Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 74 | Mo Lahiran


__ADS_3

Melon, Nanas dan Terasi berjalan keluar dari Cafe tersebut, mereka sudah sangat malas dengan urusan-urusan dengan mantan istri suami mereka, karena pada dasarnya semua istri akan menang jika berada pada suami yang tepat.


"Setelah ini kita mau kemana?" tanya Melon pada Nanas dan Terasi.


"Gatau gue, lo bawa mobil gak?" tanya Nanas pada Melon.


"Gak, gue kesini naik motor, nyolong punya Pak Dave lagi," jawab Melon frustrasi.


"Gue bawa mobil kok, emang mau kemana?" tanya Terasi pada Nanas.


"Siniin kuncinya," jawab Melon menyodorkan tangannya. "Gue aja yang nyetir."


Terasi merogoh tasnya dan memberikan kunci mobil yang ia rampas dari Mangga, Nanas kemudian berjalan ke mobil Terasi disusul oleh Melon dan Terasi.


"Mau kemana sih Bund?" tanya Melon naik keatas mobil.


Nanas memasang sabuk pengaman dan mulai menyalakan mobil milik Terasi. "Gue mau bawa kalian ke perpustakaan,"


"Ngapain?" tanya Terasi pada Nanas.


Nanas fokus menyetir dan tidak menoleh sedikitpun kepada kedua sahabatnya itu. "Mau nyari buku tentang tutorial nyiksa suami,"


Terasi dan Melon hanya menautkan alis dengan kening mengerut, bagaimana bisa ada buku tentang hal seabsurd itu, menyiksa suami? Sangat diluar nalar otak dan pikiran Terasi serta Melon


"Tapi perpustakaan ada sejam-an loh dari sini? Yakin mau kesana?" tanya Terasi.


"Perpustakaan ga cuma di Odz aja kali, kita ke perpustakaan kampus kita aja, nanti disana ada bukunya," jawab Nanas yang disambut anggukan dari Terasi dan Melon.


Terasi dan Melon kemudian mengambil cemilan yang ada didalam mobil tersebut dan mulai memakannya.


"Bestie? Anak kalian nanti mau dinamain apa?" tanya Nanas pada Terasi dan Melon.


"Gue? Kalau gue, anaknya cowok gue namain Marzuki kalau cewek Marzuka, soalnya nama gue udah kebarat-baratan anjir, bukan kebarat-baratan sih tapi aneh aja, jadi gue anak gue namanya lebih aneh," jawab Melon sibuk mengunyah chikinya.

__ADS_1


"Kalau gue sih anak gue namanya Pisang Muda, singkatan dari Perawan Iseng Menggoda Duda, biar nerusin gue," timpal Terasi.


"Kalau anaknya cowok gimana bund?" tanya Melon pada Terasi.


Terasi menaruh tangan dipipinya, dia berpikir sejanak apa nama yang pas untuk anaknya ketika dia adalah pria.


"Kalau Cowok namanya Perekat Jamu, Perjaka Kampret untuk Janda Muda, biar gue dapat duda anak gue dapat janda, adil kan?" jawab Terasi yang membuat Melon dan Nanas saling melempar tatapan.


"Kreatif banget," ujar Nanas dengan tawa yang meledak akibat ide nama dari kedua sahabatnya itu.


"Kalau lo sendiri nama anak lo apaan?" tanya Melon pada Nanas yang disambut anggukan dari Terasi.


"Nama anak gue rahasia, cuma Author dan pembaca novel ini yang tahu, kalian mana boleh tau," jawab Nanas yang membuat Melon dan Terasi menatapnya malas.


"Kek nama anak lo ekslusif aja," ujar Melon melanjutkan mengunyah cemilannya.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai Nanas memasuki halaman kampusnya dulu, Nanas membelokkan mobil tersebut ke gerbang kampus dan tidak sengaja menabrak gerbang tersebut.


Bruk!


"Lo nabrak Nas?" tanya Melon melepas sabuk pengaman dan berjalan keluar dari mobil.


