Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar
BAB 75 | Siapa Yang Mau Lahiran


__ADS_3

Terasi dan Melon yang melihat Nanas akan melahirkan langsung membopong tubuh Nanas secara paksa, sedangkan Nanas sendiri hanya terdiam santai.


"Lo berdua mau ngapain sih?" tanya Nanas pada Terasi dan Melon.


Terasi dan Melon menatap Nanas kesal dan geram dengan rahang terbuka lebar. "Lo mau ngelahirin taik, emang gak kerasa sakit apa?"


Nanas yang mendengar ucapan Melon langsung teringat dan tiba-tiba merasakan sakit dia area sensitifnya. "Duh mau berak rasanya, anak gue dah mau keluar kayaknya,"


"Makanya," ujar Terasi yang sudah sampai dipinggir jalan raya bersama dengan Melon dalam keadaan membopong Nanas.


"Terasi, siapin mobil, buruan," ujar Melon pada Terasi.


Terasi hendak berjalan ke mobilnya namun segera ditahan oleh Nanas yang membuat Terasi tidak jadi berjalan ke mobilnya.


"Gue maunya naik motor, bonceng tiga gitu, gue ditengah," ujar Nanas meringis menahan rasa sakitnya.


"Tuhan sempat-sempatnya!" protes Melon frustasi. "Yaudah Terasi, lo minjem motor siapa kek dulu,"


Terasi yang bingung langsung gelabakan mencari motor yang bisa dia pinjam untuk membawa Nanas ke rumah sakit, Terasi mengigit jarinya dan langsung menghentikan pengemudi yang lewat.


"Stop! Bang gue pinjem motornya yah, temen gue mau ngelahirin noh dah kek ikan kakap disono, nih kunci mobil, atm, sama kartu kredit pegang aja sebagai jaminan yah," ujar Terasi merebut motor tersebut dari seorang pengemudi.


Pengemudi tersebut hanya terdiam menatap cenho Terasi yang langsung mengendara motor tersebut ke arah Melon dan Nanas.


"Buruan naik!" teriak Terasi yang membuat Melon menyeret Nanas naik keatas motor.


Setelah siap, Terasi segera menancap gas menuju rumah sakit terdekat untuk tempat bersalin Nanas, Nanas yang masih meringis berada ditengh-tengah sahabatnya yang panik hanya menikmati angin sepoi-sepoi yang menghamtam wajahnya.


"Lon? Ditas gue ada handphone gue, ambilin dong," pinta Nanas yang membuat Melon mengambil handphone ditas Nanas.

__ADS_1


"Buat apa sih?" tanya Melon menyerahkan handphone tersebut.


Nanas menyalakan handphonenya dan membuka aplikasi kamera, kemudian dia mengarahkan kemera tersebut untuk selfi bersama Melon dan Terasi.


Ceklek!


"Buat dokumentasi," ujar Nanas cengengesan yang membuat Melon menepuk jidatnya kesal.


"Masih sempet-sempetnya!" protes Terasi kesal dan semakin menancap gas menuju rumah sakit.


Angin sepoi-sepoi membuat rambut Nanas yang tergerai menampar-nampar wajah Melon yang duduk di paling belakang.


"Tertampar-tampar oleh kutu dan kenyataan," keluh Melon menyingkirkan rambut Nanas dari wajahnya.


Nanas kemudian membuka aplikasi lagu di ponselnya dan memutar lagu favoritnya sembari memasang wajah ala-ala video klip menikmati angin sepoi-sepoi yang ada.


Lagu tersebut menjadi backsound kepanikan Melon dan Terasi sementara Nanas masih bisa santai walaupun ia meringis diarea perutnya.


"Terasi! Buruan! Ini anaknya keburu lahir disini," teriak Melon menepuk pundak Terasi.


"Yaelah sabar kali! Gue juga tahu tapi ini macet," jawab Terasi yang terhenti di persimpangan lampu merah.


"Aduh gimana dong! Nas lo gapapa kan? Anak lo masih aman? Tapi ketuban loh dah pecah banyak, gue yakin lo udah mau ngelahirin ini, walaupun masih delapan bulan," tanya Melon pada Nanas.


"Tenang! Im Fine! Anak gue paham mak-nya lagi kejebak macet," jawab Nanas. "Terasi lo turun, biar gue yang bawa motor nya, panas bund kalau lama-lama nunggu,"


"Yakin lo?" tanya Terasi turun yang membuat Nanas mengendalikan setir motor tersebut.


Terasi beralih duduk dibelakang Melon, sementara Nanas sudah siap menancap gas menerobos kemacetan dan lampu merah tersebut. "Ready Gurls?"

__ADS_1


"Tuhan! Lo kalau mau COD-an sama Malaikat Maut jangan ngajak-ngajak!" teriak Melon frustrasi.


Nanas tidak menggubris Melon, dia langsung menancap gas menerobos area kemacetan tersebut dengan kecepatan tinggi, terutama menerobos lampu merah yang membuat mereka bertiga dikejar oleh polisi.


"Nas? Polisinya ngejar," teriak Melon panik.


"Ganteng gak?" tanya Nanas pada Terasi. "Kalau ganteng kita berhenti dulu kalau kagak, yaudahlah sekip!"


"Kagak tahu gue," jawab Terasi yang membuat Nanas kembali menancap gas dengan kecepatan tinggi.


Melon dan Terasi sendiri mati-matian berpegangan pada jok motor karena salah sedikit bisa-bisa mereka berdua terjungkal kebelakang, Nanas sendiri masih fokus mengendarai motor tersebut menuju rumah sakit.


"Kalau gue jatuh, bilang ama Kak Mangga kalau Ika sarden ada di kolom ranjang kamar, suruh dia masak sendiri," bisik Terasi pada Melon.


"Tapi kalau gue yang jatuh, bilang sama Pak Dave kalau yang ngasih balsem satu toples keketeknya itu gue," balas Melon pada Terasi.


Nanas kembali mengendarai motor tersebut menuju rumah sakit, sampai akhirnya mereka sudah tiba dirumah sakit, Nanas langsung melepas setir motor tersebut dan melompat turun membuat Terasi dan Melon yang belum siap terjatuh beserta motornya.


Nanas langsung masuk kedalam rumah sakit tersebut dan berteriak di lobby. "Dokter! Suster ada yang mau lahiran!"


Seorang dokter dengan beberapa suster keluar dari sebuah ruangan dan mendatangi Nanas dengan wajah penuh pertanyaan. "Siapa yang mau melahirkan,"


"Saya," jawab Nanas disambut tatapan aneh dari dokter tersebut.



TBC


Hari ini bakalan update dua kali kok! Jangan lupa like udah menjelang ending nih hiks.

__ADS_1


__ADS_2