Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 39 | Tidur Diatas


__ADS_3

Happy Reading!


Ada Adegan syemeleleleleleleele ulalala bebeee dosa dipotong dana Bansos :)


Bagi yang LDR dengan pak Misua harap tenang ini ujian Pak Misuanya lagi nyari cuan.


Buat yang ga punya pasangan, sama Author juga ehe.


Seluruh adegan disponsori oleh Otak mesum, tangan kampret dan laptop tanpa dosa, selamat membaca.




Nanas yang mendapat bisikan dari Anthony kembali menelan ludahnya pelan kemudian kembali menatap Anthony yang kali ini mengigit telinganya lembut, Nanas yang mendapat rangsangan didaerah itu hanya terkekeh geli kemudian menjauhkan kepalanya dari Anthony.


"Belum lima menit Om minta maaf, udah minta jatah, aku ragu ketulusan permintaan maaf Om hanya sebatas berbuka puasa," ujar Nanas mengelus dagunya yang mulus, tidak seperti Anthony yang memiliki janggut.


"Itu hanya tujuan, dari sekian banyak ketulusan, lagipula didekatmu. Membuat usus dua belas jariku menghangat," jawab Anthony menindih Nanas dengan pelan. "Maaf Baby A, Papa pinjam dulu bundamu,"


Anthony yang memang sudah bertelanjang dada kemudian mengangkat tubuh Nanas dan menidurkannya ditengah ranjang.


"Ah, rahimku bergetar, jangan salah sangka kedua bayi insiden salah kamar dalam perutku menendang sepertinya," ujar Nanas yang membuat Anthony mengerutkan keningnya.


"Benarkah? Tapi ini baru trimester kedua," tanya Anthony pada Nanas.


"Trimester kedua adalah awal dari pospartum, ngidam dan semua baby-baby itu, jadi Om bersiap siaga aja," jawab Nanas mengalungkan tangannya dileher Anthony.


"Aku tidak peduli itu, Minions harus diberi jatah," Anthony kemudian menghujani Nanas dengan cumbuan dan ciuman lembut, dan memberi tanda merah dileher Nanas.


"Itu watermark! Supaya orang tau kalau kamu sudah punya suami," bisik Anthony berdiri dan melepas celananya sehingga tersisa pakaian dalam yang menutupi area sensitifnya.


Nanas memalingkan wajahnya melihat sesuatu yang menggembung dari pakaian dalam yang menutupi area Anthony.


"Seingatku dia tidak sebesar itu dulu," ujar Nanas pada Anthony.

__ADS_1


Anthony tersenyum miring dan melepas pakaian dalamnya sehingga kini ia sudah benar-benar tanpa busana dan beranjak menghampiri Nanas.


Anthony mengambil tangan Nanas dan meletakkannya tepat dia Minions miliknya. "Kau tahu, selama berpuasa aku melakukan senam jari, mungkin itu dampaknya,"


"Jangan lakukan itu lagi Om, tidak baik untuk kesehatan," tegur Nanas yang membuat Anthony mengangguk.


Anthony kemudian membantu Nanas membuka bajunya dan kini mereka berdua sudah benar-benar tanpa busana, Anthony kembali menindih tubuh Nanas menciumnya dari leher, bahu, dada dan sampai pada perutnya yang menggembung, setelahnya Anthony mengangkat kedua kaki Nanas dan menaruh dibahunya sendiri.


Dengan pelan Anthony mulai memasukkan Minions miliknya ke tempat yang dia rindukan, dan setelahnya Anthony kembali mencium Nanas sembari menggoyangkan pinggulnya.


Suara desah dan racauan dari Nanas dan Anthony menjadi backsound yang pas dalam hening saat itu, tak lama kemudian Anthony mencabut Minions dan mengambil gaya menyamping dengan memiringkan tubuh Nanas agar tidak menindihnya tidak terlalu lama karena khawatir akan kondisi bayinya.