Terasi dan Nanas segera menyusul Melon dan mendapati mobil milik Terasi sudah penyot dibagian depan karena menghantam pagar besi kampusnya.


"Tuhan! Nanti gue bakal ngomong apa sama Kak Mangga? Kalau dia tahu bakalan habis gue kena omel," ujar Terasi menutup wajahnya karena ulah Nanas.


"Elah penyot doang, jangan kek orang miskin deh, noh udah gue transfer ganti ruginya," ujar Nanas memperlihatkan monitor ponsel M-Bankingnya.


"Nah kalau gini bisa diatur," ujar Terasi tersenyum puas. "Yaudah yuk masuk,"


Nanas, Melon dan Terasi berjalan memasuki halaman kampus mereka dulu, tujuan mereka adalah perpustakaan, semua mahasiswa menatap mereka cengo, karena sejarah pernikahan yang membuat Squad Rujak Gemesh terkenal seantero bekasi.


"Mau ngapain kak?" tanya penjaga perpustakaan saat Melon, Terasi dan Nanas hendak masuk kedalam perpustakaan tersebut.

__ADS_1


"Mau nyebokin dewan kampus Mas, yah mau baca buku dong, namanya perpustakaan," jawab Nanas yang membuat penjaga perpustakaan tersebut menggaruk tengkuknya malu.


Melon, Nanas dan Terasi kembali berjalan masuk kedalam perpustakaan yang ukurannya cukup besar tersebut, mereka memulai pencarian mereka mencari buku TUTORIAL MENYIKSA SUAMI.


Nanas mencari buku tersebut dengan teliti demi mempermudah misi Rujak Gemesh selanjutnya, begitupun dengan Melon dan Terasi yang ikut serius mencari buku tersebut.


"Nih buku mana sih? Gaada Tutorial menyiksa suami dah adanya Tutorial menyumbat mulut tetangga dengan sedot wc, nih lagi buku merangkai janda bolong berguguran," ujar Melon melihat judul buku yang dia temui.


"Loh udah nemu gak?" tanya Terasi mendatangi Melon. "Gue nemu nya Buku Tutorial memasak kepala semut sama cara membuat Nastar Batu Bata,"


Melon menggelengkan kepalanya yang membuat Terasi hanya mengangguk melihat Melon. "Gue dapatnya buku ini nih, ini malah gue dapat buku Cara Menyantet Mantan Dengan Baik Dan Benar,"


"Seriusan? Coba baca bukunya. Kalau mantan kita sialan dan kita ingin membalasnya dengan cara merakyat gimana?" tanya Terasi yang membuat Melon membuka buku tersebut.


"Nih ada, kita pakai aja kebudayaan indonesia, mungkin seperti Teluh?" jawab Melon yang membuat Terasi tersentak.


"Ngeri bund," ujar Terasi menahan tawanya.


Sementara itu Nanas yang berada dibagian lain sibuk mencari buku tersebut namun tidak menemukannya. "Buku Like BAB Novel Dengan Baik dan Benar, bukunya cocok buat Authornya ini, pembaca dia kan jarang like, jahat kali bah,"


Melon kemudian mulai membaca buku tersebut sebelum dia merasakan bahwa perutnya sedikit sakit dan cairan mengalir dari sela pahanya.


"Eh apa nih?" Nanas melihat kakinya dan menciumi aroma cairan tersebut. "Oh pecah ketuban,"


Nanas hanya mengangguk santai dan melanjutkan membaca buku nya. "Eh bentar, gue pecah ketuban? Lah! Gue kan baru delapan bulan,"


Nanas meraba area sekitar sensitifnya dan mendapati bahwa dirinya akan melahirkan sebentar lagi. "Buset udah mau lahiran, anak gue mirip siapa yah? Pasti mirip gue,"


Nanas kemudian berjalan ke arah Terasi dan Melon untuk memberi tahu mereka tentang ini, Terasi dan Melon menautkan alisnya dan menatap area paha Nanas.


"Pecah ketuban! Buset lo mau lahiran!" teriak Terasi dan Melon bersamaan.


__ADS_1


TBC


__ADS_2