Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 70 | Masih Kotak-Kotak Kok


__ADS_3

"Hoek!"


Nanas menatap Anthony yang sudah beberapa kali keluar masuk kamar mandi, Nanas sebenarnya tidak tahu darimana Anthony semalam, yang jelas Anthony pulang ke rumah pada tengah malam dan besoknya dia malah menjadi seperti ini, Nanas menamakan hal ini adalah karma karena meninggalkan istri sendirian dirumah, saat hamil tua.


Anthony hari ini sedang tidak enak badan, dia beberapa kali mengalami mual yang berlebihan dikarenakan semalaman berada diluar rumah untuk membantu malam pertama Mangga.


Wajah Anthony tampak pucat, Nanas yang sedari tadi melihat Anthony keluar masuk kamar mandi karena mual, hanya bisa menatap malas suaminya dan mengusapkan minyak kayu putih ke tengkuk suaminya.


"Om gak hamil kan?" tanya Nanas menyingkap kaos yang sedang dikenakan Anthony. "Syukur deh masih kotak-kotak,"


Nanas kemudian langsung melepaskan kaos Anthony dan mengusap minyak kayu putih di dada dan punggung Anthony, Anthony hanya bisa menatap malas dengan wajah pucat nya, dia sedang tidak mood untuk melakukan apa-apa sekarang.


"Aku curiga nya Om dihamilin Angin," ujar Nanas pada Anthony.


Anthony yang pada dasarnya sedang merasa kesal untuk melakukan apapun hanya mendengus kesal dan menatap Nanas yang masih mengira bahwa dirinya hamil.


"Nanas? Mana ada orang yang hamil karena Angin," ujar Anthony mencoba memberikan penjelasan kepada Nanas.


"Ada kok, aku tadi pagi baca artikelnya, bentar aku cari," Nanas mengambil ponselnya dan mencari artikel yang dia maksud.


Anthony sendiri hanya bisa pasrah pada tingkah Nanas yang bersikeras bahwa dia tengah hamil karena Angin, entah apa yang ada dipikiran istri kecilnya itu, karena Anthony merasa bahwa dirinya hanya masuk angin biasa.


"Kamu emang gabisa dilawan, terserah kamu deh," ujar Anthony malas.


Sementara itu Nanas masih bersikeras mencari artikel mengenai seorang janda yang tiba-tiba hamil karena kemasukan hamil, Nanas ingat betul dia membaca artikel tersebut tadi pagi dan benar adanya bahwa seorang janda hamil karena Angin.


"Nah ketemu," ujar Nanas memperlihatkan artikel tersebut kepada Anthony.



Anthony menoleh malas kearah monitot hp Nanas dan membulatkan mata sempurna membaca artikel tersebut, bagaimana bisa seorang janda bisa hamil hanya karena angin?


Anthony membuang muka malas, saat Nanas kini berada dihadapannya demgan raut wajah serius,

__ADS_1


"Agak mirip lah Om, dia Janda, Om Mantan duda, fix Om Hamil," ujar Nanas. "Ga habis thinking akutuh, sana suruh anginnya tanggung jawab,"


Anthony kembali mendengus kesal karena pernyataan Nanas yang membuat Anthony muak dan berteriak kesal. "Aku cowok Nas!"


"Lah kok ngamuk?" ujar Nanas menatap Anthony dengan ekspresi tanpa dosa.


Anthony yang kesal kemudian meraih Nanas dan memeluknya erat, dia mengambil bibir Nanas dan menciumnya dalam sebagai bentuk pelampiasan kekesalan Nanas, Nanas segera menghentikan aksi Anthony dan menjauh dari suaminya itu.


Nanas kemudian berjalan sedikit menjauh dari Anthony dan menodong Anthony dengan remot tv. "Jangan mendekat!"


"Om belum sikat gigi, sama Om bau minyak rambut kepalanya nenekku, apa karena minyak angin itu?" lanjut Nanas yang membuat Anthony berekspresi pasrah.


Anthony kemudian berdiri dan berjalan masuk kedalam kamar meninggalkan Nanas di ruang tamu, Nanas yang melihat itu hanya duduk santai di ruang tamu karena mengira Anthony ada keperluan. Namun sudah sepuluh menit Nanas menunggu namun Anthony tak kunjung keluar dari sana.


