
Aran dan Aren segera membawa Wortel dan Lemon masuk kedalam kamar mereka sementara orang tua mereka tengah sibuk berbicara diruang tamu.
"Kangen deh sama kalian, ada kabar apa sih bestie," ujar Aran duduk diranjang begitupun dengan Aren, Wortel dan Lemon.
"Ngajak ghibah lagi nih? Cuma kita berdua anak umur enam tahun yang doyan ghibah," jawab Lemon yang membuat Aran terkekeh.
"Mending bahas kekayaan ortu aku aja, Mamaku kan Pemilik Ardanu Corp sekarang, Papaku Arsitek terkenal, bayangin Bau-Bau harta Warisan dan hedonisme mulai terasa," ujar Aren dengan nada sombongnya.
"Ga pernah berubah yah Ren, sombong sejak dini, Hakiki lagi," jawab Wortel melempar bantal kepada Aren.
"Yaudah bahas cita-cita aja gimana?" usul Lemon yang membuat lainnya setuju. "Mulai dari Aran."
Aran mengambil posisi tengkurap dengan boneka kesayangannya yang ia beri nama Jamilangkung, Aran mengatur nafasnya sejenak sebelum mulai bercerita.
"Nanti kalau Dedek uda gede, Dedek mau ke hotel terus kamarnya gak dikunci biar ada Duda nyasar, kayak Bunda Dedek," jawab Aran yang membuat rahang Aren, Wortel dan Lemon terbuka lebar.
"Cita-cita macam apa itu?" protes Lemon melipat kedua tangannya.
"Namanya juga cita-cita," jawab Aran cengengesan yang membuat ketiga lainnya menepuk jidat.
"Selanjutnya aku! Cita-cita akutuh jadi Casanova biar bisa anu senganu-nganunya," lanjut Aren yang membuat Aran menggeplak kepala kakaknya itu.
"Gaboleh gitu! Dosa!" tegur Aran yang membuat Aren mengelus kepalanya yang tadi digeplak Aran.
"Dedek mah gatau! Casanova yang Kakak maksud kan, Caostumer Servis Nairon Of Validasi," jawab Aren membela dirinya.
"Cilelah! Kutu Kupret! Bahasamu kejauhan abang!" ujar Aran memukul wajah kakaknya sambil tertawa.
__ADS_1
Wortel dan Lemon yang melihat tingkah adik beradik kembar itu hanya menatap cengo aksi dan cita-cita mereka berdua.
"Keknya anak Onty Nanas, gaada yang bener deh," bisik Wortel pada Lemon.
"Pada somplak semua," jawab Lemon pada Wortel.
Selanjutnya mereka berempat kembali membahas cita-cita mereka yang cenderung tidak masuk akal dan hanya khayalan para anak-anak sampai mereka berempat sepakat untuk melakukan konferensi meja bundar untuk menentukan nama squad mereka.
"Dibilangin nama Squadnya The Hedonisme aja," ujar Aren saat Aran, Wortel dan Lemon sedang berpikir keras.
"Gimana kalau junior rujak gemesh aja? Setuju gak?" usul Aran yang membuat Lemon dan Wortel langsung setuju. "Berarti udah fix yah! Nama Squadnya adalah Junior Rujak Gemesh!"
"Nanti dulu! Aku kan cowok! Kalau gemesh gelilah aku," protes Aren yang membuat Aran, Wortel dan Melon menatapnya serius.
"Gimana kalau Kak Aren jadi Bodyguard kami aja, lumayan ala-ala," saran Aran.
Melihat ketiga anak perempuan dihadapannya hanya memberikan pangkat bodyguard kepadanya membuat Aren pasrah karena mau bagaimanapun dia tidak akan bisa menang melawan ketiganya.
"Yaudah yuk kita deklarasikan dihadapan orang tua," ujar Aran berlari keluar kamar disusul oleh Aren, Wortel dan Lemon.
Aran berlari kencang dan tanpa sadar terjatuh yang membuat Anthony, Nanas, Melon, Dave, Terasi dan Mangga segera menghampiri anak-anak mereka.
"Eh buset! Hampir terjungkal," ujar Wartel yang membuat Aren menoyor kepalanya.
"Itu udah nyungsep namanya!" protes Aren yang membuat Wortel cengengesan.
Aran segera berdiri dengan keadaan tegap dan tegar walaupun dia masih merasakan nyeri pada kakinya.
__ADS_1
"Bunda, Papa, Uncle, Onty! Hari ini kami berempat ingin mendeklarasikan nama squad kami dihadapan kalian," ujar Aran yang membuat para orang tua itu mengerutkan dahi.
"Jadi perkenalkan kami adalah, Junior Rujak Gemesh," lanjut Aran yang membuat Aren, Wortel dan Lemon berpose bangga dibelakang Aran.
Sontak hal tersebut membuat orang tua mereka semua terdiam sejenak yang membuat suasana sekekita canggung.
Brot!
"Eh buset! Terkentut Ren!" ujar Lemon menatap Aren yang merupakan sumber suara buang angin tersebut.
"Maaf keceplosan," kekeh Aren yang seketika membuat para orang tua tersebut tertawa.
Anthony mengusap kepala mereka berempat satu persatu dan menyetujui nama squad mereka berempat yang membuat keempatnya senang bukan main.
Anthony, Nanas, Melon, Dave, Mangga dan Terasi yang melihat keakraban anak-anak mereka merasa bahagia, karena tali persahabatan akan terus terurai sampai ke anak mereka semua.
• END
Akhirnya END! Ga Nyangka banget ini adalah ovel pertamaku di Tahun 2022, Novel yang membuat aku jatuh cinta! Novel yang membuatku merasakan gaji NT, Novel yang membuatku merasakan nangkring di rank karya baru, Novel yang membuatku merasakan apa itu punya Fans!
Novel Komedi yang tidak Author sangka akan diterima dengan baik, dari awal kemunculannya sampai sekarang, Terima kasih kepada semua pembaca! Luv
Eh jangan di UnFavorite dong, Author masih akan tetap Update Extra Part menghibur dari Nanas, Anthony beserta anak kembar mereka, tungguin update Author yah!
EXTRA PART BAKAL TETAP UPDATE KOK SAMPAI BAB 100 dan Akan lebih kocak lagi!
Sayang kaliannnn
__ADS_1
iG AUTHOR @authoridz_