Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 56 | Jumpalitan Ranjang


__ADS_3

Happy Reading!


Jangan lupa like agar Author semakin semangat update :)



"Kamu mau ngebunuh aku yah?" tanya Anthony saat Nanas membawa Anthony ke kamar mandi dan menyiramnya dengan air.


"Siapa suruh mimpiin cewek lain, sampai Minions bangun begitu," jawab Nanas menyiram Anthony dengan air dari shower.


"Sudah berapa kali aku jelasin, ini tuh ereksi pagi!" teriak Anthony pada Nanas dengan nada membentak.


Nanas yang mendapat bentakan dari Anthony sontak berubah sedih dan langsung keluar dari kamar mandi. "Om jahat! Om gak cinta lagi sama aku,"


Anthony mengusap kepalanya pusing kemudian mengambil handuk dan melilitkannya dia pinggangnya kemudian berjalan menyusul Nanas keluar dari kamar mandi, Anthony melihat Nanas meringkuk diatas ranjang dan segera menghampirinya.


"Hormon ibu hamil?" batin Anthony.


Anthony menghampiri Nanas dan duduk disampingnya, ia mengusap kepala Nanas namun segera disingkirkan oleh Nanas. "Jangan pegang aku!"


"Maafin aku," lirih Anthony pada Nanas. "Iya deh aku salah, aku salah, kalau kamu kau nyiram aku pakai air sampai kamu puas, ayok gapapa,"


Nanas mengangkat kepalanya dan menatap Anthony, Nanas kemudian segera memeluk suaminya itu dan membenamkan wajahnya di dada bidang Anthony.


"Are you okey?" tanya Anthony mengelus kepala Nanas. "Maafin aku, harusnya aku gak bentak kamu,"


Nanas tidak menjawab dia malah mempererat pelukannya dan tangannya kembali tidak sengaja menyenggol minions milik Anthony, mendapat sentuhan itu sontak minions bangkit dan membentuk tenda dibalik handuk yang dikenakan Anthony.


"Aku bisa jelaskan," ujar Anthony kelabakan.


Nanas yang melihat itu tidak bereaksi apapun, ia hanya menatap Anthony dan minions bergantian, kemudian dengan wajah polosnya dia berucap. "Main yuk Om,"

__ADS_1


Anthony menautkan alisnya atas ucapan Nanas dan dengan wajah penuh pertanyaan dia menatap Nanas dalam. "Maksud kamu?"


"Yaudah kalau gamau ngunjungin Baby A," jawab Nanas melipat kedua tangannya yang membuat Anthony meraih bahu Nanas dan menyandarkan kepalanya disana.


"Emang boleh?"


Nanas mengangguk yang membuat Anthony tersenyum puas, Anthony kemudian menidurkan Nanas di ranjang dan mulai melakukan aksinya dalam permainan panas di pagi hari ini.


Anthony melepaskan handuk yang terlilit di pinggang nya membuat minions terlepas dan melakukan lancang depan dihadapan Nanas, Anthony kemudian membuka sedikit kaki Nanasx ia tidak ingin ada gangguan kali ini jadi dia akan melakukannya dengan cepat namun tidak menyakiti Baby A.


"Okey Baby A! Ready To Gundale-Gundule didalam sana yah," batin Nanas saat Anthony memasukkan minions kedalam miliknya.


Anthony kemudian mencium Nanas sembari melakukan gerakan maju mundur, lenguh dan d*esahan terdengar sebagai latar suara dalam adegan panas di pagi hari itu, Nanas yang merasakan dirinya akan segera keluar menarik pinggang suaminya sehingga sodokan itu semakin dalam dan bersamaan dengan itu Anthony sudah mengeluarkan semua cairan kejantanannya.


Setelahnya mereka berdua melepas lelah atas permainan pagi hari itu, Nanas berbaring di kasur dengan Anthony yang sibuk mengelus kepalanya.


Tringg!


Tanya Anthony mengangkat panggilan telepon dari Tuan Expresso yang masuk ke ponselnya, setau Anthony kedua orang tuanya akan tiba di indonesia pagi ini.


[Thon, Ayah dan Mama kamu gak bisa berangkat ke indonesia hari ini, mengenai pernikahan Melon, kamu bisa kan menjadi Wali ganti bagi Melon?]


[Tapi]


[Pokoknya kamu harus mau]


Baru saja Anthony ingin menjawab, panggilan telepon tersebut sudah terputus yang membuat Anthony hanya menghembuskan napas lelah.


"What's Wrong With Ayah Mertua, Om?"


"Ayah tidak bisa datang ke indonesia, terpaksa aku menjadi Wali pengganti Melon, lagipula aku heran dengan kedua orang tuaku, saat kita menikah dia mengirim Melon untuk memporak-porandakan kehidupanku, dan sekarang Melon menikah mereka tidak hadir," jawab Anthony menaruh ponselnya.

__ADS_1


"Itu takdir?"


"Oh iya? Kalau begitu mari adu takdir, siap untuk ronde kedua?" tanya Anthony menarik Nanas kepangkuannya.



Melon kini berada dihadapan Dave yang tengah terduduk di sofa rumahnya, entah kenapa Dave bisa bertemu dengan sosok Melon yang berhasil membuat kehidupannya berantakan.


"Nih," Melon memberi Dave sebuah map yang langsung diterima Dave.


"Apa ini?" tanya Dave membuka map tersebut.


"Surat Kontrak Pernikahan, kita," jawab Melon duduk di samping Dave dan dengan nakal bersandar di bahu Dave.


"Disitu tertulis bahwa pernikahan kita hanya berjalan enam bulan, selama enam bulan atau satu semester ini, gue bakal ngebuat bapak jadi normal, dan jatuh cinta, namun jika masa kontrak habis dan bapak belum juga berubah, maka bapak berhak pergi dari hidup gue, kalau bapak berubah, gue yang bakal pergi dari hidup bapak, deal?" lanjut Melon.


"Tidak ada bedanya, setelah enam bulan kita sama-sama berpisah kan? Kamu pikir pernikahan itu hal yang bisa di jadikan bahan mainan?" jawab Dave menatap Melon.


"Menurut bapak?" jawab Melon yang membuat Dave terdiam.


Melon kemudian berdiri dan berjalan dengan melipat kedua tangannya. "Gue gak kau tahu, bapak udah janji bakal nikahin gue siang ini, apapun yang terjadi dan berasal dari kontrak itu, tetap semua harus dilakuin,"


Dave mendengus kesal dan menandatangani kontrak tersebut dan langsung diambil oleh Melon, selanjutnya Melon mendorong Dave dan menindihnya sedikit. "Terima kasih calon suami."


Dave yang mendengar itu langsung menahan pinggang Melon dan berbisik pelan kepadanya. "Kau tahu apa yang buruk dari phillophobia dan gay? Permainan ranjangnya luar biasa,"


Mendengar itu Melon menyeringai kecil dan bangkit meninggalkan Dave disana, Dave tampaknya hanya ingin menuruti alur permainan yang diberikan oleh Melon.



TBC

__ADS_1



__ADS_2