Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 78 | Om? Seriously?


__ADS_3

Pagi sudah menjelang, Nanas dan Anthony sudah di sibuk kan dengan mengurus Aran dan Aren yang sama sekali tidak rewel, semalam Nanas sudah bisa langsung pulang dari rumah sakit membawa kedua bayi kembarnya.


Nanas kini tengah memberi menyus*ui Aran sedangkan Aren berada di gendongan Anthony, Anthony tidak berhenti menciumi pipi bayinya itu gemas, karena menurutnya wajah dari bayinya sangat mirip dengannya.


"Sabar yah Aren, kalau Aran sudah selesai kamu bakal dapat jatah kamu juga, kalau kamu sudah selesai juga, baru deh giliran Papa, iya kan Nas?" ujar Anthony berpura-pura sedang bicara dengan Aren.


Nanas menatap geli Anthony. "Dih? Gaada itu yah Om, Om aja harus puas selama beberapa minggu kedepan,"


Anthony yang mendengar itu hanya tersenyum masam dan kembali melanjutkan menggoda Aren sembari menunggu Nanas selesai memberikan susu kepada Aran.


"Nanas? Nanti kalau hamil lagi, kamu mau anak kembar lagi?" tanya Anthony pada Nanas.


Nanas berpikir sejenak kemudian mengangguk yang membuat Anthony mengerutkan keningnya dan bertanya kepada Nanas.


"Kenapa?"


"Soalnya bagus aja Om, muka anak kita seragam, jadi pas foto keluarga dari A sampai Z mukanya sama semua, nanti aku mau kembar tiga, tapi kalau sekarang kita fokus ngurus dua Baby insiden salah kamar ini," jawab Nanas cengengesan. "Lagipula Duo Baby Insiden Salah Kamar sudah cukup untuk sekarang,"


Anthony hanya menggelengkan kepalanya maklum, dia ingin protes tapi ini Nanas, bagaimana tidak, Nanas bahkan menyebut kedua bayinya adalah bayi insiden salah kamar.


"Lagipula kalau banyak anak, kasian Minions ga bakal dapat jatah," lanjut Nanas yang membuat Anthony kali ini sumringah.


"Kamu tahu aja," jawab Anthony yang membuat Nanas langsung melempar tatapan tajam kepada Anthony.


"Selama puasa, Minions harus bener-bener puasa yah Om, jangan main-main diluar sana, apalagi Minions dipegang-pegang nanti aku somasi," ujar Nanas dengan nada penuh ancaman kepada Anthony.

__ADS_1


Anthony menelan ludahnya dan lanjut bermain bersama Aren sebelum Nanas sudah selesai dan kini mengganti Aran dengan Aren.


Anthony menyerahkan Aren kepada Nanas dan mengambil Aran yang tadi ditaruh di kasur. "Anak Abi, Anak Abi lucu banget sih,"


"Hah? Om? Seriously? Abi?" kekeh Nanas yang baru saja membiarkan Aren untuk meminum susu.


"Emang kenapa?" tanya Anthony pada Nanas.


Nanas hanya tertawa pelan dan terkekeh geli dihadapan Anthony yang sedang bermain dengan Aren.


"Geli aja, kelakuan kek setan tapi mau dipanggil Abi," jawab Nanas yang membuat Anthony menggaruk tengkuknya.


Anthony kemudian kembali bermain dengan Aren sampai dia sadar bahwa kedua bayinya memiliki ekspresi tertekan yang membuat Anthony menautkan kedua alisnya.


"Nanas? Kok mukanya Aran dan Aren tertekan yah? Apa karena mereka tahu kalau lahir dari keluarga yang receh dan Antibadai?" tanya Anthony pada Nanas.


Mendengarkan penjelasan Nanas membuat Anthony mengangguk bahwa apa yang di jelaskan Nanas ada benarnya, Anthony kemudian kembali melanjutkan bermain dengan Aran sebelum sebuah ketukan pintu beserta lengkingan suara yang sangat dikenali Nanas dan Anthony terdengar rusuh di depan.


Anthony menaruh Aran dan berjalan membukakan pintu, benar saja sosok Melon dan Terasi langsung menghambur masuk kedalam rumah, melewati Anthony begitu saja.


"Sudah kuduga! Mereka berdua akan membuat rusuh sebentar lagi," ujar Anthony saat Melon dan Terasi langsung melenggang masuk kedalam kamar.


"Bestie! Im here! Gue mau ketemu ponakan gue yang mukanya kek punya beban hidup aje padahal orang tuanya kaya raya tujuh turunan," ujar Melon duduk diranjang disusul oleh Terasi.


Melon mengambil Aran dan mencium pipinya gemas sedangkan Terasi mengambil Aren yang sudah selesai diberikan susu.

__ADS_1


"Kalian mau ngapain?" tanya Anthony yang berada di ambang pintu.


"Mau vaksinasi Kak, yah mau ngejengukin keponakan dong ah, slepet nih," jawab Melon yang membuat Anthony mengangguk pelan.


Anthony kemudian kembali berjalan ke arah ruang tamu dan memilih menonton tv sembari menunggu Nanas, Melon dan Terasi selesai.


"Bestie! Gue mau ghibah," ujar Melon pada Nanas.


"Tentang apa?" tanya Nanas menatap serius kedua sahabatnya itu.


"Bentar deh, tapi benar ini anak dua keluar dari perut lo? Seriusan? Ga nyangka gue," jawab Melon yang membuat Nanas dan Terasi juga merasa heran. "Udah skip, jadi gini gue mau share aib aja, jangan Ghibah kesannya ga elegan aje,"


"Astagfirullah Ukhti, masih pagi udah ghibah, belum sarapan loh," protes Terasi yang membuat Nanas dan Melon menatapnya kesal.


"Loh tahu konsep Berbagi Aib gak? Bentar lagi jadi Tema lomba di Noveltoon tuh, kan biasanya Berbagi Cinta, tapi Berbagi Cinta itu konsepnya kek Berbagi Burung suami gak sih? Ah! Gue ga nyesel jadi pembaca Noveltoon." jelas Melon.


"Berbagi Aib?"


"Iya Berbagi Aib atau bahasa bekennya Ghibah, karena Ghibah kita kenyang, Ghibah bisa mendatangkan rasa nikmat dan membuat Bibir kita lebih seksi," jawab Melon.


"Kata siapa?" tanya Nanas dan Terasi.


"Gak ada, gue cuma ngada-ngada," kekeh Melon cengengesan yang disambut tatapan maklum dari Terasi dan Nanas.


__ADS_1


TBC


Kalau End gimana? Kalian siap berpisah dengan kekocakan mereka? Avvv Author belum siap wkwkwk


__ADS_2