Nanas berdiri dan mematikan tv menggunakan remote yang dia pegang, Nanas berjalan menuju kamarnya untuk mencari Anthiny yang tak kunjung keluar sejak tadi dan membuat Nanas menunggu terlalu lama.


Ceklekk!


"Om?" ucap Nanas membuka pintu.


Tidak ada apa di dalam kamar bahkan bau Anthony tidak ada disana saat Nanas mengendus mencari keberadaan Anthony, Nanas melangkahkan kakinya masuk mencari keberadaan suaminya yang tidak ada di sana, namun belum sempat ia berpikir tentang dimana keberadaan Anthony.


Anthony entah darimana lansung menarik tubuh Nanas sehingga Nanas kini berada di pelukan Anthony dalam kondisi terkejut.


"Kamu nyari aku?" bisik Anthony pada Nanas.


"Dih pede, ngapain nyari Om," gengsi Nanas memalingkan wajahnya.


"Kamu bohong kan? Soalnya kalau kamu bohong pipi kamu kempot," Anthony mengeratkan pelukannya membuat Nanas tertekan ke dada Anthony, "Gimana? Aku bau kan sayang?"


Nanas terdiam dan menatap suaminya yang kini tersenyum mesum serta menaik turunkan alisnya yang sedikit membuat Nanas sedikit ngeri.


Bagaimana bisa Anthony yang tadi lemas berubah dalam hitungan menit dan kembali menjadi suami mesum yang sedang menjebak Nanas dalam pelukannya, Nanas bahkan sudah tidak habis pikir dengan siklus kehidupan yang dia jalani, dalam sebulan dia menemui pernikahan aneh yang menggeser keanehan pernikahannya sendiri dan kali ini Anthony yang tadi lemas berubah menjadi segar.

__ADS_1


"Om, lepas ih," pinta Nanas berusaha melepaskan diri namun gagal.


Anthony kini menguncinya dan mendorongnya ke atas ranjang kemudian menindih Nanas pelan agar tidak terlalu menyentuh perut Nanas yang sudah sedikit membesar.


"Kenapa manggilnya Om terus? Aku tua banget yah?" tanya Anthony dengan dengusan napas yang bisa dirasakan Nanas.


"Terus kalau gak mau di panggil Om, mau dipanggil apa?" tanya Nanas menatap Anthony tajam.


"Panggil aku sesuai isi hatimu," jawab Anthony mencium bibir Nanas sekilas.


Nanas terdiam menerima ciuman tersebut setelahnya Anthony melepaskan ciumannya dan kembali menatap Nanas dalam.


"Hati? Hati aku sih bilangnya Om itu adalah Om-Om," kekeh Nanas cengengesan yang kini mengalungkan tangannya di leher Anthony. "Om kira, aku ga bisa agresif?"


"Hm, buktikan kalau kamu mampu," tantang Anthony Menggiring Nanas naik keatas dan kini Anthony yang dibawah.


Nanqs kemudian menarik kepala Anthony dan mencium bibir suaminya itu yang seketika menghentikan desir napas Anthony, Anthony tidak pernah menyangka bahwa Nanas bisa melakukan ciuman seliar ini kepadanya dan Anthony bersyukur dan menikmati apa yang sedang dilakukan oleh Nanas.


"Gimana Om?" tanya Nanas manja.


"Melebihi ekspestasiku sayang!" jawab Anthony menarik Nanqs berdiri dan memangkunya di atas ranjang. "Bisa gak kamu meluk aku sebentar aja? Aku masih masuk angin Nas, dingin banget rasanya."


"Om sebenernya kenapa?"


"Aku hanya ingin memelukmu Nanas mudaku!" jawab Anthony kembali memeluk erat Nanas.


Nanas ferdiam lalu membiarkan suaminya memeluknya, Nanas merasakan degup jantung Anthony dan suhu badan Anthony yang masih sedikit menurun, yang berarti Anthony benar-benar sedang sakit, disaat Nanas dan Anthony menikmati pelukan, suara ponsel dari Nanas berdering yang membuat Nanas menghentikan pelukannya dan mengangkatnya.


Nanas mengambil ponselnya yang terjadi dari Melon dan Terasi yang sedang menyambung tiga, Nanas segera mengangkat telepon tersebut dan langsung mendapatkan serangan suara dari kedua sahabatnya.


"GUE UDAH PECAH PERAWAN!" teriak Terasi dan Melon bersamaan.


__ADS_1


TBC.


__ADS_2