
Jangan lupa tekan tombol like sebelum lanjut membaca, Agar Author makin semangat Update!
•
•
"Lo harus bisa buat suami lo gabisa hidup tanpa lo, lo jangan mau diem aja dicuekin disaat lo gak merasa bersalah," saran Melon memakan kentang goreng yang ada dihadapannya.
Nanas hanya mengangguk pelan dengan dagu bertopang pada kedua tangannya, ia mendengarkan dengan seksama saran dari kedua sahabatnya itu, ibarat konferensi meja bundar, mereka bertiga saling bersitatap.
"Menurut gue yah lo harus cari kesalahan suami lo, supaya bisa lo jadiin bahan balik buat diemin dia," timpal Terasi. "Gapapa dikatain Flaying Victim, ingat rumusnya, cewek selalu benar."
"Coba inget, semalam kan ulang tahun lo? Lo ada dikasih ucapan atau kado gak?" tanya Melon pada Nanas.
Nanas menggelengkan kepalanya yang membuat Melon dan Terasi heboh seketika. "Kalau dia marah sama lo, bilang aja kenapa dia gak ingat ultah lo dan segala macamnya, Flaying Victim aja, gausah lo mentingin siapa yang salah dan benar, cewek itu pada dasarnya selalu benar."
"Jadi gue harus gimana?" tanya Nanas pada Melon dan Terasi.
"Lo tetap aja jadi Nanas, gausah ngapa-ngapain, buat seolah-olah lo gak terpengaruh apa-apa dari perubahan sikap dia, nanti kalau frustasi capek sendiri kok," jawab Melon yang kali ini meminum jus-nya.
"Terus yah, lo deket-deket aja sama Kak Faredian lo itu, buat si Kak Thony cemburu banget." lanjut Melon.
Nanas berpikir sejenak, apakah rencana yang diajukan kedua temannya itu adalah rencana yang baik sedangkan dirinya sendiri pernah mengikuti saran Melon dan Terasi sebelumnya.
"Kalau gue deket-deket sama Kak Faredian, nanti dia kira, gue ngasih harapan lagi, gak ah, gak," tolak Nanas.
"Konsepnya gabakalan begitu, yakin! Kak Faredian ga bakal cinta sama istri orang, yah anggap aja sahabatan biasa," jelas Melon.
Nanas mengangguk-nganggukkan kepalanya tands mengerti dan menatap kedua sahabatnya itu untuk meyakinakan dirinya melakukan tugasnya.
__ADS_1
"Yaudah gue ke tempat kerja nya Kak Thony aja dulu. Ngasih tau dia, dia ada masalah apa sih kawan, tapi ingat tetap lakuin rencana kita, jangan pantang sebelum kak Thony minta maaf." ujar Melon.
Nanas mengangguk. "Yaudah gue ma Terasi juga ada mata kuliah siang ini,"
Terasi merapihkan tasnya kemudian berjalan beriringan dengan Nanas, sementara itu Melon sendiri pergi ke kantor Anthony.
•
•
Anthony sedang duduk merenung menatap monitor laptopnya dengan Mangga dan Salak yang sedari tadi mondar-mandir dihadapannya.
"Kau yakin? Nanas muda mu itu tidak paham apa kesalahannya? Kau sudah mengabaikannya semalam suntuk? Wow, juniormu akan berpuasa," ujar Mangga duduk ditepi meja Anthony.
"Entah siapa yang kurang peka, sejujurnya aku tidak peduli pada masalah percintaan," cuek Salak duduk disofa ruangan Anthony. "Tapi menurutku, cuek saja sampai dia sadar apa kesalahannya, intinya jangan nyerah sebelum dia sadar, kau pria, ingat harga dirimu dipertaruhkan,"
Suara pintu yang ditendang oleh seseorang yang ternyata adalah Melon membuat pintu ruangan tersebut terbuka lebar serta mengagetkan Anthony, Mangga dan Salak.
"Jadi kalian berdua, yang ngehasut kakak gue? Wah parah sih ini, kalian udah duda, gak punya pasangan, malah menjerumuskan!" teriak Melon melepas heels-nya dan menodongkannya kepada Mangga dan Salak.
"Kamu denger pembicaraan kami?" tanya Salak pada Melon.
"Diam ah! Dasar mantan lucknut!" teriak Melon menatap tajam Salak.
"Ini gak seperti yang kamu pikirkan, disini posisinya sahabat kamu itu yang salah," jelas Mangga yang membuat Melon menatap tajam sekali lagi.
"Sahabat gue gak pernah salah, dan lo kak Thony!" Melon berjalan ke arah kakaknya dan meraih kemeja kakaknya itu. "Kalau kakak ngambeksn terus, mending gausah jadi suami, kasian tuh Nanas!"
Anthony menelan ludahnya akibat kesan intimidasi dari Melon. "Tapi-"
__ADS_1
"Oh okey Fine! Aku udah cukup tau, aku ga bakal biarin Nanas gitu aja," Melon berjalan mundur dengan tatapan tajamnya.
Namun belum lama Melon keluar dari ruangan itu, ia kembali lagi dan membuat Squad Duda Tropis tegang seketika. "Maap, saking emosinya dedek, sampai heels ketinggalan."
"Samlekom!" teriak Melon menghilang dari pandangan Mangga, Anthony dan Salak.
"Masih sama, dia masih bar-bar," batin Salak kembali membahas rencana mereka untuk Anthony.
Setelah diskusi cukup lama akhirnya mereka memutuskan bahwa Anthony harus tetap pada sikap cueknya sampai Nanas meminta maaf duluan.
•
•
TBC
Sama-sama menanti permintaan maaf, dasar Pasangan Somplak wkwkwkw
Terasi dan Melon
Salak dan Mangga
__ADS_1