Setelahnya Anthony kembali memasukkan Minions dan menggerakkan pinggulnya senada dengan ciuman yang dia lakukan dengan Nanas, tidak lama kemudian Anthony memejamkan matanya kemudian dengan segera mencabut Minions dan menumpahkan semua cairan itu di seprei kasur.


Anthony harus melakukan itu karena menjaga kondisi kandungan Nanas yang sudah semakin membesar.


"Aku mencintaimu, Nanas mudaku," bisik Anthony yang diakhiri ciuman mesra mereka berdua.




Tampak Anthony yang tertidur di pangkuan Nanas di dalam kamar sementara Nanas sibuk membaca Novel di Aplikasi Noveltoon.


"Baca apa?" tanya Anthony pada Nanas.


"Me And The Rice Man, Noda Merah Pernikahan, Pengantin Pengganti Duda Diktator, sama Adikku Istri Kedua Suamiku," jawab Nanas memperlihatkan layar ponselnya yang berisi banyak novel di rak bukunya.


"Kenapa sih kamu suka banget baca Novel itu?" tanya Anthony pada Nanas yang membuat Nanas memutar bola matanya Malas.


"Karena Novel itu novelnya Mama online Author favoritku, Ridz, jadi novel itu novelnya Mama Kolom langit dan Mama Reni, jadi seneng aja bacanya, lagian ceritanya juga seru, jadi aku suka," jawab Nanas.


"Terus?"


"Aku tuh pengen aja punya suami kayak Dokter Evan, Azril, Danu, dan Zac, ahh goals banget, udah romantis, Bikin meleyot lagi," jawab Nanas.

__ADS_1


Anthony lekas berdiri dan mendorong Nanas hingga tersudut di kepala ranjang kemudian mendekatkan kepalanya kesana. "Jadi menurut kamu, aku kurang romantis?"


"Jangan bilang, Om minta jatah lagi," tebak Nanas mendorong kepala Anthony menjauh dari nya.


"Hehehehe, tau aja, masih karatan nih Minions butuh sesuatu penyegaran gimana gitu," ujar Anthony kembali menidurkan kepalanya dipangkuan Nanas.


"Kalau butuh penyegaran siram aja Minionsnya pake Sprite kan Sprite nyata segernya, ngapain capek-capek minta sama aku itu aja ribet ih," jawab Nanas polos. "Oh lupa gak di endorse, besok minta royaliti titik!"


"Gak gitu maksudnya loh, aku mau nuntut kewajiban kamu sebagai istri, lagi," tukas Anthony kembali berdiri dari tidurnya.


"Kalau mau nuntut sana, ke pengadilan ngapain ke aku," jawab Nanas yang mulai dengan mode lemotnya itu.


"Kalau bisa teriak aku teriak sekarang," gerutu Anthony dalam hati.


"Yaudah aku mau tidur di bawa, kamu tidur di atas aja gih," tambah Anthony mengambil bantal dan memeluknya


"Lah kok gitu?" tanya Nanas bingung.


"Soalnya nanti aku gak tahan malah kebablasan sama kamu buruan aku mau tidur di bawah aja," jawab Anthony menguap lebar.


Nanas kemudian menutup ponselnya kesal dan keluar dari dalam kamar menuju gudang untuk mengambil tangga portabel lalu membawanya kembali ke kamar.


Melihat semua itu Anthony hanya bisa menatap bingung dan heran atas aksi Nanas yang kini sudah berada di atas lemari dengan bantal dan selimut.


"Lah kok kamu tidur di atas lemari sih?" tanya Anthony heran.


"Kan suruh tidur di atas yah ke atas lemari masa ia aku ke genteng," jawab Nanas polos.


"Gak gitu konsepnya sayang maksud aku tuh kamu tidur di atas ranjang aku biar di lantai," ujar Anthony menepuk jidatnya pening. "Kebanyakan bergaul sama rujak gemesh, jadi lemot gini."




TBC

__ADS_1


Hareudang! Hareudang! Hareudang!


__ADS_2