadanya.
"Mau ngapain lo?" tanya Nanas pada Terasi.
"Minyaknya jangan lo jual yah," tambah Melon yang membuat Terasi hanya mendengus kecil.
"Bacot! Liat yah bagaimana gue ngelamar kak Mangga," jawab Terasi berjalan ke arah Mangga.
Melon dan Nanas menatap Terasi yang sedang dalam kepedean diatas rata-rata, Terasi berjalan ke arah Mangga dengan tatapan yakin membawa sekardus minyak goreng.
Setelah sampai di depan Mangga yang kebetulan berdiri bersama Salak dan Faredian, Terasi segera bersimpuh dan menjulurkan kotak minyak goreng kepada Mangga.
Mangga yang melihat itu kebingungan, apa maksud dari Terasi sehingga Mangga hanya diam atas tindakan Terasi.
"Aku tahu ini terlalu cepat, aku juga tahu kalau minyak goreng ini aku nyolong punya Melon, tapi aku cuma mau bilang, mau gak Kak Mangga jadi pacar aku?" ujar Terasi pada Mangga.
Deg!
Mangga terdiam, ini pertama kali nya dia melihat wanita duluan yang menyatakan pernyataan cinta kepada pria, hal tersebut tentu membuat Mangga kebingungan sementara yang lain sedang menanti jawaban dari Mangga.
•
__ADS_1
TBC